Bagian kedelapan
Bagian ini untuk menasehati orang agar tidak berbicara kotor dan cabul. TUHAN memberikan kita mulut ini untuk minum, makan, dan berbicara kata-kata yang baik. Walaupun tidak diharuskan setiap kali mengeluarkan kata-kata emas, tapi paling tidak janganlah berbicara hal yang dapat mengurangi kebajikkan kita dan hindarilah semua gossip-gosip yang tidak perlu.
Kalau dalam perjamuan makan, janganlah membicarakan masalah sex dan mengeluarkan kata-kata kotor. Meskipun tidak bias merusak organ tubuh kita, tapi secara tidak langsung akan meerusak kepribadian kita dan yang lebih celaka lagi dapat mengurangi rejeki kita sendiri. Bahkan ada yang mengalami kesusahan dan mendatangkan malapetaka. Harus diingat ! hanya karena berbicara kata kotor saja, dalam waktu yang singkat dapat mengakibatkan penderitaan yang panjang. Kalau sudah terjadi menyesalpun terlambat.
Cerita 1
Dikecamatan Cia Sing, ada seorang pelajar yang bernama Li Ting. Biasanya kalau mendengar temannya berbicara wanita serta masalah sex, dia langsung bergegas menghindarinya atau kadangkala dengan kata-kata keras menasehati teman-temannya. Dia sebenarnya tidak bermaksud untuk mengikuti ujian Negara. Tapi karena dipaksa teman-temannya, maka dia akhirnya ikut serta dalam ujian tersebut.
Kembali kementri Liu. Akhirnya jendral-jendral negeri Chi tergugah hatinya oleh semua tindakan menteri Liu Sia Huei, dan memperingatkan semua bawahannya bahwa barang siapa uang melanggar moral kebajikkan dan ketahuan telah berzinah, maka akan segera dieksekusi.
Nabi Khong Ce memuji seraya berkata, “
Yu Cheng mengatakan, “Lebih baik menutup pintu bertemu mauka, untuk apa setelah duduk dipangkuan barulah hati tak goyah”. Kata-kata Yu Cheng mungkin berawal dari kisah diatas ini.
Cerita 2
Fong Kung, pada suatu hari sembari membawa payung dan keranjang bambu menuju kesawah. Ditengah perjalanan tiba-tiba turun hujan yang amat deras dan ada seoarng nyonya muda datang kepadanya untuk meminjam payung. Wajah nyonya itu sangat cantik jelita, sehingga setiap orang yang melihatnya pasti akan terpesona. Namun dia tidaklah terlena oleh kecantikannya dan meminjamkan payungnya itu.
Sang nyonya itu berkata, “marilah kita memakai payung ini bersama-sama, kalau tidak anda pasti akan kehujanan nantinya”.
Namun Fong Kung menolaknya dan berkata, “Antara pria dan wanita memang boleh saling meminjam barang, tetapi tetap harus menjaga jarak. Jadi mana boleh kita sepayung bersama. Kamu pergilah sendiri ! saya masih ada keranjang bambu yang dapat dipakai”.
Nyonya muda tetap saja memaksa, melihat ini dia menjadi tidak senang dan segera meninggalkan temapt itu. Sesampainya dirumah, payungnya sudah berada diatas meja, dia merasa amat terkejut. Malam itu juga dia memimpikan seorang Dewa berkata kepadanya, “Kamu melihat kecantikkan, namun hatimu tidak goyah. Kelebihanmu ini bukan bohong belaka. Aku telah mendapatkan perintah dari Yang Maha Kuasa untuk memberimu keturunan yang baik”. Ternyata memang betul, semua keturunannya menjadi pejabat dan nama harum sepanjang masa.


.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar