Minggu, 09 Maret 2008

memilih istri yang arif

Bagian kesepuluh

Bagian ini menasehati orang-orang agar memilih istri yang arif serta baik. Pernikahan merupakan masalah penting dalam kehidupan, kalau bisa mendapatkan seorang istri yang dapat berbakti pada mertua, mencintai suami, menyayangi anak-anaknya, hormat terhadap seluruh sanak famili, ini adalah rejeki terbesar seumur hidup. Lalu bagaimana memilih seorang istri semacam itu ? orang dahulu mengatakan bahwa seorang istri yang baik harus memiliki empat kategori kebajikkan, antara lain berkepribadian bijak, halus dalam tutur kata, rajin mengurus rumah tangga serta rapi dalam penampilan. Kalau kita hanya terburu nafsu dan terbawa emosi, tidak mendengar nasehat dari orang tua, tidak perduli akan masa depan, maka akhirnya akan mendapatkan istri jahat yang tiada kebajikkan dan seumur hidup menyesalinya.

Cerita 1

Thai Jen, putri kedua dari Ce Cong Se adalah ibu kandung dari Chou Wen Wang. Dia berkepribadian halus serta mempunyai kebajikkan, sehingga Chou Wen Ci mengambil sebagai selir. Semasa dia hamil, mata tidak melihat yang cabul, telinga tidak mendengar yang sesat, mulut tidak berkata kotor. Justru karena kebajikkan nya yang seperti inilah, baru dapat melahirkan Wen Wang yang akhirnya menjadi seorang kaisar bijak yang memiliki rasa bakti, welas asih serta kesetiaan.

Wen Wang semasa kecil sudah diajari tata krama, sajak dan kitab-kitab kuno oleh ibunya. Mendengar satu mengerti sepuluh, sehingga dapat menjadi seorang pemimpin yang memberikan kebahagiaan bagi rakyat. Semua ini adalah jasa dan jerih payah dari Thai Jen !

Selama masa kehamilan harus lebih berhati-hati. Kalau ingin mendapatkan anak yang saleh, itu semua tergantung dari masa kehamilan tersebut. Misalnya selama kehamilan sering emosi, maka anaknya kelak akan sering emosi juga. Selama kehamilan sering risau dan sedih, maka anaknya kelak akan sering risau dan sedih, maka dari itu selama kehamilan haruslah mempunyai perasaan yang stabil dan melakukan olahraga yang berfaedah bagi jasmani serta rohani, perhatikan juga pengaturan pengobatan dalam kehidupan, itu semua sangat mudah dilakukan.

Cerita 2

Si Yun, karena menikah dengan nona Juan yang berparas amat buruk, sehingga, setelah selesai upacara, dia mengunakan berbagai alasan untuk tidak masuk kekamar pengantin. Beberapa hari kemudian, kebetulan dia melewati kamar itu dan langsung ditarik masuk oleh istrinya yang bermarga Juan itu.

Setelah duduk dikursi, Si Yun lalu bertanya, “Seorang istri seharusnya memiliki empat kebajikkan, kamu memiliki berapa ?”

Juan menjawab, “Aku memiliki tiga diantaranya, hanya paras wajahku yang buruk saja”. Kemudian langsung berbalik bertanya, ”Sebagai pria harus memiliki segala kelakuan yang baik, kamu sudah memiliki berapa persen ?”

“Semuanya kumiliki”, jawabnya dengan bangga.

Juan berkata lagi, “berkelakuan atas dasar moral kebajikkan merupakan yang utama. Namun anda hanya menyukai kecantikkan, tidak mementingkan kebajikkan, bagaimana dapat termasuk memiliki kelakuan yang baik ?”

Si Yun begitu mendengar perkataan itu, wajahnya menjadi merah karena malu. Sejak itu mereka berdua saling menghormati, Si Yun sebagai pejabat setempat kalau ada masalah, dia akan membahasnya dengan Juan dan akhirnya mendapatkan keputusan yang sempurna. Dikarenakan Si Yun menunaikan tugasnya dengan baik, maka dia pun naik pangkat TUHAN mengaruniai mereka 2 anak kecil yang lucu-lucu. Benar kata orang bahwa mempunyai seorang istri yang bijaksana dapat membantu kita dalam segala hal, maka dari itu jangan hanya menilai dari paras wajahnya saja.

Po Yin Cin bersyair,

“Utamakan kebajikkan, jangan tamak akan kecantikkan,

Yang melanggar, akhirnya mendapatkan kena-asan,

Kalau tidak percaya, buktinya adalah kisah Juan,

Berkebajikkan, membantu suami menuju kejayaan”.

Tidak ada komentar: