Jumat, 21 Maret 2008

Mengenal Se Mien Fo / Phra Phom

Mengenal ”” Se Mien Fo / Phra Phom ””

Di dalam catatan sutra Buddha alam Pathana Jhana Bhumi terdapat 3 alam yaitu alam Brahma Parisajja, Brahma Purohita dan alam Maha Brahma. ”” Se Mien Fo ”” yang juga kita kenal sebagai Maha Brahma Sahampati ( dalam bahasa thai dikenal sebagai ” Phra Phom Sin Nei / Pah Pong ” ) adalah penguasa dari alam Maha Brahma yang merupakan alam tertinggi dalam alam pathana jhana bhumi dan merupakan penguasa alam semesta.

Dalam sejarah para Dewa Thailand, ditulis bahwa yang pertama sekali lahir di jagad raya ini adalah Maha Brahma ( ”Se Mien Fo” ) oleh karena itu dia dianggap sebagai sang pencipta oleh para Dewa dan manusia, dia dianggap sebagai Dewa terbesar karena menggerakkan alam semesta dan merupakan penguasa dari alam-alam yang ada seperti manusia, asura, yakhsa, para Dewa, dan alam-alam lainnya.

Phra Phom ( ”Se Mien Fo” ) memiliki kesaktian yang tidak terbatas, keistimewaan dari Phra Phom ialah menawarkan pertolongan kepada orang yang dengan tulus bersujud dan berdoa kepada-Nya dari seluruh arah, dan Dia akan dengan senang hati mengabulkan permintaan mereka sehingga terlihat semua hal yang dilakukan manusia adalah adil dan bijaksana.

Phra Phom memiliki empat muka yang melambangkan empat masa penciptaan, delapan telinga yang welas kasih mendengarkan doa dari seluruh makhluk hidup, dan delapan tangan yang membawa alat-alat keagamaan yang dipercaya memiliki makna khusus yaitu :

1. Tasbih ( manik-manik ) = Mengontrol karma makhluk hidup dan reinkarnasi.
2. Tangan di depan dada = Menawarkan belas kasih dan berkah kepada seluruh makhluk hidup.
3. Rumah Keong = Melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
4. Vas Bunga ( Teko ) = Air berkat ( keinginan dipenuhi )
5. Buku ( Kitab Veda ) = Ilmu pengetahuan dan kebijkasanaan
6. Tongkat ( Tombak ) = Melambangkan daya kehendak dan kesuksesan .
7. Cinta Mani ( Bendera Kebesaran ) = Melambangkan kekuatan maha kuasa sang Buddha ( kesaktian ).
8. Roda Terbang ( Cakram ) = Untuk menangkal bahaya bencana dan celaka, menangkal setan dan juga menghilangkan semua kemuraman dan kekuatiran.

Oleh karena kewelas asihan dan kesaktian Phra Phom yang sangat besar hingga para Dewa dan alam semesta ini tunduk pada Phra Phom. Sebab itu kita yang telah menerima ajaran welas kasih Phra Phom juga dapat ikut menyelamatkan makhluk hidup lain yang ada di segala alam kehidupan.

Kekuatan dari Phra Phom memberikan bantuan atas kewajiban yang penting, menyelamati nyawa-nyawa dalam bahaya, keuntungan dalam usaha, jodoh dan sebagainya.

Dikatakan bahwa jika seseorang ingin supaya keinginannya dipenuhi, maka dia harus mendapatkan seorang penari striptease ( tarian tanpa busana ) wanita untuk mengadakan pertunjukkan di hadapan Dewa Maha Brahma sebagai persembahan. Hal ini bukan hanya salah pengertian, tapi juga penuh dosa, memojokkan dan tidak menghargai Dewa Maha Brahma.

Jika kita mengembangkan ketulusan dan tidak terpaksa dalam membantu makhluk hidup lain, tidak mengharapkan imbalan, menganggap bahwa semua makhluk adalah sama, tidak memandang musuh atau kawan yang hendak ditolong. Maka tidak sampai satu tahun akan dilihat perubahannya, semua akan berjalan lancar dan tahun-tahun mendatang akan semakin baik lagi.

II Tata Cara Mengundang dan Menyembah Rupang ” Se Mien Fo ” di Rumah.

Dalam mengundang rupang ”Se Mien Fo” ke rumah untuk disembah harus memperhatikan beberapa hal. Tempat sembahyang ( Altar ) dari ”Se Mien Fo” jika tidak dapat ditaruh di ruang terbuka maka dapat ditaruh di dalam rumah, asal ada tempat yang bersih sudah boleh, hanya harus di ingat tidak boleh ditaruh di dekat toilet atau berhadapan dengan toilet serta tempat-tempat yang tidak bersih ( Sangat dianjurkan Rupang ditaruh di ruangan terbuka / diluar rumah yang letaknya didekat persimpangan jalan. )

Hari Ulang Tahun ”Se Mien Fo” diadakan pada tanggal 9 November setiap tahunnya, dan ini merupakan hari terbesar karena merupakan hari kelahiran Phra Phom yang sangat dikeramatkan di Thailand ( bertempat di kota Bangkok, dipersimpangan jalan dekat Hotel Erawan / Sogo )

Hari-hari khusus diperingati untuk berdoa dan memberikan sesajian kepada Phra Phom yaitu :

1. Hari uposatha ( che it, che pek, cap go, dji sha )
2. Hari kamis malam ( malam jumat ) dalam setiap minggunya.

Waktu sembhayang yang terbaik untuk hari-hari biasa ialah Pagi jam 7 – 8 dan Malam jam 7 – 8.
Jika kita hendak memohon sesuatu maka waktu yang terbaik ialah antara jam 7 sampai 8 setiap harinya, karena pada waktu-waktu itu menurut kepercayaan bahwa Phra Phom turun ke dunia, jadi sangat baik untuk berdoa.

Keempat arah wajah Phra Phom memandang keempat penjuru mata angin.

· Face Depan => memohon kesehatan, ketentraman, kerukunan, damai hidup, dijauhkan dari segala penyakit, marabahaya, panjang umur, kesembuhan untuk yang sakit dsb.
· Face Kiri => memohon jodoh yang baik untuk pribadi, pergaulan yang baik di masyarakat, wibawa dalam kepemimpinan, masalah-masalah dalam perkawinan supaya cepat selesai, masalah dengan temen baik, dsb.
· Face Belakang => memohon rezeki ( hokky ) baik cia chai, untuk dagang lancar, usaha berkembang, naik gaji dan pangkat, menang tender, kemakmuran, jual rumah, urusan utang-piutang, dsb.
· Face Kanan => memohon un khi yang baik, mohon kui jin, phien cai, selamat di perjalanan, ujian lulus, kebijakan, mengusir segala kesialan dan kemalangan, dsb.

Dalam berdoa kita mulai dari arah depan, lalu kiri, belakang dan yang terakhir sebelah kanan. Jadi kita berdoa dengan arah yang searah jarum jam.
Jika kita berdoa memohon sesuatu yang khusus, maka lebih baik jika kita berjanji untuk ”tapsia” jika doa kita berhasil dikabulkan dan dimohon dengan sangat kita yang telah berjanji untuk tapsia agar menepati janji.

Phra Phom dengan rendah hati akan mengabulkan semua permohonan dari setiap orang yang tulus berdoa kepadanya.
Phra Phom sangat menyukai bunga mawar kuning, melati, kelapa hijau & buah-buahan sebagai persembahannya.
Phra Phom ( rupang / patung ) yang kita puja lebih baik terbuat dari emas atau warna emas.

Note : Permohonan tidak boleh mencelakakan makhluk hidup lain, permohonan jangan aneh-aneh seperti pengen kaya tapi malas kerja, mau lulus ujian tapi malas belajar, dsb
Sangat dianjurkan untuk tidak memakan daging sapi.

Doa mantram suci dapat dibaca 3x, 7x, 9x, dan sangat dianjurkan sebelum kita membaca mantram suci ini badan kita dalam keadaan bersih baik lahir maupun batin, dan juga sebelum memakan makanan yang bernyawa.

Mantram untuk mengundang sang Dewa Brahma :

” Pah Pong ” ( dibaca 7x )
” Om Palam Pati Lama ” ( dibaca 7x )

Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sam Buddhassa
( dibaca 3x sebelum membaca doa suci / mantram / sutta )

Doa Suci Maha Brahma – Phra Phom

Om Karabindunatam Uppannam Brohmasaha Patinama Attikappe Su, A, Kato Pancapatunam Tisva Namo Buddhaya Vandanam.
Siddhi Kiccam, Siddhi Kammam, Siddhi Kariya Tadakato, Siddhi Teco Jayoniccam, Siddhi Ladho Nirantaram Sabba Kammam Pra Siddhime, Sabba Siddhi Bhawantu Me.
Mantram Maha Brahma – Phra Phom

Maha Lapo, Maha Tero, Maha Khong Kha Phan,
Maha Savathit, Maha Sitichai,
Maha Siti Chut, Maha Amalichut,
Om, Si, Siti Ut, Bhavantu Me,
Iti Piso Bhagava, Bhagavan Patik,
Namo Buddhaya, Buddhaya, Buddhaya.

Maha Manggala Sutta ( Sutta berkah termulia )

Eva-me sutang
Ekang samayang Bhagava savathiyang viharati Jetavane Anathapindikassa arame.
Atha kho annatara Devata abhikkhantaya rattiya abhikkan-tavanna kevalakappang Jetavanang obhasetva yena Bahagava tena’ upasankami Upasanakamitva Bhagavantang abhiyadetva ekamantang atthasi, Ekamantang thita kho sa Devata Bhagavantang gathaya ajjhabhasi :

Bahu Deva manussa ca
Mangalani acintayung
Akankhamana sotthanang,
Bruhi mangala muttamang.

Asevana ca balanang
Panditanan ca sevana
Puja ca pujaniyanang,
Etang mangala muttamang.

Patirupadesavaso ca,
Pubbe ca katapunnata
Attha samma panidhi ca,
Etang mangala muttamang.

Bahusaccanca sippanca
Vinayo ca susikkhito
Subhasita ca ya vaca,
Etang mangala muttamang.

Matapitu upatthanang
Puttadarassa sangaho
Anakula ca kammanta,
Etang mangala muttamang.

Danan ca dhammacariya ca
Natakananca sangaho
Anavajjani kammani,
Etang mangala muttamang.

Arati virati papa
Majjapana ca sannamo
Appamado ca dhammesu,
Etang mangala muttamang.

Garavo ca nivato ca
Santutthi ca katannuta
Kalena dhammasavanang,
Etang mangala muttamang.

Khanti ca sovacassata
Samanananca dassanang
Kalena dhammasakaccha,
Etang mangala muttamang.

Tapo ca bramacariya ca
Ariyasaccana dassanang
Nibbana sacchikiriya ca
Etang mangala muttamang.

http://www.geocities.com/sanphraphrom/

Phutthassa lokadhammehi
Cittang yassa na kampati
Asokang virajang khemang,
Etang mangala muttamang.

Etadisani katvana
Sabbattha maparajita
Sabbattha sotthing gacchanti
Tang tesang mangala muttamang ti.

Demikianlah tulisan ini diperbuat untuk memuliakan Sang Maha Dewa Brahma / Phra Phom / Se Mien Fo / Four Face Buddha. Tolong bantu disebarluaskan email ini pada semua family, temen ( any one in this world / khususnya yg beragama Buddha. )
Thanks. Regards, Agan_liu7777@yahoo.com / Agan_liu@hotmail.com

DHARMO GHANDUL

Tuhan tidak bermain dadu

From Singthung

TUHAN TIDAK BERMAIN DADU


“Dengan upaya, kesungguhan, disiplin dan pengendalian diri, orang bijaksana [Arahat] membuat pulau bagi dirinya yang tidak dapat tenggelam oleh banjir. [Pulau yang melindunginya dari banjir kesenangan indria, pandangan salah, keinginan terlahir kembali dan kebodohan batin]”

(Sutta Pitaka, Khuddaka Nikaya: Dhammapada, 25)

Ada 3 definisi umum mengenai Tuhan:

1. Tuhan Personal
• Tuhan diwujudkan sebagai makhluk adi kuasa.
• Tuhan menciptakan manusia.
• Manusia bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
• Relasi Tuhan dengan manusia melalui doa.
• Manusia mengikuti kehendak Tuhan.
• Termasuk kategori ini: agama Islam, Kristen, Yahudi.

2. Tuhan Semi Personal
• Alam semesta merupakan simbol Tuhan, yang seolah-olah dapat merasa dan memiliki sifat-sifat seperti manusia.
• Para Dewa dan Para Nabi sudah bersatu dan selaras dengan alam semesta, sehingga kita patut memuja dan menghormatinya.
• Relasi Tuhan dengan manusia melalui ritual keagamaan.
• Termasuk kategori ini: agama Hindu, Tao, Khonghucu, penganut-penganut kepercayaan, Buddha (tradisional).

3. Tuhan Impersonal
• Tuhan tidak dapat digambarkan / dipikirkan / dibayangkan, dalam bentuk apapun.
• Tuhan tidak terkatakan.
• Tuhan bukan zat hidup yang dapat berpikir, berasa, berucap, mendengar atau mengindera.
• Tuhan sebagai tujuan tertinggi (kesempurnaan).
• Termasuk kategori ini: agama Buddha.

Definisi khusus tentang Tuhan:

1. Agama Islam
• Tuhan Maha Esa menciptakan alam semesta beserta isinya.
• Manusia wajib bertaqwa kepada Tuhan.

2. Agama Kristen
• Tuhan Tritunggal (Bapa, Putra, dan Roh Kudus).
• Tuhan berharap manusia percaya pada-Nya melalui Kristus (Yesus).

3. Agama Yahudi
• Tuhan sebagai pelindung dan penyelamat manusia.
• Tuhan sebagai penguasa dan penakluk alam semesta.

4. Agama Hindu
• Tuhan dalam ujud Wisnu, Brahma dan Siwa; sifat alam semesta yang mencipta, memelihara dan memusnahkan.
• Tujuan manusia adalah bersatu dengan Tuhan.

5. Agama Tao
• Adanya Tao yang mengelola jagad raya beserta isinya.
• Manusia hidup harus selaras dengan Tao.

6. Agama Khonghucu
• Thien (Para Dewa, Nabi, Leluhur) wajib kita hormati dan teladani.
• Memuja Thien dan menempatkan diri secara benar di tengah-tengah hidup bermasyarakat dengan melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya.

7. Agama Buddha
• Tuhan sebagai tujuan hidup tertinggi.
• Tuhan hanya dapat dipahami dengan merealisasikan Nibbana (Nirwana).

Bagi seorang Buddhis:

1. Tuhan (Personal) tidak menciptakan alam semesta beserta isinya. Hal-hal tersebut di luar jangkauan pikiran manusia. Ada proses / siklus yang mengatur: muncul-eksistensi-lenyap-muncul-dst, sehingga tidak dapat ditentukan sebab pertama.

2. Manusia tidak bergantung kepada Tuhan (Personal). Ada hukum karma yang mengatur sebab-akibat perbuatan manusia. Dalam definisi Buddhis, segala sesuatu terjadi karena kejadian sebelumnya (sebab-musabab), tidak ada yang tercipta / terjadi dengan sendirinya.

3. Tuhan tidak mengatur / berkuasa atas manusia. Karena, agama Buddha menganut konsep Tuhan yang impersonal, maka agama Buddha tidak berbicara mengenai perintah Tuhan, larangan Tuhan, janji-janji Tuhan, dst. Setiap manusia bergantung sepenuhnya kepada diri sendiri, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas segala yang dikerjakannya.

4. Tuhan adalah Yang Mutlak dan merupakan tujuan tertinggi. Umat Buddha tidak memandang Tuhan sebagai relasi (media curhat), yang terkoneksi melalui doa. Tetapi, umat Buddha melihat Tuhan sebagai sesuatu yang dapat direalisasikan dan dipahami melalui latihan-latihan yang menuju pencapaian Nibbana (Nirwana). Dengan tercapainya Nibbana, manusia dapat menyadari Yang Mutlak sepenuhnya.

5. Tujuan utama seorang Buddhis bukanlah mati masuk surga (di sisi Tuhan). Bagi seorang Buddhis, kehidupan kita telah mengalami berulang-ulang kelahiran. Sehingga, tujuannya adalah pembebasan dari kehidupan yang berulang-ulang dan menjemukan ini, yaitu Nibbana. Karena dalam pengertian Buddhis, surga adalah alam kebahagiaan yang sementara dan tidak kekal. Kehidupan di surga memang sangat lama sehingga timbul pandangan keliru yang menganggap surga kekal abadi.

6. Tuhan tidak bermain dadu. Tuhan tidak mencobai atau menguji manusia. Tuhan tidak bermain-main atau bereksperimen dengan ciptaan-Nya. Jika Tuhan sudah mengetahui segala yang akan terjadi, karena sifat ke-Maha Tahu-annya, apa tujuan Ia mencobai manusia? Bukankah Ia sudah tahu hasilnya sejak semula? Tuhan tidaklah seperti ilmuwan yang sedang melakukan eksperimen. (bd)

Semoga kamma baik dari perbuatan baik ini dapat dilimpahkan untuk semua mahluk di alam semesta . Dan semoga jasa baik ini mempercepat kita mencapai Nibbāna .
"Katam punna phalam mayham sabbe bhagi bhavantu te". ” Idam me punnam nibbanassa paccayo hotu.

Surga VS Nirwana

At 17:52 05/08/99 +0700, Sdr Yohannes Yaali wrote:

>Apakah surga dapat disamakan dengan 'nirwana', soalnya ada cerita bahwa
>Buddha masuk ke dalam nirwana? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada
>uraian bahwa nirwana adalah (1) keadaan dan ketenteraman sempurna bagi
>setiap wujud eksistensi karena berakhirnya kelahiran kembali ke dunia;
>(2) tempat kebebasan (kesempurnaan); (3) surga.

--------------------------
Pertanyaan Sdr Yohannes ini sangat penting, karena: (1) mencerminkan sulitnya
membandingkan dua konsep yang berasal dari dua sistem filsafat-teologis yang
sangat berbeda; (2) menggambarkan kesimpangsiuran pengertian 'nirwana' di
kalangan awam. (Bandingkan dengan: "Nirwana" nightclub. :-) Malah di Pantai
Kuta, Bali, pada sekitar th 1980-an ada restoran bernama "Buddha Juice", dengan
gambar Buddha bermeditasi sambil memegang segelas es juice. :-))

Membandingkan paham "Tuhan" atau membandingkan paham "surga" dalam agama Islam
dan Kristen tidaklah terlalu sulit, karena kedua agama itu mempunyai paradigma
(kerangka berpikir) dan konsep-konsep dasar yang sama. Kedua-duanya termasuk
agama monoteistik.

Tetapi membandingkan konsep-konsep agama monoteistik dan agama monistik seperti
Buddhisme dan Hinduisme akan menimbulkan banyak kesulitan kalau kita tidak
menguasai kedua sistem paradigmatik itu.

Pandangan agama-agama monoteistik tentang 'roh' adalah: roh itu diciptakan dari
kekosongan oleh Tuhan (atau roh itu ditiupkan Tuhan [dan berasal dari
"nafas/roh" Tuhan] ke dalam tubuh manusia); dan pada akhirnya kelak roh akan
menghadapi persimpangan jalan: menuju surga yang kekal atau neraka yang kekal
(dengan berbagai variasinya seperti dalam ajaran Saksi Yehovah dll). Roh itu
bersifat individual dan kekal sebagai individu yang berdiri sendiri.

Dalam agama-agama monistik seperti Buddhisme dan Hinduisme, manusia itu terdiri
dari badan dan jiwa, yang selalu berproses dan tidak abadi. ('Jiwa' adalah
seperti apa yang dikaji dalam ilmu psikologi: ingatan, emosi, dorongan,
kehendak, pikiran dsb.)

Di balik badan dan jiwa ini, menurut agama Buddha tidak ada apa-apa lagi yang
eksis secara ontologis, yang dapat dikenal oleh pikiran manusia; jadi tidak ada
'roh' seperti dikenal dalam agama-agama monoteistik. Prinsip ini dalam agama
Buddha dikenal sebagai 'anatta' atau 'anatman' (dari: 'an + atman',
"bukan/tanpa diri").

Sebaliknya, menurut agama Hindu, di balik badan dan jiwa ini, ada suatu prinsip
ontologis yang abadi yang disebut 'atman'. 'Atman' ini sering dibandingkan
dengan 'roh', karena 'atman' itu dapat dipahami sebagai bersifat individual.
Namun, menurut agama Hindu, pemahaman seperti itu bukanlah pemahaman tertinggi,
karena masih terkondisi oleh individualitas orang yang memahami. (Jadi tampak
di sini bahwa agama Buddha merupakan kontras dari agama Hindu: agama Buddha
mengajarkan 'anatman', agama Hindu mengajarkan 'atman'.)

Bila orang berhasil menanggalkan individualitas itu, yakni pada keadaan yang
disebut 'moksha', maka ia akan melihat bahwa 'atman' itu IDENTIK dengan
'brahman', yakni prinsip ontologis yang mendasari alam semesta (dan yang sering
dibandingkan dengan "Tuhan"). Itulah makna persamaan monistik [HIndu] yang
terkenal: "Atman = Brahman".

(Ini adalah pengertian yang benar [menurut Hinduisme] tentang 'atman' dan
'brahman'. Jadi, ungkapan yang sering kita dengar di kalangan awam: "atman
adalah bagian dari brahman" adalah tidak tepat: 'atman' bukan "lebih kecil"
atau
"bagian" dari 'brahman', melainkan 'atman' adalah identik dengan 'brahman'.)

Kembali kepada Agama Buddha, bila orang berhasil mencapai Penerangan Sempurna,
maka ia telah mematahkan ikatannya kepada badan dan jiwanya, yang selama ini
dianggapnya sebagai dirinya yang sejati. Ia akan melihat dan menghayati
sejelas-jelasnya ketiga corak eksistensi ini: (1) tidak kekal; (2) tidak
memuaskan, dan (3) tanpa-diri. Kesadarannya akan "masuk" ke dalam kesadaran
transendental (Buddhis: keadaan 'lokuttara' -- dari 'loka + uttara' =
"mengatasi dunia"). Keadaan inilah yang disebut 'nirwana'. ('Nirwana' sendiri
berarti "padam": padamnya 'loba' [keserakahan], 'dosa' [kebencian] dan 'moha'
[ketidaktahuan], yang menjadi ciri dasar manusia yang belum mencapai Penerangan
Sempurna.)

Buddha Gautama sendiri mencapai Penerangan Sempurna pada usia 35 tahun, setelah
mengasingkan diri selama 6 tahun. Pada usia 35 tahun itulah dikatakan "Ia
'masuk' ke Nirwana." Setelah itu badan dan jiwanya masih hidup selama 45 tahun
lagi, sampai wafat pada usia 80 tahun.

Di lain pihak, dalam Agama Buddha pun dikenal 'swarga' dan 'naraka' [kedua kata
itu berasal dari bahasa Sanskrit] yang bertingkat-tingkat. Kehidupan makhluk
yang dalam agama Buddha dipercaya berlangsung berulang-ulang, bukan hanya
terjadi di alam dunia ini saja, melain bisa pula lahir dan mati di alam-alam
neraka dan surga. Masing-masing berlangsung menurut hukum sebab-akibat yang
disebut "Hukum Karma-Phala" [Hukum Perbuatan dan Buah/Pahalanya]. Baik
kehidupan di neraka maupun kehidupan di surga bukanlah kehidupan kekal. Para
dewa yang tinggal di surga itu mempunyai masa hidup, sekalipun lamanya beribu
atau berjuta tahun. Setelah berakhir masa hidupnya, para dewa itu pun akan
lenyap dari alamnya ["mati"] dan lahir kembali di alam lain [mungkin di alam
dunia lagi], meneruskan proses perjalanan karma-phalanya.

Tentang definisi 'nirwana' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip
Sdr Yohannes itu, definisi (2) dan (3) adalah pengertian awam yang "salah
kaprah" tentang nirwana. Definisi (1) sudah mendekati kebenaran, tapi masih
perlu "disempurnakan" lagi: (a) "berakhirnya kelahiran kembali" bagi orang yang
telah mencapai Penerangan Sempurna bukan hanya di alam dunia tetapi juga di
alam-alam lain -- mereka tidak akan lahir kembali di alam mana pun juga; (b)
"wujud eksistensi" yang disebut-sebut dalam definisi itu tidak lagi relevan
bagi mereka yang telah mencapai Penerangan Sempurna, karena justru semua "wujud
eksistensi" itulah yang mengikat makhluk-makhluk dalam pandangan yang keliru
tentang hakikat dirinya.

Demikianlah sekelumit perkenalan dengan kerangka berpikir Buddhis dan Hindu.
Tentu masih banyak pertanyaan yang akan muncul dari penjelasan yang singkat
ini. Bila masih ada yang ingin diketahui lebih dalam, saya akan mencoba
menjelaskannya dengan senang hati.

Salam,
Hudoyo

Senyum Buddha

Berwisata tidak selalu harus menuruti petunjuk brosur wisata standar. Brian Jonston menuturkan apa yang dia temukan di suatu tempat terpencil di Propinsi Sichuan, Cina, yang dimuat dalam The Straits Times

kop_lang2.jpg (17770 bytes)Orang Amerika itu nyaris pas dengan stereotip turis-turis dari negara Paman Sam: setengah baya, gemuk, berpakaian agak norak. Keringat bercucuran di dahinya. Begitu melihat saya, hampir-hampir saya ditubruknya lantaran lega. Agaknya, selain kami berdua, tak ada lagi orang asing di Dazu.

"Hotelnya sungguh payah," katanya. (Memang.) "Dengan apa Anda ke sini? Saya naik bus umum dari Chongqing. Huh, menderita!" Nada bicaranya seolah "menuduh" kalau bus umum menjadi sarana untuk menyiksa orang. Namun, harus diakui, di Cina terkadang memang demikian.

Saya juga tiba dengan bus, setelah melalui perjalanan sejauh 160 km dari Chongqing. Satu-satunya rute lain yang dapat ditempuh untuk mencapai kawasan terpencil di Propinsi Sichuan ini adalah jalur kereta api dari Youting, yang jaraknya 30 km dari Dazu.

Sichuan yang luasnya 567.000 km2 termasuk propinsi dengan jumlah penduduk yang padat. Hampir 10% populasi Cina berdiam di sini. Iklimnya pas untuk bercocok tanam. Hangat di musim panas dan tidak terlalu dingin di musim dingin sehingga memungkinkan kegiatan pertanian berlangsung sepanjang tahun. Padi menjadi tanaman utama. Juga tanaman minyak lobak yang memasok kebutuhan minyak goreng di Cina. Pada akhir bulan Maret dataran penuh dengan warna kuning, bunga tanaman minyak lobak itu. Sementara di tepian tanaman tumbuh pohon murbei yang menyediakan daun bagi ulat sutera yang banyak dibudidayakan.

Sayangnya, wilayah yang indah di Dazu ini jarang mendapat perhatian wisatawan. Barangkali karena terpencil. Namun, justru karena tempatnya begitu mojok, pahatan pada dinding gua dan patung-patung batu yang terkenal di sana bisa bertahan sampai kini. Telah ratusan tahun tersembunyi, tak terjamah tangan-tangan jahil dan usil.

Cina memang kaya warna. Selain keramik yang sudah mendunia, pahatan pada dinding batu seperti di Dazu pun luar biasa unik. Sekarang, situs itu menjadi salah satu situs Budha terpenting di Cina. Di sana terdapat hampir 50.000 karya ukiran batu berasal dari abad IX - XIII, tersebar di 40 lokasi, (setingkat) Kabupaten Dazu.

Begitu melihat koleksi yang tersebar di sini, hilanglah segala rasa letih dan derita akibat naik bus dari Chongqing. Begitu banyak patung terkonsentrasi di wilayah ini, rupanya faktor kebetulan historis belaka. Pada masa antara akhir Dinasti Tang (907) sampai akhir Dinasti Song Selatan (1279), banyak penyair, seniman, dan pemahat datang ke Propinsi Sichuan, yang waktu itu merupakan pusat studi. Pada saat yang sama, raja-raja lokal mendukung kehidupan beragama dan aktivitas seni, sehingga tercipta patung-patung pahatan bertema ajaran Budha yang artistik.

Masih utuh setelah 800 tahun
Menurut catatan, seni pahat Dazu baru berkembang empat abad setelah munculnya seni pahat lain di Cina, yang bertema ajaran Budha, dan sudah lebih dikenal. Tampilan Budhanya lebih sederhana, sementara corak dan tema yang digarap bukan keagamaan semata, tetapi juga bersangkut paut dengan kehidupan keseharian.

lang23.jpg (22994 bytes)

Patung Buddha Tidur menuju nirwana (Insight Guides China)

Patung Budha pertama di wilayah ini terpahat di Beishan (Gunung Utara), beberapa kilometer di luar Kota Dazu. Konon, patung buatan tahun 892 itu dibuat atas perintah seorang komandan militer yang alim yang memerintah wilayah Sichuan Timur bernama Wei Junjing. Ternyata proyek itu seperti sebuah luncuran bola salju, menyuburkan kehidupan keagamaan dan memancing datangnya semakin banyak pemahat selama lebih dari dua abad. Akhirnya, ada lebih dari 10.000 karya pahat berjajar memanjang di sepanjang bukit batu itu.

Kini, setelah berumur 800-an tahun karya-karya pahatan batu itu banyak yang telah mengalami pelapukan berat; bentuk dan lekukannya kabur, bahkan sebagian ada yang kehilangan anggota badannya. Namun, ada juga yang masih apik lantaran terlindungi oleh bebatuan yang memayungi dari atas.

Di gua bernama Roda Alam Semesta, ada sebuah lingkaran batu dengan ukiran yang rumit, menggambarkan siklus kehidupan yang harus dialami manusia dan ajaran-ajaran Budha. Tak jauh dari situ ada Sang Dewi Welas Asih (Dewi Kwan Im) memegang tasbih dengan jari-jarinya yang halus. Ada juga patung-patung kaisar, biksu, pagoda-pagoda, dan kuil-kuil mungil. Relief-relief menggambarkan burung hong, naga, ular, dan burung-burung eksotis.

Lima belas kilometer timur laut Dazu, ada Baodingshan (Gunung Harta Karun) yang sangat mudah dicapai dengan bus umum. Di sini terdapat 10.000 pahatan yang tersembunyi di lembah berbentuk tapal kuda tepat di bawah sebuah biara. Pahatan-pahatan di gua itu termasuk pahatan hebat terakhir di Cina, dikerjakan di sepanjang permukaan tebing terjal hanya selama kurun waktu 70 tahun, antara 1179 - 1249. Kumpulan karya pahatan itu rupanya dirancang serius. Reliefnya saling berhubungan membentuk cerita. Ceritanya tidak begitu menonjolkan religiusitas dan corak gambarnya lebih realistis dibandingkan dengan yang ada di Beishan.

Kebanyakan karya pahatan itu masih dalam keadaan baik, sebagian berkat sistem drainase yang baik di dalam gua. Pipa yang tersembunyi di belakang bukit berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan. Sangat tipikal Cina, perpaduan unsur seni kuno dan teknologi.

Dewi Kwan Im setinggi 3 m
Titik sentral objek di Baodingshan adalah patung Budha Tidur yang amat besar, lebih dari 30 m panjangnya. Ia berbaring miring, menyandar pada siku saat memasuki nirwana, dengan sunggingan senyum dan ekspresi kebahagiaan penuh di wajahnya. Pahatan itu berukuran sangat besar sampai-sampai ruangan tidak cukup seandainya patung dibentuk utuh. Budha yang tergolek itu terpotong di bagian lutut oleh dinding bukit yang berbelok pas pada lengkungan tapal kuda. Namun karya pahat Budha itu tampak elok, menggambarkan pencerahan dan kebebasan spiritual.

Tak jauh dari situ, pada dinding gua terpahat miniatur bunga-bunga, kuil, dan makhluk-makhluk surgawi. Ada sekumpulan ukiran yang bertemakan kasih sayang orang tua. Di situ ditunjukkan gambaran kehamilan, kelahiran, bayi sedang menyusu, dan masa kanak-kanak. Tertulis di papan, "The Loving Kindness of Mother".

Ada pula gambaran bentuk hukuman yang diterima bila orang tidak berbakti kepada orang tua, merupakan perkawinan antara tradisi Budha dan Konfusius. Di gua lain terdapat pahatan Sang Dewi Welas Asih yang tingginya 3 m dan bertangan seribu, semuanya meraih ke arah luar dari dinding. Pahatan jari-jari yang terpentang dari semua tangan itu meliputi luas 80 m2. Karena tergambar di belakang sang dewi, jari-jari itu kelihatan seperti ekor merak. Pada telapak setiap tangan dipahat juga gambar mata yang berwarna, menyimbolkan kebijaksanaan. Banyak tangan yang sedang memegang tasbih, ada juga yang memegang kuil mungil. Keseluruhan patung ini berwarna emas, biru, dan hijau-biru.

Ada roda lain di Baodingshan, yang dipegang oleh makhluk besar dengan mata melotot dan taring menonjol, menyimbolkan enam masa peralihan yang harus dijalani oleh makhluk hidup, termasuk manusia.

Hukuman sadis bagi yang amoral
Bagi yang tindak tanduknya tidak bermoral, salah satu altar menguraikan berbagai macam hukuman kejam. Namun, pelbagai pahatan yang cukup menyeramkan itu justru termasuk yang paling asyik dinikmati. Bahkan beberapa patung, seukuran setengah manusia, benar-benar terlihat berdiri bebas, bukan berupa pahatan, sehingga tampak semakin hidup.

Misalnya saja, ada setan berkepala kuda sedang menenteng seorang manusia pada rambut dan kakinya, dan sedang berancang-ancang hendak melemparkan manusia malang itu ke dalam minyak mendidih! Monster lain yang juga berkepala kuda, berbaju zirah, lari sambil menghunjamkan tombak ke tubuh seseorang. Ada lagi seorang pendosa tampak digambarkan menjelang dicabik tubuhnya jadi empat oleh tarikan empat ekor kuda. Yang lain dilumatkan di bawah putaran batu gerinda dengan mata gerinda bergerigi tajam. Di sekitarnya ada hantu menggeliat mengerikan di dalam siksaan abadi. Menderita di lautan api, kelaparan, banjir, dan kedinginan.

Di tengah suasana seram tampak seorang figur menyendiri yang dikenal sebagai Si Pemelihara Ayam. Dosa perempuan ini adalah suka membunuh binatang, yang bertentangan dengan ajaran Budha. Hukumannya tidak ditunjukkan, tetapi dia tampaknya bisa duduk tenang dan cukup bahagia, sambil menaburkan biji-bijian dari keranjang kepada ayam-ayam di dekatnya.

Sesudah melewati semua pemandangan mengerikan itu, dengan lega kita tiba pada adegan terakhir. Pada dinding tebing tergambar pemandangan pedesaan yang menyenangkan. Kerbau sedang minum di sungai bening beriak dan para petani meniup suling.

"Adegan yang terakhir ini dipahat sedemikian bagusnya sehingga seolah-olah kerbau dan gembalanya setiap saat siap datang bila Anda panggil," demikian bunyi salah satu selebaran berpromosi.

Kenyataannya, Baodingshan dikitari pemandangan yang tidak banyak berbeda. Hamparan sawah tampak sejauh mata memandang. Kalau diperhatikan laksana lukisan bercorak kuning dan hijau muda yang mewakili gambaran padi yang masih muda dengan padi siap panen. Di kejauhan beberapa petani berjalan memeriksa tanaman kalau-kalau ada burung yang menggerogoti bulir padi. Bahkan ada kerbau yang sama seperti tergambar di pahatan tadi. (*/yan)

Berwisata tidak selalu harus menuruti petunjuk brosur wisata standar. Brian Jonston menuturkan apa yang dia temukan di suatu tempat terpencil di Propinsi Sichuan, Cina, yang dimuat dalam The Straits Times

kop_lang2.jpg (17770 bytes)Orang Amerika itu nyaris pas dengan stereotip turis-turis dari negara Paman Sam: setengah baya, gemuk, berpakaian agak norak. Keringat bercucuran di dahinya. Begitu melihat saya, hampir-hampir saya ditubruknya lantaran lega. Agaknya, selain kami berdua, tak ada lagi orang asing di Dazu.

"Hotelnya sungguh payah," katanya. (Memang.) "Dengan apa Anda ke sini? Saya naik bus umum dari Chongqing. Huh, menderita!" Nada bicaranya seolah "menuduh" kalau bus umum menjadi sarana untuk menyiksa orang. Namun, harus diakui, di Cina terkadang memang demikian.

Saya juga tiba dengan bus, setelah melalui perjalanan sejauh 160 km dari Chongqing. Satu-satunya rute lain yang dapat ditempuh untuk mencapai kawasan terpencil di Propinsi Sichuan ini adalah jalur kereta api dari Youting, yang jaraknya 30 km dari Dazu.

Sichuan yang luasnya 567.000 km2 termasuk propinsi dengan jumlah penduduk yang padat. Hampir 10% populasi Cina berdiam di sini. Iklimnya pas untuk bercocok tanam. Hangat di musim panas dan tidak terlalu dingin di musim dingin sehingga memungkinkan kegiatan pertanian berlangsung sepanjang tahun. Padi menjadi tanaman utama. Juga tanaman minyak lobak yang memasok kebutuhan minyak goreng di Cina. Pada akhir bulan Maret dataran penuh dengan warna kuning, bunga tanaman minyak lobak itu. Sementara di tepian tanaman tumbuh pohon murbei yang menyediakan daun bagi ulat sutera yang banyak dibudidayakan.

Sayangnya, wilayah yang indah di Dazu ini jarang mendapat perhatian wisatawan. Barangkali karena terpencil. Namun, justru karena tempatnya begitu mojok, pahatan pada dinding gua dan patung-patung batu yang terkenal di sana bisa bertahan sampai kini. Telah ratusan tahun tersembunyi, tak terjamah tangan-tangan jahil dan usil.

Cina memang kaya warna. Selain keramik yang sudah mendunia, pahatan pada dinding batu seperti di Dazu pun luar biasa unik. Sekarang, situs itu menjadi salah satu situs Budha terpenting di Cina. Di sana terdapat hampir 50.000 karya ukiran batu berasal dari abad IX - XIII, tersebar di 40 lokasi, (setingkat) Kabupaten Dazu.

Begitu melihat koleksi yang tersebar di sini, hilanglah segala rasa letih dan derita akibat naik bus dari Chongqing. Begitu banyak patung terkonsentrasi di wilayah ini, rupanya faktor kebetulan historis belaka. Pada masa antara akhir Dinasti Tang (907) sampai akhir Dinasti Song Selatan (1279), banyak penyair, seniman, dan pemahat datang ke Propinsi Sichuan, yang waktu itu merupakan pusat studi. Pada saat yang sama, raja-raja lokal mendukung kehidupan beragama dan aktivitas seni, sehingga tercipta patung-patung pahatan bertema ajaran Budha yang artistik.

Masih utuh setelah 800 tahun
Menurut catatan, seni pahat Dazu baru berkembang empat abad setelah munculnya seni pahat lain di Cina, yang bertema ajaran Budha, dan sudah lebih dikenal. Tampilan Budhanya lebih sederhana, sementara corak dan tema yang digarap bukan keagamaan semata, tetapi juga bersangkut paut dengan kehidupan keseharian.

lang23.jpg (22994 bytes)

Patung Buddha Tidur menuju nirwana (Insight Guides China)

Patung Budha pertama di wilayah ini terpahat di Beishan (Gunung Utara), beberapa kilometer di luar Kota Dazu. Konon, patung buatan tahun 892 itu dibuat atas perintah seorang komandan militer yang alim yang memerintah wilayah Sichuan Timur bernama Wei Junjing. Ternyata proyek itu seperti sebuah luncuran bola salju, menyuburkan kehidupan keagamaan dan memancing datangnya semakin banyak pemahat selama lebih dari dua abad. Akhirnya, ada lebih dari 10.000 karya pahat berjajar memanjang di sepanjang bukit batu itu.

Kini, setelah berumur 800-an tahun karya-karya pahatan batu itu banyak yang telah mengalami pelapukan berat; bentuk dan lekukannya kabur, bahkan sebagian ada yang kehilangan anggota badannya. Namun, ada juga yang masih apik lantaran terlindungi oleh bebatuan yang memayungi dari atas.

Di gua bernama Roda Alam Semesta, ada sebuah lingkaran batu dengan ukiran yang rumit, menggambarkan siklus kehidupan yang harus dialami manusia dan ajaran-ajaran Budha. Tak jauh dari situ ada Sang Dewi Welas Asih (Dewi Kwan Im) memegang tasbih dengan jari-jarinya yang halus. Ada juga patung-patung kaisar, biksu, pagoda-pagoda, dan kuil-kuil mungil. Relief-relief menggambarkan burung hong, naga, ular, dan burung-burung eksotis.

Lima belas kilometer timur laut Dazu, ada Baodingshan (Gunung Harta Karun) yang sangat mudah dicapai dengan bus umum. Di sini terdapat 10.000 pahatan yang tersembunyi di lembah berbentuk tapal kuda tepat di bawah sebuah biara. Pahatan-pahatan di gua itu termasuk pahatan hebat terakhir di Cina, dikerjakan di sepanjang permukaan tebing terjal hanya selama kurun waktu 70 tahun, antara 1179 - 1249. Kumpulan karya pahatan itu rupanya dirancang serius. Reliefnya saling berhubungan membentuk cerita. Ceritanya tidak begitu menonjolkan religiusitas dan corak gambarnya lebih realistis dibandingkan dengan yang ada di Beishan.

Kebanyakan karya pahatan itu masih dalam keadaan baik, sebagian berkat sistem drainase yang baik di dalam gua. Pipa yang tersembunyi di belakang bukit berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan. Sangat tipikal Cina, perpaduan unsur seni kuno dan teknologi.

Dewi Kwan Im setinggi 3 m
Titik sentral objek di Baodingshan adalah patung Budha Tidur yang amat besar, lebih dari 30 m panjangnya. Ia berbaring miring, menyandar pada siku saat memasuki nirwana, dengan sunggingan senyum dan ekspresi kebahagiaan penuh di wajahnya. Pahatan itu berukuran sangat besar sampai-sampai ruangan tidak cukup seandainya patung dibentuk utuh. Budha yang tergolek itu terpotong di bagian lutut oleh dinding bukit yang berbelok pas pada lengkungan tapal kuda. Namun karya pahat Budha itu tampak elok, menggambarkan pencerahan dan kebebasan spiritual.

Tak jauh dari situ, pada dinding gua terpahat miniatur bunga-bunga, kuil, dan makhluk-makhluk surgawi. Ada sekumpulan ukiran yang bertemakan kasih sayang orang tua. Di situ ditunjukkan gambaran kehamilan, kelahiran, bayi sedang menyusu, dan masa kanak-kanak. Tertulis di papan, "The Loving Kindness of Mother".

Ada pula gambaran bentuk hukuman yang diterima bila orang tidak berbakti kepada orang tua, merupakan perkawinan antara tradisi Budha dan Konfusius. Di gua lain terdapat pahatan Sang Dewi Welas Asih yang tingginya 3 m dan bertangan seribu, semuanya meraih ke arah luar dari dinding. Pahatan jari-jari yang terpentang dari semua tangan itu meliputi luas 80 m2. Karena tergambar di belakang sang dewi, jari-jari itu kelihatan seperti ekor merak. Pada telapak setiap tangan dipahat juga gambar mata yang berwarna, menyimbolkan kebijaksanaan. Banyak tangan yang sedang memegang tasbih, ada juga yang memegang kuil mungil. Keseluruhan patung ini berwarna emas, biru, dan hijau-biru.

Ada roda lain di Baodingshan, yang dipegang oleh makhluk besar dengan mata melotot dan taring menonjol, menyimbolkan enam masa peralihan yang harus dijalani oleh makhluk hidup, termasuk manusia.

Hukuman sadis bagi yang amoral
Bagi yang tindak tanduknya tidak bermoral, salah satu altar menguraikan berbagai macam hukuman kejam. Namun, pelbagai pahatan yang cukup menyeramkan itu justru termasuk yang paling asyik dinikmati. Bahkan beberapa patung, seukuran setengah manusia, benar-benar terlihat berdiri bebas, bukan berupa pahatan, sehingga tampak semakin hidup.

Misalnya saja, ada setan berkepala kuda sedang menenteng seorang manusia pada rambut dan kakinya, dan sedang berancang-ancang hendak melemparkan manusia malang itu ke dalam minyak mendidih! Monster lain yang juga berkepala kuda, berbaju zirah, lari sambil menghunjamkan tombak ke tubuh seseorang. Ada lagi seorang pendosa tampak digambarkan menjelang dicabik tubuhnya jadi empat oleh tarikan empat ekor kuda. Yang lain dilumatkan di bawah putaran batu gerinda dengan mata gerinda bergerigi tajam. Di sekitarnya ada hantu menggeliat mengerikan di dalam siksaan abadi. Menderita di lautan api, kelaparan, banjir, dan kedinginan.

Di tengah suasana seram tampak seorang figur menyendiri yang dikenal sebagai Si Pemelihara Ayam. Dosa perempuan ini adalah suka membunuh binatang, yang bertentangan dengan ajaran Budha. Hukumannya tidak ditunjukkan, tetapi dia tampaknya bisa duduk tenang dan cukup bahagia, sambil menaburkan biji-bijian dari keranjang kepada ayam-ayam di dekatnya.

Sesudah melewati semua pemandangan mengerikan itu, dengan lega kita tiba pada adegan terakhir. Pada dinding tebing tergambar pemandangan pedesaan yang menyenangkan. Kerbau sedang minum di sungai bening beriak dan para petani meniup suling.

"Adegan yang terakhir ini dipahat sedemikian bagusnya sehingga seolah-olah kerbau dan gembalanya setiap saat siap datang bila Anda panggil," demikian bunyi salah satu selebaran berpromosi.

Kenyataannya, Baodingshan dikitari pemandangan yang tidak banyak berbeda. Hamparan sawah tampak sejauh mata memandang. Kalau diperhatikan laksana lukisan bercorak kuning dan hijau muda yang mewakili gambaran padi yang masih muda dengan padi siap panen. Di kejauhan beberapa petani berjalan memeriksa tanaman kalau-kalau ada burung yang menggerogoti bulir padi. Bahkan ada kerbau yang sama seperti tergambar di pahatan tadi. (*/yan)

Senin, 10 Maret 2008

pantangan untuk berbicara kotor

Bagian kedelapan

Bagian ini untuk menasehati orang agar tidak berbicara kotor dan cabul. TUHAN memberikan kita mulut ini untuk minum, makan, dan berbicara kata-kata yang baik. Walaupun tidak diharuskan setiap kali mengeluarkan kata-kata emas, tapi paling tidak janganlah berbicara hal yang dapat mengurangi kebajikkan kita dan hindarilah semua gossip-gosip yang tidak perlu.

Kalau dalam perjamuan makan, janganlah membicarakan masalah sex dan mengeluarkan kata-kata kotor. Meskipun tidak bias merusak organ tubuh kita, tapi secara tidak langsung akan meerusak kepribadian kita dan yang lebih celaka lagi dapat mengurangi rejeki kita sendiri. Bahkan ada yang mengalami kesusahan dan mendatangkan malapetaka. Harus diingat ! hanya karena berbicara kata kotor saja, dalam waktu yang singkat dapat mengakibatkan penderitaan yang panjang. Kalau sudah terjadi menyesalpun terlambat.

Cerita 1

Dikecamatan Cia Sing, ada seorang pelajar yang bernama Li Ting. Biasanya kalau mendengar temannya berbicara wanita serta masalah sex, dia langsung bergegas menghindarinya atau kadangkala dengan kata-kata keras menasehati teman-temannya. Dia sebenarnya tidak bermaksud untuk mengikuti ujian Negara. Tapi karena dipaksa teman-temannya, maka dia akhirnya ikut serta dalam ujian tersebut.

Ada satu malam, dia bermimpi ayahnya yang telah meninggal dunia datang dan berkata, “Tidak jauh dari sini seorang murid yang seharusnya pada tahun ini lulus ujian dan menjabat sebagai bupati. Lalu tahun depan, tepatnya pada musim semi akan naik pangkat menjadi wakil pejabat. Tapi karena bulan lalu dia memperkosa seorang gadis, namanya pun dihapus dari catatan emas. Wen Chang Ti Cin tahu bahwa dirimu sering. Kekuatan pasukkan yang sangat besar sehingga membuat hati rakyat menjadi tidak tenang. Mentri Liu mengadakan perjamuan dengan mengundang jendral-jendral negeri Chi karena mementingkan keadaan rakyat. Dalam perjamuan tersebut, ada wanita penari dan penyanyi. Sesudah perjamuan itu selesai, ada satu diantaranya duduk dipangkuan Liu Sia Huei dan menggodanya, namun hati nya tidak goyah, setelah matahari terbit barulah wanita itu pergi. Melihat kecantikkan namun tak tergoyah sepertinya, memang harus mempunyai pembinaan yang cukup, namun Liu Sia Huei sudah mempunyai istri, sehingga dia tidak kekurangan apa-apa lagi. Pemuda Lu lebih hebat lagi, dia baru berusia tiga puluh tahun dan belum menikah, tetapi dapat menolak janda muda itu, inilah baru seorang budiman yang sempurna !.

Kembali kementri Liu. Akhirnya jendral-jendral negeri Chi tergugah hatinya oleh semua tindakan menteri Liu Sia Huei, dan memperingatkan semua bawahannya bahwa barang siapa uang melanggar moral kebajikkan dan ketahuan telah berzinah, maka akan segera dieksekusi.

Nabi Khong Ce memuji seraya berkata, “Ada dua orang seperti mereka yang membuat nama negeri Lu menjadi terkenal dan patut untuk dibanggakan !”

Yu Cheng mengatakan, “Lebih baik menutup pintu bertemu mauka, untuk apa setelah duduk dipangkuan barulah hati tak goyah”. Kata-kata Yu Cheng mungkin berawal dari kisah diatas ini.

Cerita 2

Fong Kung, pada suatu hari sembari membawa payung dan keranjang bambu menuju kesawah. Ditengah perjalanan tiba-tiba turun hujan yang amat deras dan ada seoarng nyonya muda datang kepadanya untuk meminjam payung. Wajah nyonya itu sangat cantik jelita, sehingga setiap orang yang melihatnya pasti akan terpesona. Namun dia tidaklah terlena oleh kecantikannya dan meminjamkan payungnya itu.

Sang nyonya itu berkata, “marilah kita memakai payung ini bersama-sama, kalau tidak anda pasti akan kehujanan nantinya”.

Namun Fong Kung menolaknya dan berkata, “Antara pria dan wanita memang boleh saling meminjam barang, tetapi tetap harus menjaga jarak. Jadi mana boleh kita sepayung bersama. Kamu pergilah sendiri ! saya masih ada keranjang bambu yang dapat dipakai”.

Nyonya muda tetap saja memaksa, melihat ini dia menjadi tidak senang dan segera meninggalkan temapt itu. Sesampainya dirumah, payungnya sudah berada diatas meja, dia merasa amat terkejut. Malam itu juga dia memimpikan seorang Dewa berkata kepadanya, “Kamu melihat kecantikkan, namun hatimu tidak goyah. Kelebihanmu ini bukan bohong belaka. Aku telah mendapatkan perintah dari Yang Maha Kuasa untuk memberimu keturunan yang baik”. Ternyata memang betul, semua keturunannya menjadi pejabat dan nama harum sepanjang masa.

Minggu, 09 Maret 2008

memilih istri yang arif

Bagian kesepuluh

Bagian ini menasehati orang-orang agar memilih istri yang arif serta baik. Pernikahan merupakan masalah penting dalam kehidupan, kalau bisa mendapatkan seorang istri yang dapat berbakti pada mertua, mencintai suami, menyayangi anak-anaknya, hormat terhadap seluruh sanak famili, ini adalah rejeki terbesar seumur hidup. Lalu bagaimana memilih seorang istri semacam itu ? orang dahulu mengatakan bahwa seorang istri yang baik harus memiliki empat kategori kebajikkan, antara lain berkepribadian bijak, halus dalam tutur kata, rajin mengurus rumah tangga serta rapi dalam penampilan. Kalau kita hanya terburu nafsu dan terbawa emosi, tidak mendengar nasehat dari orang tua, tidak perduli akan masa depan, maka akhirnya akan mendapatkan istri jahat yang tiada kebajikkan dan seumur hidup menyesalinya.

Cerita 1

Thai Jen, putri kedua dari Ce Cong Se adalah ibu kandung dari Chou Wen Wang. Dia berkepribadian halus serta mempunyai kebajikkan, sehingga Chou Wen Ci mengambil sebagai selir. Semasa dia hamil, mata tidak melihat yang cabul, telinga tidak mendengar yang sesat, mulut tidak berkata kotor. Justru karena kebajikkan nya yang seperti inilah, baru dapat melahirkan Wen Wang yang akhirnya menjadi seorang kaisar bijak yang memiliki rasa bakti, welas asih serta kesetiaan.

Wen Wang semasa kecil sudah diajari tata krama, sajak dan kitab-kitab kuno oleh ibunya. Mendengar satu mengerti sepuluh, sehingga dapat menjadi seorang pemimpin yang memberikan kebahagiaan bagi rakyat. Semua ini adalah jasa dan jerih payah dari Thai Jen !

Selama masa kehamilan harus lebih berhati-hati. Kalau ingin mendapatkan anak yang saleh, itu semua tergantung dari masa kehamilan tersebut. Misalnya selama kehamilan sering emosi, maka anaknya kelak akan sering emosi juga. Selama kehamilan sering risau dan sedih, maka anaknya kelak akan sering risau dan sedih, maka dari itu selama kehamilan haruslah mempunyai perasaan yang stabil dan melakukan olahraga yang berfaedah bagi jasmani serta rohani, perhatikan juga pengaturan pengobatan dalam kehidupan, itu semua sangat mudah dilakukan.

Cerita 2

Si Yun, karena menikah dengan nona Juan yang berparas amat buruk, sehingga, setelah selesai upacara, dia mengunakan berbagai alasan untuk tidak masuk kekamar pengantin. Beberapa hari kemudian, kebetulan dia melewati kamar itu dan langsung ditarik masuk oleh istrinya yang bermarga Juan itu.

Setelah duduk dikursi, Si Yun lalu bertanya, “Seorang istri seharusnya memiliki empat kebajikkan, kamu memiliki berapa ?”

Juan menjawab, “Aku memiliki tiga diantaranya, hanya paras wajahku yang buruk saja”. Kemudian langsung berbalik bertanya, ”Sebagai pria harus memiliki segala kelakuan yang baik, kamu sudah memiliki berapa persen ?”

“Semuanya kumiliki”, jawabnya dengan bangga.

Juan berkata lagi, “berkelakuan atas dasar moral kebajikkan merupakan yang utama. Namun anda hanya menyukai kecantikkan, tidak mementingkan kebajikkan, bagaimana dapat termasuk memiliki kelakuan yang baik ?”

Si Yun begitu mendengar perkataan itu, wajahnya menjadi merah karena malu. Sejak itu mereka berdua saling menghormati, Si Yun sebagai pejabat setempat kalau ada masalah, dia akan membahasnya dengan Juan dan akhirnya mendapatkan keputusan yang sempurna. Dikarenakan Si Yun menunaikan tugasnya dengan baik, maka dia pun naik pangkat TUHAN mengaruniai mereka 2 anak kecil yang lucu-lucu. Benar kata orang bahwa mempunyai seorang istri yang bijaksana dapat membantu kita dalam segala hal, maka dari itu jangan hanya menilai dari paras wajahnya saja.

Po Yin Cin bersyair,

“Utamakan kebajikkan, jangan tamak akan kecantikkan,

Yang melanggar, akhirnya mendapatkan kena-asan,

Kalau tidak percaya, buktinya adalah kisah Juan,

Berkebajikkan, membantu suami menuju kejayaan”.

Kamis, 06 Maret 2008

Riwayat Yang Suci Kwan Kong

Riwayat Yang Suci Kwan Kong

Klenteng Kwan Kong Manado

T.I.TD Kwan Seng Ta Tie
(Kwan Kong)
Jln. D.I. Panjaitan No. 193
Manado - Sulawesi Utara
Indonesia

Kwan Kong lahir pada tahun 162 Masehi, Bulan 6 Tanggal 24 Imlek di Propinsi Shan Shi jaman Sam Kok (Tiga Kerajaan).

Ayah Kwan Kong bernama Shi Pan, alias Bun Ci, kakek Kwan Kong bernama I Gee alias Too wan.

Kwan Kong memiliki tinggi 9 kaki 6 cun atau 240 cm. Nama asli Kwan Kong adalah Kwan In Tiang atau Kwan Ie, Kwan Kong meninggal pada usia 58 tahun.

Kwan kong mengangkat saudara sehidup semati dengan Lau Pie atau Hian Tik dan Thio Hui atau Ik Tik di kebun persik milik Thio Hui.

Mereka bersujud kehadirat Thian, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan bersama-sama mengucapkan, “kami Lau Pie, Kwan Ie, dan Thio hui bertiga, biarpun kami bertiga berlainan marga dengan setulus hati kami berjanji terikat

sebagai kakak dan adik, dengan bersatu hati percaya pada tenaga akan menolong masyarakat dari penderitaan dan membebaskannya dari bahaya, ke atas melindungi negeri dan ke bawah menyelamatkan rakyat banyak. Tuhan Yang Maha Besar, Maha Esa dan Tho Thi Malaikat Bumi, menyaksikan kesungguhan hati kami. Bila kami mengingkari kebenaran dan melupakan kasih Tuhan Yang Maha Esa dan manusia akan menghukumku”. Dari sinilah mereka terkenak dengan 3 serangkai atau Too Wan Kiat Gie, sejak kecil Kwan Kong Senang membaca dan mempelajari kitab-kitab suci dari Nabi Khong Cu, seperti Kitab I Ching ( Kitab tentang kejadian dan Perubahan ) dan Kitab Chun Chiu ( Kitab tentang Sejarah musim semi dan musim rontok ).

Kwan Kong hidup berbakti, rendah hati, setia, dapat dipercaya , susila, menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, suci hati, tahu malu, inilah sikap Kwan Kong dengan 8 jalan kebajikan yang selalu di dekap teguh dalam perilaku budi kebajikan dari mana datangnya tidak akan dilupakan. Dengan sifat-sifat inilah orang banyak menghormati dan memujanya maka jadilah Panglima Kwan Kong sebagai lambang Kesetiaan dan Kejujuran sepanjang jaman.

Dibawah ini ada menceritakan Kesetiaan dan bagaimana Kwan Kong tahu membalas Budi (Kisah di Sam Kok / Tiga Kerajaan). Cao Cao pada waktu itu makin hari kekuatan tentaranya makin kuat dan berkuasa, sampai-sampai kaisar pun harus memperoleh ijin terlebih dahulu padanya apabila akan menemui seseorang.

Cao Cao berusaha menyingkirkan Lau Pie (Liu Pei kakak angkat Kwan Kong) yang dianggap Cao Cao duri dalam dagingnya, maka Cao Cao menggempur Kota Liu Pei, Liu Pei dan Thio Hui adik Kwan Kong berusaha menahan serbuan pasukan Cao Cao karena pasukan Cao Cao yang sangat banyak waktu itu maka Liu Pei dan Thio Hui melarikan diri dengan cara berpencar diikuti oleh tentaranya, lalu Cao Cao mengerahkan pasukannya menggempur kota yang dijaga Kwan Kong. Di kota ini ada keluarga Liu Pei karena tentara yang dimiliki Kwan Kong kalah banyak jumlahnya membuat Kwan Kong terkepung di sebuah bukit.

Cao Cao yang telah lama mengagumi pribadi Kwan Kong berusaha menarik Kwan Kong agar mau pindah berpihak kepadanya, menyadari resiko dan tanggungjawabnya akan keselamatan keluarga Liu Pei Kakaknya, Kwan Kong memutuskan menyerah tapi dengan syarat bahwa walaupun untuk Cao Cao Ia tetap setia pada Kakaknya Liu Pei. Dan begitu tau dimana Kakaknya Liu Pei berada, ia akan segera pergi untuk bergbung dan meninggalkan Cao Cao. Mendengarkan syarat ini mula-mula Cao Cao ragu-ragu menerima syarat tersebut, tapi Cao Cao beranggapan bahwa apabila ia berubah baik dan melayani dengan baik, tentu akhirnya Kwan Kong akan memihaknya dan melupakan Liu Pei Kakaknya.

Begitulah Kwan Kong bersama-sama Cao Cao dan Cao Cao melayani dengan baik dan manis sekali untuk mengambil hati Kwan Kong, Cao Cao sengaja hanya menyediakan satu kamar untuk Kwan Kong dan Isteri Liu Pei, tapi Kwan Kong tetap teguh dengan dibiarkan kamar itu ditempati Isteri Kakaknya, sedangkan Kwan Kong sendiri menjaga di depan pintu dengan golok terhunus sambil membaca Kitab Suci Chun Ciu dari Nabi Khong Cu.

Cao Cao memberikan baju kebesaran untuk Kwan Kong karena Cao Cao melihat baju Kwan Kong sudah tua dan lusuh, Kwan Kong membuka baju yang lama dengan memakai baju yang baru pemberian Cao Cao, setelah itu Kwan Kong memakai baju yang lama kembali. Ketika itu Cao Cao heran dan bertanya, mengapa Saudara Kwan memakai kembali baju yang lama? Lalu Kwan Kong menjawab “baju tua ini adalah pemberian dari Kakak angkatku, walaupun Aku ini mengenakan baju baru dari pemberian Perdana Menteri Cao Cao tidak seharusnya saya melupakan budi baik Kakakku”. Hadiah-hadiah seperti emas, perak, dan perhiasan-perhiasan mahal lainnya, juga banyak wanita-wanita cantik yang diberikan oleh Cao Cao kepada Kwan Kong, tapi semua Kwan Kong tolak dengan halus dan tidak menerimanya dengan ini semua Kwan Kong dapat menjaga budi pekertinya dan kesusilaan sehingga dia disegani dan di kagumi oleh lawan-lawannya.

Semua ini Cao Cao lakukan untuk membujuk dan mengambil hati Kwan Kong. Terakhir Cao Cao memberikan kuda untuk Kwan Kong yang bisa berlari cepat dan sangat kuat. Kuda ini disebut Kelinci Merah (Cek Tou Ma), bisa berjalan 1000 Li dalam 1 hari. Seketika itu Kwan Kong berlutut dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Cao Cao. Cao Cao heran dan bertanya, “Aku telah menghadiahkan banyak barang berharga kepada Jenderal Kwan, tapi semua Jenderal menolak, kenapa hanya seekor kuda sampai Jenderal berlutut dan mengucapkan terima kasih kepadaku? Sungguh sangat aneh dan membuatku heran”. Kwan Kong menjawab, “Barang lain walau bagaimanapun berharganya, aku tidak pedulikan. Tapi, dengan memiliki kuda ini, begitu aku mendengar dimana Kakakku Liu Pei berada, aku dapat dengan cepat pergi untuk menemuinya”. Mendengar hal ini Cao Cao sangat menyesal. Disinilah kita dapat melihat kesetiaan dari Kwan Kong.

Kwan Kong membalas budi dan kebaikan Cao Cao atas saran penasehat Liu Pei yaitu Cu Kat Liang (Kong Beng). Liu Pei bergabung bekerja sama dengan Sun Koan untuk melawan Cao Cao, pada waktu itu armada Cao Cao yang besar hancur oleh Ciu Cie Panglima dari Sun Koan yang dibantu oleh Khong Beng penasehat Liu Pei, Cao Cao kalah perang dan lari dari kejaran musuhnya yaitu panglima-panglima dari Liu Pei yang sudah diatur perhadangan oleh penasehat Khong Beng. Dan waktu Cao Cao lari tiba di tempat yang dijaga ketat oleh Kwan Kong, dan Cao Cao tidak bisa lari lagi karena pasukannya sudah sisa sedikit dan sangat letih.

Cao Cao melihat Kwan Kong dihadapan dan menghadangnya, Cao Cao langsung turun dari kuda dan berlutut mohon diampuni dan dia dibiarkan untuk lewat. Cao Cao berkata, “Pasukanku dalam keadaan susah, aku dalam keadaan putus asa. Aku sudah tidak ada jalan keluar, aku berharap Jenderal Kwan mau mengampuni dan berkenan mengingat hal-hal yang telah lewat diantara kita berdua”.

Jenderal Kwan menjawab, “Biarpun masa lalu aku menerima banyak budi dari Perdana Menteri, tapi aku sudah membayar budi itu dengan membantu anda dalam peperangan. Tapi, kini aku dibawah perintah dan tidak bebas melakukan kehendakku”.

Cao Cao bermohon lagi dan berkata kepada Jenderal Kwan, “Engkau adalah seorang susilawan yang selalu berpikir tentang keadilan-keadilan kemuliaan hati sepanjang hidup”, dan Cao Cao mengingatkan budi baiknya kepada Kwan Kong. Tatkala Panglima Kwan mendengar kata-kata dari Cao Cao itu, ia menundukkan kepada dan diam. Kwan Kong adalah seorang yang mencintai keadilan dan kebenaran seperti ia mencintai hidupnya. Mengingat semua itu dimana Cao Cao pernah melepas budi kepada Kwan Kong, akhirnya Kwan Kong melepaskan Cao Cao musuhnya itu sebagai balasan atas perlakuan baik pada dirinya di masa lalu, walaupun Kwan Kong harus menerima hukum militer atas perbuatannya melepaskan Cao Cao bebas. Inilah watak sejati yang ditunjukkan oleh Kwan Kong; setia, jujur dan tahu balas budi.

Di dalam roman sejarah yang ditulis Lo Kuan Chung terpetik suatu lukisan tentang kemuliaan dan keperwiraan Panglima Kwan. Pada waktu itu Kwan Kong masih prajurit rendah bersama Liu Pei dan Thio Hui dan dibawah pasukan Komandan Kong Sun Can yang bersekutu dengan Cao Cao dan Wan Siau.

Dibawah tangga seseorang maju sambil berseru, “Perkenankanlah saya maju, akan kupenggal kepada Hwan Hiong dan kubawa kembali ke kemah”. Hwan Hiong adalah Jenderal yang sudah banyak membunuh panglima-panglima dari Wan Siau. Orang-orang berpaling dan melihat di depan tenda berdiri seorang yang bertumbuh tinggi besar dengan jenggot panjang, matanya bagai burung Phonix (Hong) dan alisnya bagai ulat sutera berbaring, wajahnya merah bagai buah Angco (kurma merah) yang masak, suaranya dalam bagai lonceng. Wan Siau bertanya, “Siapakah perwira itu?” dan Kong Sun Can memberitahukan bahwa dia adalah saudara angkat Liu Pei (Lau Pi). Wan Siau bertanya tentang pangkatnya dan dijawab oleh Kong Sun Can bahwa dia adalah seorang prajurit pemanah rendah dibawah komando Liu Pei.

Wan Siok adik Wan Siau berteriak, “Engkau mengecok kami? Engkau pikir tidak ada seorang Jenderal pun untuk tampil keluar? Betapa seorang pemanah berani menyombongkan diri secara liar. Usir orang itu dengan puntung!”. Tapi Cao Cao cepat-cepat menahannya dan berkata, “Jangan marah! Orang yang berani omong dan tampil, mestinya punya kemampuan tertentu. Biarlah dia memasuki gelanggang, anda dapat menghukumnya bila dia gagal”. Kwan Kong berkata, “Bila aku gagal anda boleh memenggal kepalaku”.

Cao Cao memintakan untuknya secawan arak panas sebelum keluar perang. Kwan Kong berkata, “Tuangkan arak itu, aku segera kembali”. Ia segera meninggalkan kemah, membawa goloknya dan meloncat diatas pelana kudanya. Mendengar suara riuh gendering dan teriakan yang memekakkan di luar pagar, mereka menjadi sangat takjub. Sebelum mereka dapat menyuruh orang untuk membawa berita, suara kerincing kelinting kuda telah terdengar dan Kwan Kong telah kembali. Ia melemparkan kepada Hwan Hiong ke tanah dan arak itu masih panas atau hangat.

Dengan semangat dan tekad beriman, dengan ajaran Nabi dan bijaksana sebagai hayatnya, dengan Kitab Chun Chiu sebagai cermin, dengan Ching Liong Eng Guat To (Golok Naga Hijau Mengejar Rembulan) di tangan dihancurkannya para perusuh-pemberontak, dibinasakan orang-orang durhaka dan penghianat, Demikianlah Panglima Kwan.

Kwan Kong dipuji karena kejujuran dan Kesetiaanya. Dia adalah lambang atau Suri taulada, Ksatria Sejati yang selalu menepati janji dan setia pada sumpahnya. Disamping itu Kwan Kong dipuji sebagai Dewa Pelindung Kesusasteraan, Dewa Palindung Rakyat dari malapetaka Peperangan.

Kwan Kong selalu berdoa :

1. Semoga Thian selalu menjadikan insan yang baik.

2. Semoga manusia selalu mengembangkan, mengemilangkan bathin yang baik.

3. Membaca kitab yang baik.

4. Berperilaku dan berbuat hal yang baik.

5. Melanggar kebenaran dan keadilan adalah berpangkal oleh tiadanya iman.

6. Genggam teguhlah sikap Tepat tengah yang luhur yang Sari pati, Yang Esa itu dengan ketulusan.

7. Mati hidup adalah firman. Kaya mulia adalah milik Thian/Tuhan Yang Maha Esa.

Yang Suci Kwan Kong pernah bersabda yang berbunyi :

“Walau jalan diatas api maupun mandi minyak panas akan saya tempuh dan jalani, untuk

keselamatan umat manusia”.

Maha Besar Thian. Tuhan Yang Maha Esa, Khalik Semesta Alam, yang maha tinggi, yang menaungi dan mendukung semuanya sungguh sempurna kebajikan panglima Kwan, yang penuh satya, menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, Tekun hidup sesuai Firman, memberkati dari banyak Rahmat bahagia, semoga semangat dan keluhuran budi panglima Kwan senantiasa semarak di dalam Roh Insani, menjadi rumah selamat dan jalan lurus di dalam penghidupan ini.

Wi Tik Tong Thian / Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan.

Ham Yu Ie Tik / Sungguh Miliki Kebajikan Yang Satu.

Berikut adalah gelar-gelar kebesaran yang pernah diberikan oleh kaisar-kaisar kepada Kwan Kong :

Hiap Thian Siang Tee/ Maha Raja Agung dan Penenteram Langit diberikan oleh Kaisar Song (120 M).

Wen Heng Ti Tie Kun / Maha Raja Kesusasteraan yang abadi diberikan oleh Kaisar Yuan Mongol.

Cung Yi Ta Tie / Maha Raja Agung Yang Berbudi Setia diberikan sekitar tahun 1594.

Wu Shen Kwan Kong / Kwan Kong Orang Bijak Militer diberikan oleh Kaisar Cing Manchu.

Dewa Pelindung Kerajaan.

Bu An Tay Tee / Maharaja Pembela Keamanan.

Hok Mo Tau Tee / Maharaja Penakluk Iblis.

cerita diatas diambil dari (http://www.geocities.com/klentengkwankong) dimanado
semoga tambah sukses buat umat TriDharma manado :))

Selasa, 04 Maret 2008

APAKAH INI PERTANDA KEHADIRAN-NYA ?

APAKAH INI PERTANDA KEHADIRAN-NYA ?

"Tanda-tanda akan kehadiran Maitreya di dunia meningkat terus …... Beliau akan membanjiri dunia deng-an peristiwa-peristiwa yang sukar dipahami oleh akal."
Ramalan ini dibuat tanggal 1 Juni 1988 oleh salah seorang rekan dekat Maitreya. Sejak itu, berjuta-juta manusia dengan masing-masing latar belakang agama dan budaya yang berbeda-beda, sekarang sedang meng-alami "keajaiban" fenomena; mulai dari Perawan Maria sampai kepada pemunculan Kristus atau Budha; dari air yang menyembuhkan sampai "tanaman gandum berbentuk bundar" (Inggris) dan "salib yang bersinar"; dari patung yang "minum susu" kepada malaekat dan pembonceng kendaraan (hitchhiker) yang hilang.

■ Diseluruh dunia drama cerita terus bertambah, mengenai gambar Perawan Maria dan patung menangis Madonna yang telah mempesona dan menarik perhatian media masa. Pesan-pesan diterima dengan manifestasi yang berisikan dasar tema yang serupa. Pemunculan seperti ini acap kali diiringi oleh fenomena lain tanpa penjelasan.

■ Sumber-sumber air yang me-nyembuhkan, diberitakan telah diciptakan oleh Maitreya di sekitar penampilan-Nya, ditemukan di Tiacote (Mexico), Nordenau (Jerman) dan Nadana (India). Lebih dari tiga juta manusia telah mengunjungi Tiacote, sebagian besar dari mereka menyatakan telah sembuh dari penyakit-penyakit yang berat. Fenomena ini telah disambut media masa di beberapa negara. Walaupun belum ada hasil penelitian ilmiah yang disampaikan mengenai khasiat air penyembuh ini namun penelitian laboratorium mengungkapkan bahwa berat jenisnya lebih kecil dari air biasa.

■ Salib yang bersinar, mulai ditemukan sejak tahun 1988 pada jendela perumahan di California Selatan, menurut laporan juga terjadi di Kanada, Perancis, Inggris, Jepang, Selandia Baru dan Pilipina. Salib-salib yang terjadi secara spontan merupakan bayang-bayangan holografik mengambang di udara antara kaca rumah tangga yang beku dan sumber cahaya. Laporan-laporan menunjukkan bahwa banyak pe-nyembuhan dan penerimaan telepati perorangan terjadi bagi mereka yang melihat salib-salib ini.

■ Permulaan tahun 1990, koran-koran di seluruh dunia mulai menulis laporan-laporan yang sama mengenai seorang pembonceng kendaraan (hitchiker) misterius yang ditemukan di pinggir jalan, biasanya oleh sepasang orang Kristen. Si Pembonceng tadi duduk sejenak di tempat duduk belakang, kemudian me-ngatakan bahwa Kristus akan segera kembali. Supir dan penumpang-penumpang lainnya menoleh kebelakang untuk melihat si pembonceng tadi, tetapi dia telah menghilang. Ketika menceritakan kembali pengalaman mereka kepada polisi setempat, polisi mengatakan bahwa cerita mereka merupakan salah satu dari laporan-laporan serupa hari itu.

■ Pada tanggal 1 September 1995, dan untuk ketiga hari berikutnya, patung-patung dewa Hindu disekeliling dunia telah terlihat "minum" susu yang dipersembahkan oleh para pemuja dan simpatisan. Belum pernah dalam sejarah terjadi keajaiban dalam skala dunia seperti ini dan pada waktu bersamaan banyak terjadi kebangkitan iman manusia.
Menurut Benjamin Creme, tujuan dari keajaiban ini adalah untuk
menguatkan kembali iman bagi yang telah beriman, lebih memperdalam kepercayaan mereka pada Cinta dan Rahmat Tuhan, mempersiapkan hati dan pikiran mereka untuk menyonsong kedatangan Guru Dunia yang telah dinantikan pada waktu yang tidak begitu lama.
        

■ Sumber-sumber air yang me-nyembuhkan, diberitakan telah diciptakan oleh Maitreya di sekitar penampilan-Nya, ditemukan di Tiacote (Mexico), Nordenau (Jerman) dan Nadana (India). Lebih dari tiga juta manusia telah mengunjungi Tiacote, sebagian besar dari mereka menyatakan telah sembuh dari penyakit-penyakit yang berat. Fenomena ini telah disambut media masa di beberapa negara. Walaupun belum ada hasil penelitian ilmiah yang disampaikan mengenai khasiat air penyembuh ini namun penelitian laboratorium mengungkapkan bahwa berat jenisnya lebih kecil dari air biasa.

■ Salib yang bersinar, mulai ditemukan sejak tahun 1988 pada jendela perumahan di California Selatan, menurut laporan juga terjadi di Kanada, Perancis, Inggris, Jepang, Selandia Baru dan Pilipina. Salib-salib yang terjadi secara spontan merupakan bayang-bayangan holografik mengambang di udara antara kaca rumah tangga yang beku dan sumber cahaya. Laporan-laporan menunjukkan bahwa banyak pe-nyembuhan dan penerimaan telepati perorangan terjadi bagi mereka yang melihat salib-salib ini.

■ Permulaan tahun 1990, koran-koran di seluruh dunia mulai menulis laporan-laporan yang sama mengenai seorang pembonceng kendaraan (hitchiker) misterius yang ditemukan di pinggir jalan, biasanya oleh sepasang orang Kristen. Si Pembonceng tadi duduk sejenak di tempat duduk belakang, kemudian me-ngatakan bahwa Kristus akan segera kembali. Supir dan penumpang-penumpang lainnya menoleh kebelakang untuk melihat si pembonceng tadi, tetapi dia telah menghilang. Ketika menceritakan kembali pengalaman mereka kepada polisi setempat, polisi mengatakan bahwa cerita mereka merupakan salah satu dari laporan-laporan serupa hari itu.


■ Pada tanggal 1 September 1995, dan untuk ketiga hari berikutnya, patung-patung dewa Hindu disekeliling dunia telah terlihat "minum" susu yang dipersembahkan oleh para pemuja dan simpatisan. Belum pernah dalam sejarah terjadi keajaiban dalam skala dunia seperti ini dan pada waktu bersamaan banyak terjadi kebangkitan iman manusia.
Menurut Benjamin Creme, tujuan dari keajaiban ini adalah untuk
menguatkan kembali iman bagi yang telah beriman, lebih memperdalam kepercayaan mereka pada Cinta dan Rahmat Tuhan, mempersiapkan hati dan pikiran mereka untuk menyonsong kedatangan Guru Dunia yang telah dinantikan pada waktu yang tidak begitu lama.
        

■ Permulaan tahun 1990, koran-koran di seluruh dunia mulai menulis laporan-laporan yang sama mengenai seorang pembonceng kendaraan (hitchiker) misterius yang ditemukan di pinggir jalan, biasanya oleh sepasang orang Kristen. Si Pembonceng tadi duduk sejenak di tempat duduk belakang, kemudian me-ngatakan bahwa Kristus akan segera kembali. Supir dan penumpang-penumpang lainnya menoleh kebelakang untuk melihat si pembonceng tadi, tetapi dia telah menghilang. Ketika menceritakan kembali pengalaman mereka kepada polisi setempat, polisi mengatakan bahwa cerita mereka merupakan salah satu dari laporan-laporan serupa hari itu.

■ Pada tanggal 1 September 1995, dan untuk ketiga hari berikutnya, patung-patung dewa Hindu disekeliling dunia telah terlihat "minum" susu yang dipersembahkan oleh para pemuja dan simpatisan. Belum pernah dalam sejarah terjadi keajaiban dalam skala dunia seperti ini dan pada waktu bersamaan banyak terjadi kebangkitan iman manusia.
Menurut Benjamin Creme, tujuan dari keajaiban ini adalah untuk
menguatkan kembali iman bagi yang telah beriman, lebih memperdalam kepercayaan mereka pada Cinta dan Rahmat Tuhan, mempersiapkan hati dan pikiran mereka untuk menyonsong kedatangan Guru Dunia yang telah dinantikan pada waktu yang tidak begitu lama.

artikel ini jga saya ambil dri we/blog .......

Maraknya Tanda2 Keajaiban Menyambut Kedatangan Guru Dunia

"MARAKNYA TANDA-TANDA SERTA KEAJAIBAN" MENYAMBUT :
KEDATANGAN GURU DUNIA

KEDATANGAN GURU DUNIA

Maitreya, sebagaimana Beliau hadir di depan beribu-ribu manusia di Nairobi dalam bulan Juni 1988. Ia tampil dalam berbagai bentuk di depan kelompok dan individu berbeda-beda, namun selamanya dalam penampilan yang mengesankan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh media masa internasional yang terkemuka.

Kedatangan Beliau telah ditunggu-tunggu oleh beberapa generasi dan oleh hampir seluruh agama terkemuka didunia. Umat Kristen mengakui Beliau sebagai Jesus Kristus, serta mengharapkan kedatangan Beliau dalam waktu dekat; Umat Yahudi menunggu kedatangan Beliau sebagai Mesiah; Umat Hindu menantikan kedatangan Krishna; dan Umat Budha menunggu kedatangan Beliau sebagai Maitreya Budha; dan Umat Islam mengharapkan datang-nya Imam Mahdi atau Imam Mesiah. Walaupun terdapat bermacam ragam nama kepercayaan didunia ini namun semuanya tertuju pada individu yang satu dan sama : Guru Dunia, bernama Maitreya. Beliau lebih senang diakui hanya sebagai guru. Maitreya datang bukan sebagai Pimpinan agama dan tidak juga sebagai Penemu agama baru, namun Beliau lebih condong untuk dianggap sebagai Guru dan Penyuluh untuk setiap orang yang sudah beragama maupun yang belum.
Pada waktu menghadapi melandanya krisis politik, ekonomi dan sosial, Maitreya membangkitkan rasa kemanusiawian untuk membentuk suatu iklim kekeluargaan serta memperoleh suatu suasana peradaban yang bersumber pada pemerataan bersama di bidang ekonomi, keadilan dan bidang sosial yang lebih global. Beliau selamanya menyerukan suatu himbauan agar kita semua hendaklah selamanya berusaha bertindak demi keselamatan berjuta-juta umat manusia yang menderita kelaparan sepanjang tahun, justru di tengah-tengah dunia yang kekayaannya berlimpah-ruah. Diantara ramalan Maitreya yaitu antara lain akan terjadi sebuah pergeseran dalam prioritas sosial sehingga kecukupan pa-ngan, perumahan, papan, pendidikan dan pengobatan dijadikan sebagai hak-hak universal.
Di bawah naungan semangat Maitreya, manusiawi akan membentuk perubahan-perubahan yang dibutuhkan manusia dan akan terciptalah sebuah dunia baru yang lebih sehat dan maha adil untuk kita semua.


MAITREYA DATANG DENGAN PERLAHAN-LAHAN

Pada beberapa tahun terakhir informasi mengenai kedatangan Maitreya terutama diterima dari Benjamin Creme yang sejak tahun 1974 berbicara dan menulis tentang peristiwa ini. Menurut Creme pada bulan Juli tahun 1977, Maitreya telah turun dari tempat pe-ngasingannya yang tua di Himalaya untuk bermukim diantara masyarakat India-Pakistan di Londen. Di Londen Beliau hidup dan bekerja mirip seorang manusia biasa. Tidak banyak orang yang tahu mengenai status diri Beliau yang sebenarnya. Secara berangsur-angsur Beliau muncul di tengah-tengah masyarakat setempat dan berusaha agar kehadirannya tidak melanggar kebebasan manusia. Sebagai seorang modern yang prihatin akan masalah sehari-hari, Maitreya bekerja dengan berbagai lapisan masyarakat biasa sejak tahun 1977 untuk mempersiapkan umat manusia untuk bersiap-siap menerima kehadiran Beliau. Dibalik peristiwa-peristiwa ini, semangat Beliau yang menyala-nyala telah menciptakan rangsangan untuk mengadakan perubahan besar disegala bidang, termasuk jatuhnya partai komunis di Rusia dan berakhirnya sistem apartheid di Afrika Selatan, persesuaian paham antara Timur dan Barat, tumbuhnya kekuatan suara rakyat, dan kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan hidup di seluruh dunia. Kelihatannya Beliau telah bertemu dengan kelompok-kelompok wartawan beserta pemimpin-pemimpin yang berpengaruh disegala bidang dan Beliau memberitahukan mereka mengenai pemecahan masalah-masalah yang mendesak dan peranan apa yang mungkin mereka mainkan dimasa mendatang.
Sejak tahun 1988, Maitreya telah muncul secara menakjubkan di seluruh dunia, terutama untuk kelompok-kelompok beragama orthodox, dan telah memperkenalkan dengan cara yang sangat sederhana hukum-hukum agama yang menguasai kehidupan kita. Beliau telah menyentuh hati jutaan manusia agar siap menerima kehadiran Beliau diwaktu dekat, melalui tanda-tanda dan manifestasi-manifestasi yang ditingkatkan penyebarannya secara luas oleh media masa dengan sistim yang sangat teratur.

"HARI PERNYATAAN"

Pada detik-detik sedini mungkin, Maitreya akan mengungkapkan identitas Beliau yang sebenarnya. Pada Hari Pernyataan itu, jaringan televisi Internasional akan dihubungkan satu sama lain. Dengan mengundang media masa, kita akan melihat wajah Maitreya di layar televisi akan tetapi beliau tidak akan berbicara. Namun kita sebagai pemirsa masing-masing akan mendengarkan melalui telepati kata-kata Beliau dalam bahasa ibu kita dan sekaligus ia akan memberikan pengaruh besar bagi cara-cara umat manusia dan para akhli dan pakar. Bahkan mereka yang belum pernah melihat wajah Beliaupun, penampilan di layar televisi akan mengalami hal yang sama. Pada waktu yang bersamaan secara spontan ratusan ribu penyembuhan terjadi di seluruh dunia. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa Pria ini benar-benar merupakan seorang Guru untuk kepentingan seluruh umat manusia di seluruh permukaan bumi.


Misi Maitreya

Banyak orang menunggu kembalinya Jesus Kristus dalam rasa ragu dan takut. Mereka menganggap bahwa kedatangan-Nya akan meningkatkan perubahan dalam segala bidang kehidupan. Mereka merasa, kehadiran-Nya akan mempromosikan dan merubah total setiap aktivitas dibidang penghidupan masyarakat. Mereka benar-benar meng-asumsikan ajaran-Nya dapat merubah cara berpikir dan hidup mereka dan mereka menjadi pucat dan ketakutan menghadapi prospek ini. Lagi pula, betapa mistiknya pandangan yang ditanam oleh gereja-gereja berabad-abad lamanya tentang Hari Kedatangan Kristus, sedemikian rupa, sehingga banyak manusia takut dan ragu akan Kemampuan dan ke-Mahakuasa-Nya; mereka menantikan kedatangan Beliau sebagai Tuhan yang akan menghukum yang jahat dan membela semua orang yang beriman.
Sangat disesalkan bahwa banyak pandangan yang menyimpang me-ngenai Kristus, yang sudah sangat meresap kedalam hati-nurani manusia. Tak seorang insan didunia yang mengetahui keadaan yang sebenarnya. Untuk memahami sifat alami Kristus yang sebenarnya, perlu diakui bahwa Beliau adalah salah seorang Putera yang sama kedudukannya dengan Putera-putera Tuhan lainnya, karena setiap Putera-Nya mendapat berkat dan potensi yang sama dan sempurna, namun perbedaan itu hanya tertonjol pada kemampuan manifestasi Sifat Ketuhanan yang mungkin dapat dikerjakan-Nya.
Kenyataan menunjukkan bahwa Beliau telah mampu mencapai kepada suatu taraf Sifat-Ketuhanan Yang Maha Tinggi. Disitulah sebenarnya letak Keagungan Beliau, dan seba-iknya kami semua seharusnya menundukkan kepala, menghormati prestasi yang dicapai Beliau. Tidak dapat disangkal kebenaran-Nya, bah-wa prestasi semacam ini memang jarang terjadi. Tetapi keajaiban Kristus dimata umat manusia adalah bah-wa Beliau mampu berlaku seolah-olah sebagai salah seorang insan diantara manusia biasa. Tak ada cobaan dan penderitaan manusia yang tidak Beliau jalani. Setiap langkah, setiap tapak yang diinjak dalam liku-liku jalan kehidupan manusia, Beliau juga dengan segala derita menjajaki-Nya. Tak ada satupun dalam khasanah pengalaman manusia yang tidak pernah dijalani Beliau. Jadi jelas Beliau adalah Putera Umat Manusia…….., marilah kita ya-kinkan dalam hati nurani kita alasan-alasan mengapa Beliau kembali. Marilah kita pahami tugas alamiah yang telah Beliau programkan untuk diri-Nya. Untuk memperkuat fakta didalam nurani kita tentang keberadaan Tuhan, untuk itulah beliau datang. Untuk meyakinkan kembali rahasia kebesaran Tuhan, untuk itulah maksud kedatangan-Nya. Untuk mengajar manusia bagaimana mencintai dan dicintai lagi, maka Beliau berada diantara kita. Untuk membentuk persaudaraan diantara sesama manusia maka sekali lagi Beliau berjalan dimuka bumi. Untuk mengukuhkan kepercayaan antara Bapak Yang Disurga dengan umat manusia, untuk itu Beliau bersedia menanggung dosa manusia. Untuk mengantar manusia masuk ke era baru, maka Beliau kembali. Untuk mengagungkan kembali nilai-nilai kerokhanian yang tinggi dimasa lalu, untuk mengilhami pekerjaan besar dan ajaib dimasa depan, untuk tugas keagungan Tuhan dan manusia, beliau telah turun dari gunung yang tinggi……
…… tugas seperti ini jelas bukanlah ringan, bahkan tidak untuk seorang Putera Umat Manusia pun. Kebiasaan kuno, memecah belah antar manusia telah kuat berakar, sedangkan ketakutan dan tahyul telah melontarkan manteranya atas berjuta-juta umat manusia. Akan tetapi, didalam sejarah duniapun dan yang belum pernah terjadi sebelumnya bah-wa seorang Guru datang dengan perlengkapan terbaik untuk melakukan tugas-Nya. Maitreya telah datang untuk berperang menghadapi ke-tidakpasti-an dan ketakukan, pe-mecahbelah-an dan kebobrokan. Senjata beliau adalah pemahaman spiritual, ilmiah dan cinta-kasih; Senjata dan tameng Beliau yang cemerlang merupakan kebenaran sejati. (Tulisan ini disadur oleh seorang Guru dari Benjamin Creme, seorang anggota dari Hirarki Spiritual, dengan siapa ia selalu berhubungan melalui telepati. Namanya dikenal melalui tulisan-tulisan yang dipahami dalam lingkungan terbatas, namun karena beberapa alasan, sementara belum dapat diungkapkan).


PERISTIWA-PERISTIWA PENTING TENTANG
PENAMPILAN MAITREYA DI DEPAN UMUM

■ 14 Mei 1982 : Benjamin Creme mengungkapkan dalam konperensi pers di Los Angeles bahwa Maitreya hidup di antara masyarakat Asia di Londen, dan ia menantang media untuk mengundang Maitreya tampil ke depan mereka.Sayang sekali, mereka tidak menanggapi tantangan itu.

■ Agustus 1987: Benjamin Creme mengumumkan bahwa "dalam tiga atau empat bulan mendatang" Maitreya akan bekerja secara intensip untuk men- capai suatu pemecahan dalam hubungan kerjasama internasional. Tidak kurang dari satu bulan kemudian pemecahan tersebut datang, dalam bentuk pertemuan politik antara Amerika dan Rusia, disusul oleh persetujuan per- senjataan di bulan Desember, yang tadinya diperkirakan tak mungkin ter- jadi.

■ Permulaan tahun 1988 : Maitreya muncul secara perorangan maupun dalam mimpi pemimpim-pemimpin terkenal di berbagai negara, dan dalam warga- warga negara biasa. Pertahanan dunia serta pengenduran ketegangan di dunia, membuktikan kehadiran Beliau.

■ 1 Juni 1988, Rekan Maitreya meramalkan "Tanda-tanda kehadiran
Maitreya di dunia akan berkembang terus".

■ 11 Juni 1988, Maitreya secara "tiba-tiba" muncul di Nairobi, Kenya, dihadapan 6.000 pemuja yang secara serentak mengakui beliau sebagai Jesus Kristus, banyak diantara mereka menjadi sembuh. Surat kabar The Kenya Times bersama sebuah foto di dalamnya menulis bahwa peristiwa serupa telah dimuat oleh media masa di seluruh dunia. Pada bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya laporan mengenai "keajaiban", phenomena yang lain-lain, berkembang terus menerus.

■ September 1991 - Sampai sekarang : Maitreya muncul secara "ajaib" di pertemuan kelompok-kelompok yang beragama orthodox di seluruh dunia. Beliau berbicara dengan mereka secara singkat dalam bahasa ibu mereka dan sebagian besar dari hadirin telah mengakui Beliau sebagai Sang Guru yang dinanti-nantikan. Peristiwa ajaib dan menakjubkan ini, diikuti dengan terjadinya beberapa kejadian-kejadian antara lain dengan ditemukannya telaga-telaga penyembuhan di Mexico, Jerman dan India. Jutaan turis telah tertarik ke tempat-tempat yang sekarang telah dibuktikan kebenarannya oleh media internasional di beberapa negara. Manifestasi serupa dalam waktu dekat akan ditemukan di kota-kota terdekat di mana Maitreya mun cul. - Beberapa pertanda akan kehadiran Beliau .


RAMALAN-RAMALAN MAITREYA

Dalam bulan April tahun 1988, seorang rekan Maitreya mengadakan komunikasi secara teratur dengan wartawan-wartawan, menyiarkan ramalan mengenai peristiwa-peristiwa dunia, yang diketahuinya dari pengetahuan mengenai hukum sebab dan akibat. Maitreya meramalkan secara dramatis dan tak diduga-duga peristiwa-peristiwa internasional, yang akan terjadi berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum peristiwa itu terjadi. Peristiwa ini antara lain termasuk:

■ Pendekatan antara Amerika dan Rusia.
■ Pembebasan Nelson Mandela dan berakhirnya Sistem Apartheid di Afrika Selatan.
■ Perwujutan suatu tanah air Palestina dan perdamaian di Timur Tengah.
■ Pengunduran diri dari Margaret Thatcher (suatu ramalan yang dibuat pada puncak kepopuleran politiknya).
■ Kekalahan George Bush tahun 1992 dalam pemilihan Presiden.
■ Gempa bumi di Amermenia di tahun 1988, dan di Kalifornia dan Cina di tahun 1989.

Fokus baru seluruh dunia mengenai lingkungan hidup.

■ Maitreya telah meramalkan bangkrutnya bursa internasional, akan bermula di Jepang. Kata Maitreya, " hal ini akan me maksa dunia untuk membuat evaluasi mengembalikan priori tas yang mendahulukan perlakuan yang pantas dan manusiawi dari pada motif keuntungan dan persaingan laba- rugi." (lihat halaman mengenai kekuatan).
■ Jika diundang oleh media masa dunia, Maitreya akan muncul di jaringan televisi yang hubungannya sangat luas dan berbicara kepada seluruh umat manusia pada saat bersamaan. Setiap or ang mendengarkan kata-kata-Nya didalam masing-masing hati, dengan bahasa mereka sendiri. Pada waktu yang sama, akan terjadi ratusan ribu penyembuhan dengan cara ajaib.
■ Di bawah ilham dan tuntunan Maitreya, Sang Guru, umat manusia akan merasa bertanggung jawab untuk membangun peradaban baru yang akan menjamin dasar-dasar kehidupan yang abadi bagi setiap orang, pangan, pa pan, perumahan, perawatan, kesehatan dan pendidikan.

artikel ini di ambil dari sebuah web/blog saya udah lupa