AMANAT SUCI - BUDDHA MAITREYA
Misi suci pancaran putih adalah sebuah misi agung yang belum pernah ada sepanjang zaman, sehingga belum pernah ada orang yang berkesempatan bergabung dalam misi suci ini. Namun kini Anda telah berada di dalamnya.
Bumi, gunung, telaga bekerja dengan alami. Pepohonan yang kering kembali bertunas, tumbuh subur mekar berbunga. Lihatlah, alam semesta bekerja dengan gaib namun penuh kewajaran.
Banyak umat manusia tidak bisa berpenampilan wajar, energi jiwa dan raga terkuras habis oleh pikiran khayal dan jiwa yang gelisah. Hidup berlalu dengan sia-sia, penuh beban derita.
Melihat dan mendengar Sang Sejati (Hati Nurani) adalah hal yang sederhana. Namun manusia menganggapnya sebagai sesuatu yang sulit. Kemelekatan, keakuan, dan ego-lah, yang membuat umat manusia menyimpang dari kewajarannya.
Lihatlah dunia ciptaan Laomu yang mahaindah, mahasejati, dan mahabajik ini dengan mata yang jernih. Maka Engkau pun akan mengetahui bahwa segala sesuatunya berada di bawah kendali Hukum Kebenaran Tuhan.
Dunia yang kotor dan penuh kejahatan akan disucikan dan diubah menjadi dunia yang bersinar terang. Dan Anda sedang berada di dalam proses perubahan ini.
Dunia dipenuhi peristiwa yang memprihatinkan. Bencana yang terus terjadi dengan jelas menunjukkan akan adanya perubahan besar pada masa sekarang dan mendatang.
Mata manusia hanya melihat sisi gelap dunia. Siapakah yang menyadari, bahwa dibalik semua itu telah hadir cahaya terang penyelamat dunia. Maha Tao Maitreya, bahtera penyelamat di tengah samudera samsara, inilah terang di tengah kegelapan. Dan yang terlebih penting lagi adalah di dalam diri Anda, terdapat pelita terang untuk menyelamatkan dunia ini.”
Langkah awal membina diri adalah mengenali bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah Buddha. Demikian pula akhir dari pembinaan diri, mengenali bahwa setiap orang adalah Buddha.
Aku begitu bertekad untuk menyelamatkan Trilokya adalah dikarenakan kepercayaan-Ku yang mendalam terhadap kalian. Segala kemunafikan dunia hanyalah fenomena sementara yang palsu belaka. Hati nurani-lah sang sejati yang jujur, suci, dan tiada keakuan. Dan hati nurani ada di dalam diri setiap orang. Inilah yang menjadi sumber kepercayaan-Ku yang tiada tiara.
Membina diri meskipun hanya seorang diri yang berjuang di tengah samudera luas, begitu kesepian, namun tetaplah beriman pada Laomu dan percaya pada Kakek Guru (Buddha Maitreya). Terus maju berjuang, maka tujuan pun akan berhasil dicapai.
Anggaplah segala celaan dan fitnahan sebagai tiupan angin yang berlalu di samping telinga. Dengar dan jalankan suara nurani, maka semua yang Anda amalkan dalam hidup akan menjadi sejarah pancaran putih.
Membangun dunia sukawati adalah perjuangan bersama Kakek Guru dan murid. Kalianlah yang kelak akan menjadi warga di dalamnya. Oleh karena itu, tegakkan rencana besar, jangan lagi mempermasalahkan hal-hal kecil. Berpadulah dalam misi suci gemilang ini, janganlah terperdaya oleh masalah di depan mata. Tampilkan hati kasih dan kelapangan jiwa. Jadilah si lugu yang berhati polos, yang menerima dan menghadapi segalanya dengan jiwa nan hening.
Wajah kasih-Ku bukanlah dibuat-buat, tapi sebuah wajah kasih yang berpancar dari kasih sejati dan kelapangan jiwa.
Semoga semakin banyak insan yang terselamatkan. Semoga semakin banyak insan yang menyadari dan menginsafi Buddhata dalam diri. Aku akan selalu menyambut kalian dengan senyuman kasih.
Tak perlu memiliki mata yang mampu melihat masa depan. Ketahuilah, yang terjadi sekarang berhubungan dengan masa depan. Tak perlu memiliki kemampuan menembus hati orang. Asalkan Anda menampilkan hati nurani, maka hati nurani orang lain pun akan terketuk.
Kunci sukses menyelesaikan kesulitan dan masalah adalah sebuah hati yang bebas dari kemelekatan dan keakuan. Dari sana, Engkaupun akan menyadari segala kesempatan yang Laomu anugerahkan untukmu.
Tak perlu bersusah payah memikirkan apa kedudukan kesucian yang akan diperoleh dalam pembinaan diri. Hati nurani yang Laomu anugerahkan itulah mustika sejati yang paling berharga.
Jika ingin mengetahui wujud hati nurani, amatilah jagad raya dan alam semesta raya.
Kuasa Laomu bekerja dengan alami, mukjizat, dan luar biasa. Kepintaran manusia tidak akan mampu mengungkapkan kegaibannya. Segala ciptaan-Nya berjalan dengan selaras dan seimbang. Namun dikarenakan ulah manusia yang tidak wajar, dunia menjadi semakin kehilangan keseimbangan. Ini adalah sebuah fenomena yang berbahaya!
Setiap insan manusia memiliki hati nurani, kenyataan ini tidak bisa dipungkiri! Berbagai ketidakbahagiaan, kekhawatiran, dan kepedihan adalah karena manusia mengabaikan hati nuraninya.
Bagaimanakah merasakan sukacita nurani? Tebarkan kasih, memberi perhatian, memaklumi dan memaafkan kegagalan dan dosa-kesalahan orang lain. Inilah salah satu syarat sukacita nurani.
Untuk mengubah samudera duka menjadi bumi surgawi, demi mewujudkan taman sukacita semesta, hal penting yang harus diketahui terlebih dahulu adalah menyadari bahwa semua manusia merupakan anak dari satu Bunda yang sama, mengenali bahwa semua adalah saudara.
Menyelesaikan berbagai masalah dalam hidup juga merupakan sebuah kebahagiaan dalam membina diri. Inilah kesempatanmu untuk mengembangkan cinta kasih dan kebijaksanaan.
Dunia berubah dengan begitu cepat, informasi berkembang dengan pesat. Manusia semakin terjatuh dalam kesesatan, dan tak menyadari bahwa kelak bumi suci akan terwujud di dunia ini. Sibuk terbawa arus zaman, letih menderita tanpa arti. Namun, kalian telah mendapatkan Maha Tao dan ikut berjuang di dalam misi suci. Berbahagia dan penuh optimisme, bersama berdiskusi, menyusun rencana untuk menyongsong hari esok yang penuh harapan.
Kini, Engkau telah membina diri, ibarat telah memasuki gua yang penuh mustika. Janganlah masuk gua mustika, tapi keluar dengan tangan hampa. Galilah Mustika sejati yang ada di dalam dirimu. Jangan sia-siakan hidup untuk menyimpan dan mencari mustika di luar yang sementara.
Kasih dan sukacita, semakin dipancarkan semakin berpancar terang, maka akan semakin mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, semakin melampiaskan rasa benci, tidak puas, dan iri, akan semakin mendatangkan ketidakbahagiaan dan penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain.
Pedoman dan cara membina diri dalam masa pancaran putih telah Aku sampaikan. Demi mewujudkan bumi suci, Aku terus memilih kader. Asalkan Kalian memenuhi persyaratan dan berjalan sesuai dengan apa yang digariskan, maka keberhasilan di kemudian hari adalah sebuah kepastian.
Pahamilah pergerakan arus zaman sejak dahulu hingga sekarang, sejak kini hingga masa depan. Berjalanlah ke arah masa depan yang tepat. Ingatlah selalu apa yang Kusampaikan dan amalkanlah dengan nyata.
Pada saat ini dan kapan saja, asalkan mengingat kata-kata-Ku dan berjuang dengan berpijak pada kasih, maka Aku akan mengutus Para Buddha dan Dewa untuk membantu kalian meraih kesuksesan.
Aku sampaikan sebuah harapan, tak ada seorang pun yang boleh ditelantarkan. Dari dasar hati Aku berharap, semoga setiap orang menjadi kader-Ku yang handal.
Ahli Bahasa : Tim Maitreyawira
Artikel ini di ambil dari www.maitreya.or.id