Selasa, 23 September 2008

Agama

Sudah sekian lama saya tidak pernah mengisi blog ini akhir nya saya mempunyai waktu untuk mengisi blog ini…sebenar nya sih bukan waktu tapi karena emang udah males ato enggak ada bahan yang bisa saya isi diblog ini..maksud hati ingin menulis sendiri artikel nya tpi enggak pernah kesampaian karena keterbatasan pengetahuan saya.. hehehehehe…harap maklum lah enggak pernah belajar sih..heheheh…

Kali ini saya akan bercerita tentang apa itu AGAMA.. dulu saya beranggapan bahwa agama itu hanya untuk menakut-nakuti manusia saja kenapa demikian karena di dalam hokum aga kita selalu diajarkan untuk selalu tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berjinah. Dll jika kita melakukan hal-hal di atas kita akan masuk neraka dan jika kita melakukan kebaikkan kita akan masuk surga, seluruh agama mengajarkan demikian. Neraka selalu disebut-sebut tetapi apakah kalian pernah diajak untuk berpindah agama lain yang di iming-imingi masuk surga seperti anak kecil yang di kasi permen…yah dlo saya pernah diajak untuk berpindah kesuatu agama K dan saya pun betanya apakah jaminan dan kepuasan bagi saya jika saya menjadi umat agama K tersebut apa yang dijawab ??.. dia menjawab jika kamu menjadi umat agama K maka kamu akan masuk surga karena segala dosa-dosa mu telah diampuni oleh si Y yang mereka sebut sebagai anak Tuhan saya pun balik bertanya apakah Tuhan itu beranak cucu ?? dan dia pun tidak bisa menjawab lagi semua pertanyaan saya..demikian pun dalam agama Buddha ada yang menjanjikan Nirwana yang kekal abadi jika kita percaya dan bersembah sujud kepada Buddha..saya pun bertanya siapa itu Buddha ?? dan dia menjawab Buddha itu adalah seorang manusia yang telah mencapai kesempurnaan yang tinggi .. dan saya pun bertanya kenapa dia disebut dengan Buddha dan dia menjawab Buddha adalah sebuah gelar bagi setiap orang yang mencapai tingkat kesempurnaan. Itu bearti semua orang dapat mencapai kebuddhan….mungkin jawaban itu lebih bisa dipahami.. yah bukan maksud saya menjelek-jelekan agama K tetapi itulah fakta yang saya dapat bahwa setiap penganut fanatic suatu agama dapat mengatakan bahwa siapa yang percaya terhadap TUHAN ku maka ia akan diselamatkan dan pintu surga akan terbuka bagi nya yang percaya terhadap TUHAN ku. Jadi dimanakah neraka itu jika setiap orang yang percaya terhadap suatu agama dan menyembah apa yang disembah oleh agmaa tersebut maka ia akan mendapatkan surga ??? ada juga orang yang telah berpindah daari agama yang satu ke agama yang lain oleh sebab-sebab tertentu mungkin karena wanita, atau sebuah mimpi atau apalah dan mereka menjelek-jelekkan gama yang telah mereka tinggalkan. dan kenapa saya masih percaya dan bersembah sujud kepada sang Buddha yang Agung karena Buddha mengajarkan kita suatu proses dan saya percaya bahwa hidup itu adalah sebuah proses, dan hidup ada ditangan kita sendiri, kenapa ?? karena masa depan kita diatur oleh diri kita sendiri sebab Tuhan tidak pernah turut tangan dalam kehidupan kita kenapa demikian karena adanya hukum SEBAB – AKIBAT. Hukum SEBAB – AKIBAT itulah yang mengatur seluruh hidup kita dimasa kini maupun dimasa kehidupan yang akan datang. Tuhan bukan temen yang bisa kita ajak curhat dengan mediasi doa sebab Tuhan tidak penah memberikan kita cobaan atau hukuman yang pada akhirnya Ia tahu akan hasilnya karena Ia lah Yang Maha Agung, hidup kita bukanlah sebuah panggung sandiwara atau sinetron yang jahat selalu berakhir tragis dan yang baik selalu berakhir bahagia. Begitu juga dengan agama yang ada didunia ini. Agama hanya sebuah tradisi yang harus dijaga agar tradisi itu tidak musnah dan juga untuk mengatur prilaku atau sifat dasar manusia yang rakus, serakah, dll. Contohnya saja orang yang telah meninggal, setiap agama pastilah berbeda-beda cara memperlakukan orang yang telah meninggal … sebagai contohnya saja dalam agama Buddha ada yang membakar uang kertas, rumah, dan mengundang bikhu untuk mendoakan orang yang telah meninggal tersebut, begitu juga dengan agama yang lain mereka mempunyai tradisi tersendiri yang mungkin sangat berbeda dengan agama Buddha.. agama hanya lah sebuah tradisi sedangkan yang kita tujuh hanya lah satu yaitu Surga atau Nirwana yang abadi dan bagaimana kita menuju kesana ?? tergantung kita sendiri apakah kita percaya Neraka dan tingkatan-tingkatan nya ?? ataukah Surga atau Nirwana yang penuh dengan kesenangan dan suka cita yang tiada akhir ?? Agama hanya sebuah tradisi yang harus kita jalani dan kita amal kan dalam kehidupan kita agar kita tidak terjerumus kedalam jurang dosa yang dalam…

Saya mohon maaf yang sebesar2 nya bila terjadi kesalahan dalam penulisan artikel ini karena keterbatasan pengetahuan saya tentang agama.. harap maklum….

Selasa, 08 Juli 2008

ARTIKEL PEMULA

Apakah TUHAN itu adil ???
Apakah TUHAN itu kejam ??
Coba tanyakan pada diri sendiri apakah TUHAN itu kejam sehingga harus menciptakan umat nya dengan begitu banyak perbedaan, dan jika kita merasa bahwa kita itu tampan / cantik, kaya, pintar, dll, mungkin yang ada dipikiran kalian bahwa TUHAN itu sangat baik dan jika kalian melihat disekitar kita begitu banyak orang yang sangat kurang dalam segala hal. Sebaliknya jika kalian jelek, miskin, bodoh kalian akan berpikir kenapa TUHAN begitu kejam sehingga memberikan saya begitu banyak kekurangan tetapi memberikan orang lain begitu banyak kelebihan.
Jika kalian terus berpikiran begitu maka TUHAN itu tidak lah adil, jika kita berpikir lebih jauh lagi maka kita akan bertanya apakah karma yang dulu pernah saya perbuat sehingga saya dilahir kan dengan kondisi seperti sekarang ini. Coba kita lihat orang yang kaya raya belum tentu ia bahagia, orang yang memiliki wajah yang tampan / cantik belum tentu ia menjadi primadona bagi lawan jenis nya, sedangkan yang pintar belum tentu ia selalu benar, begitu sebaliknya yang jelek, miskin, bodoh belum tentu mereka menjadi orang yang tidak berguna di dunia ini.
Terkadang banyak pertanyaan yang timbul dalam diri kita Apakah Tuhan itu adil ? jawab nya hanya satu, Tuhan itu adil karena Tuhan tidak menentukan nasib manusia tetapi manusia sendiri lah yang menentukan nasib nya, kenapa demikian, karena, jika ingin hidup senang, dan dihormati oleh banyak orang maka kita harus bekerja keras dan menghormati orang lain agar kita mendapat kan hormat dari orang lain, karena itu lah hukum sebab-akibat, apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita petik itu lah yang disebut HUKUM KARMA
Saya baru-baru ini berkenalan dengan seorang janda muda yang memiliki seorang anak, hampir setiap hari kami ngobrol bersama melalui internet, terkadang ia menceritakan kebanggaan dan penyesalan hidup nya. Kebangaan nya adalah diusia yang sangat muda ia telah dapat menikah dengan seorang pemuda yang sangat tampan sehingga membuat teman-teman nya iri kepada nya. Sedangkan penyesalan nya ia lah ia telah menikahi seorang pria yang seorang pemabuk, dan pecandu narkotika yang membuat nya berumur sangat pendek sehingga membuat teman saya ini menjadi seorang janda di usia nya yang relative muda. Terkadang ia menyesali hidupnya kenapa ia menikah diusia muda, kenapa disaat suaminya sudah tiada ia harus menghidupi seorang anak seorang diri, ia harus menjadi tulang punggung bagi keluarga nya agar kehidupan nya terus berjalan, ia pernah mencoba mencari seorang pria, tetapi keluarga pria tersebut tidak bisa menerima nya karena dengan status nya yang janda dengan seorang anak. Ia sering bertanya kenapa ia harus mempunyai seorang anak?? Kenapa semua orang memandang rendah dengan status nya yang seorang janda ??? kenapa Tuhan begitu kejam terhadap dirinya ??? kita tidak dapat menyalahkan Tuhan kenapa karena itu semua adalah buah dari karma buruk yang telah kita perbuat dikehidupan yang lampau atau pun dikehidupan sekarang.
Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa Tuhan tidak bermain dadu, Tuhan tidak pernah mencobai umat nya, yang akhir nya Ia mengetahui hasil nya, kenapa, karena kita ini semua bukan lah bahan percobaan Tuhan tetapi kita adalah umatnya.
Ada pula seorang ibu yang memiliki dua orang anak dan seorang suami mereka dapat hidup bahagia sampai hari tua dan anak-anaknya menjadi seorang yang sukses kenapa nasib si janda tadi berbeda sekali dengan nasib ibu ini ??? itu semua karena HUKUM KARMA yang telah kita perbuat dikehidupan ini maupun dikehidupan yang lalu.
Dulu saya sangat tidak percaya sama yang nama nya itu karma, bagi saya karma itu sangat kejam dan tidak adil kenapa orang lain bisa berbuat seenak nya dan tidak mendapatkan balasan, itu sebab nya saya sangat tidak percaya apa itu karma sehingga membuat saya terjerembab dalam lubang yang sangat gelap hingga akhirnya saya melihat setitik cahaya yang bersinar diujung jalan sehingga membuat saya sadar betapa hina dan tidak bermoral nya saya hingga bisa berpikiran bahwa Tuhan itu sangat kejam dan tidak adil, hingga akhir nya Ia memanggil seorang yang sangat saya kasihi dikeluarga saya yaitu papa saya, sebelum akhir hidup nya saya sempat berdoa kepada dewi Kwan Im kira-kira beginilah doa nya Dewi Kwan Im yang welas asih dan maha pengasih ampuni segala dosa saya, papa, mama, dan semua saudara saya, sekarang papa saya terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit jika dewi Kwan Im lebih menyayangin papa saya, saya rela kan papa saya tanpa harus melihat nya terbaring lemah dan jika belum saat nya tolong dewi Kwan im sembuh kan papa saya, dan ternyata dewi Kwan im lebih menyayangi papa saya dari pada kami anak-anak nya hingga Ia memanggil papa saya untuk berpulang kepada Nya… Setelah satu tahun berlalu saya kehilangan koko(kakak) saya dalam sebuah kecelakaan mobil. Untuk beberapa lama saya mulai merasa depresi dan rasa sedih yang mendalam, ternyata itu lah cahaya yang saya lihat diujung jalan sana yang membuat saya dapat mulai berjalan lagi dijalan yang diberkatiNya…
Terima Kasih LAO MU berkah Mu berlimpah bagi ku dan seluruh umat manusia ….

SADHU…SADHU.. TERPUJI LAH PARA BUDDHA DAN BODHISATVA…

Minggu, 01 Juni 2008

Iman yang Benar -- Bagian Ke 3

Dalam proses mengumpulkan dana ini kita membalas rahmat kasih Tuhan, budi kebajikan Guru. Kita selalu berkata bersyukur pada rahmat kasih Tuhan dan mau membalas rahmat kasih Tuhan kebajikan Guru, namun selama ini hal itu hanyalah ucapan di bibir saja. Kini tibalah masa yang paling tepat bagi kita untuk membalas rahmat kasih Tuhan budi kebajikan Guru, yaitu Proyek Suci Berkah Semesta. Karena ini adalah proyek untuk membangun dan mewujudkan rumah Shecun-Shemu, membangun istana agung Wadah Ketuhanan Buddha Maitreya di duni dan menjadi pusat Wadah Ketuhanan sedunia.

Singkat kata adalah untuk mewujudkan istana Tuhan yang agung, yang menjadi pusat Maha Tao Maitreya sedunia. Kita lihat bahwa di dunia sekarang ini terdapat vihara-vihara yang megah termasuk di Indonesia. Namum pusat kita yang ada di E-mei masih sangat sederhana, dibangun dari lempengan-lempengan seng. Melihat hal seperti ini bagaimanakah kita pertanggungjawabkan pada nurani kita? Kini tibalah saatnya kesempatan terbaik untuk membalas rahmat kasih Tuhan budi kebajikan Guru dengan ikut serta dalam Proyek Suci Berkah Semesta. Ketika anda berjuang untuk mengumpulkan dana bagi proyek agung Buddha Maitreya. Pada saat kita berhasil mengumpulkan dana yang banyak, tentu ini adalah sangat baik. Tetapi pada saat anda berusaha mengumpulkan namun tidak berhasil, atau hanya dapat sedikit, bahkan menemui banyak rintangan dan derita, ini pun kabar baik. Ini berarti saudara telah menunjukkan satu sikap, saudara telah berjuang membalas rahmat kasih Tuhan budi kebajikan Guru. Karena itu untuk mewujudkan makna dan nilai luhur dari iman yang benar inilah kesempatannya. Proyek Suci Berkah Semesta adalah bentangan jalan yang paling lapang dan yang paling mudah.

Poin keempat dari makna dan nilai luhur iman yang benar adalah bertutur kata Maitreyani, berteguh pada hati Buddha Maitreya atau menumbuhkan hati Maitreya, melaksanakan atau berperilaku Maitreya, dan memancarkan wajah agung Buddha Maitreya. Kalau empat poin ini telah berhasil kita praktekkan, kita wujudkan barulah kita memenuhi syarat untuk membantu misi agung Buddha Maitreya. Kita tahu bahwa kini telah tiba era dan abad Buddha Maitreya. Sudah waktunya setiap orang harus belajar untuk hidup sesuai dengan pribadi agung Buddha Maitreya. Kalau kita masih belum bisa bertutur kata Maitreyani, belum bisa berperilaku Maitreyani, ini berarti kita belum memiliki iman yang benar. Tutur kata kita, wajah kita, perilaku kita tidak Maitreyani, ini berarti kita belum sungguh-sungguh membina Maha Tao Maitreya. Sebagai siswa dan umat Maitreya marilah kita membina dalam kebenaran Buddha Maitreya. Marilah kita belajar dan mengikuti Buddha tepat masa ini. Sumbangkan tenaga anda untuk mendukung misi agung Buddha Maitreya untuk mewujudkan Firdaus di dunia ini.

Dengan tutur kata Maitreyani kita dapat mewujudkan iman yang benar. Kapan dan di mana kita bisa berpraktek tutur kata Maitreya? Situasi dan kondisi yang bagaimana yang paling kondusif buat kita untuk belajar bertutur kata Maitreya? Yaitu pada saat anda mendatangi rumah ke rumah mengajak orang untuk ikut Proyek Suci Berkah Semesta. Pada waktu itu keadaan, kondisi, situasi akan mendesak anda untuk bertutur kata seperti Buddha Maitreya. Anda pasti akan belajar berbicara halus, lembut, ramah, dan sopan. Berbicara rendah hati dan sangat lemah lembut. Isi dari pembicaraan anda itu penuh dengan kepercayaan diri dan pengharapan. Singkat kata anda harus berbicara bagaimana mendatangkan kebahagiaan bagi pendengar. Dengan demikian orang-orang yang kita perkenalkan itu baru bisa tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi.

Karena itulah kita meminjam proses Proyek Suci Berkah Semesta ini untuk mencambuk diri kita bagaimana bertutur kata yang Maitreyani, berwajah, dan berperilaku yang Maitreyani. Tentu kita berharap bisa selalu bertutur kata Maitreyani. Namun ini sangat sulit bagi kita karena baru bertutur kata Maitreyani beberapa kata kita akan lupa lagi. Mengapa bisa demikian? Karena hambatan karma dan dosa, karena karma dan dosa kita berat. Karena itulah marilah kita meminjam proses Proyek Suci Berkah Semesta untuk membayar beban dosa karma kita. Apalagi bila anda memiliki syarat yang baik, anda mempunyai kemampuan berbicara, anda berpikiran yang cemerlang dan tajam, anda punya kemampuan materi, kekuatan finansial, atau anda punya waktu. Manfaatkanlah! Kita memperkenalkan Proyek Suci Berkah Semesta ini ke lapisan masyarakat baik kita kenal atau tidak kenal. Jadikan ini sebagai perjuangan untuk mengimpasi dosa karma 60 ribu tahun. Seiring dengan perjuangan anda, maka dosa karma dosa akan menjadi semakin ringan. Sementara itu tutur kata Maitreyani anda pun akan menjadi semakin lancar dan semakin fasih. Inilah cara yang terbaik bagi kita untuk menguasai tutur kata Maitreya, yaitu berjuang dalam Proyek Suci Berkah Semesta. Dalam mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini tentu anda tidak bisa berbahasa seenak perut sendiri, kata-kata yang keras, yang menyinggung perasaan. Anda juga tidak akan menyampaikan hal-hal yang pesimis, yang membuat orang kecewa dan putus asa, juga tidak akan berkata yang tidak sopan. Singkat kata untuk dapat mengetuk hati pendengar, kita harus menyampaikan kata-kata yang sehat.

Saudara-saudara jadikanlah perjuangan ini untuk mencambuk diri kita sendiri menyampaikan tutur kata Maitreya. Jadikan perjuangan tiga sampai lima tahun ini untuk bertutur kata Maitreya dan ini akan membuat anda berhasil bertutur kata Maitreya seumur hidup. Karena di dalam perjuangan suci ini ada tujuhpuluh persen kekuatan Tuhan memberkati anda, tigapuluh persen adalah perjuangan anda. Sampai akhirnya anda akan berhasil menguasai tutur kata Maitreyani dalam hidup anda. Kalau anda bisa segenap hidup bertutur kata Maitreyani. Siapa anda? Maka anda tiada lain, tiada bukan adalah emanasi Buddha Maitreya, artinya nirmanakaya Buddha Maitreya. Anda abadi bersama Buddha Maitreya.

Inilah makna nilai luhur Proyek Suci Berkah Semesta, yaitu proyek pembangunan jasa kebajikan bagi umat manusia, yang juga berarti proyek membangun dan mencetak kebuddhaan bagi umat manusia. Saudara-saudara mari kita berpegang erat pada kesempatan ini.

Iman Yang Benar -- Bagian Ke 2

Dengan kegiatan mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini kita mempraktekkan sikap menjunjung hati nurani. Kita berjuang mengajak orang-orang untuk ikut beramal dalam Proyek Suci Berkah Semesta ini bukan untuk diri kita pribadi saja. Secara material saya tidak mendapatkan keuntungan sedikit pun. Namun kita sungguh memahami makna yang ada di dalam Proyek Suci Berkah Semesta ini. Kalaulah kita memiliki kesadaran hati nurani, maka kita pasti terpanggil untuk menceritakan kabar baik ini. Sampaikan kabar gembira ini ke teman-teman dan ke sahabat-sahabat kita. Banyak kisah mukjizat yang terjadi pada saudara-saudara kita yang ikut beramal dalam Proyek Suci Berkah Semesta ini.

Sungguh ini adalah kesempatan yang paling tepat untuk membersihkan dosa-dosa kita selama 60.000 tahun. Tahukah kita bahwa dengan anda berdana Rp. 1.000 berarti memiliki nilai Rp. 1.000.000. Seperti Maha Guru Agung ke-15 pernah berkata, “Sebelum Wadah Ketuhanan berkembang jaya di dunia, kalau anda beramal seribu dollar, maka nilainya itu sejuta dollar. Seribu dollar menghasilkan kebajikan dengan nilai sejuta dollar. Lalu bagaimana kalau Wadah Ketuhanan sudah berkembang jaya di dunia? Anda beramal sejuta dollar hanya menghasilkan nilai kebajikan seribu dollar.

Mari kita lihat sekarang saatnya Wadah Ketuhanan belum berkembang jaya, inilah waktunya untuk berdana dan beramal. Saudara-saudara harus memahami kinilah saatnya kita beramal mengimpasi dosa karma di dalam Proyek Suci Berkah Semesta. Anda berdana satu dollar akan menghasilkan nilai jasa kebajikan sebesar seratus ribu dollar.

Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Bagaimana boleh anda biarkan berlalu begitu saja. Apabila anda orang yang bijak dan berhati nurani, maka anda akan sepenuh hati berjuang untuk menyampaikan kabar berita ini kepada semua orang walaupun anda tidak kenal. Di Taiwan ada kisah orang yang menderita kanker stadium ketiga, setelah anaknya ikut beramal enam setengah juta untuk satu paket patung Buddha Maitreya, yang menderita kanker stadium ketiga itu sembuh. Padahal dokter sudah mengatakan orang ini sudah tidak bisa ditolong, siapkanlah urusan perkabungan. Dia hanya memiliki tabungan sebesar enam setengah juta, dia amalkan untuk Proyek Suci Berkah Semesta. Beberapa hari kemudian dia pun bersukacita karena bebas dari kematian, keluar rumah sakit dengan riang gembira. Sungguh ini adalah kesempatan kita untuk mengimpasi dosa karma 60.000 yang terbaik.

Mengapa nurani kita tidak pernah bisa bercahaya? Mengapa nurani kita tidak bisa berkuasa dan menjadi tuan dalam diri kita? Ini dikarenakan dosa karma 60.000 tahun yang menutupi nurani kita. Kinilah saatnya kita beramal di dalam Proyek Suci Berkah Semesta untuk membayar hutang-hutang kita kepada arwah-arwah dan dosa karma kita. Apabila hutang-hutang kita telah kita lunasi, maka dengan sendirinya nurani anda akan bercahaya.

Dalam misi Buddha Maitreya ada beberapa tahap yang harus dilalui. Tahap pertama yaitu pembangunan Proyek Suci Berkah Semesta. Tahap berikutnya adalah penyelamatan umat manusia di tanah leluhur. Tahap ketiga adalah misi agung penyelamatan umat manusia berbagai bangsa. Tahap kedua dan ketiga baru mungkin terlaksana apabila pembangunan tanah suci O-Mei selesai. Karena itu dengan ikut sertanya anda dalam Proyek Suci Berkah Semesta di tanah suci O-Mei ini adalah membangun pahala dunia, artinya pahala yang mempunyai nilai cakupan triloka atau semesta. Anda ikut di dalam Proyek Suci ini, sesungguhnya secara diam-diam anda sedang membangun jasa kebajikan 10.800 tahun. Orang yang bijaksana dan orang yang berhati nurani akan berusaha untuk memperkenalkan Proyek Suci Berkah Semesta kepada masyarakat.

Ketika anda mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta, mengajak orang untuk ikut beramal, sukses atau gagal, lancar atau penuh rintangan, mengumpul sedikit atau banyak dana, ini nomor dua. Yang penting adalah makna pertama yaitu anda telah menunjukkan cahaya nurani anda. Kita sudah memahami Proyek Suci Berkah Semesta ini adalah misi yang begitu penting. Tetapi bila kita tidak memperkenalkan kepada saudara-saudara kita, itu sama dengan kita menutupinya. Itu menunjukkan kita tak memiliki kasih.

Pada saat pengadilan akhir zaman triloka, Maha Buddha Maitreya menjadi hakim semesta dan saat itu banyak arwah yang akan datang menuntut kepada kita. Waktu pengadilan terakhir itu mereka menunjuk diri kita. Mengapa pada waktu itu kita tidak memberitakan kabar yang baik ini kepadanya? Mereka akan berkata,”Ia tidak pernah datang ke rumah saya, tidak pernah menceritakan kepada saya, bagaimana dia tahu bahwa saya tidak akan ikut beramal? Saya akan menerima kalau dia sudah 2 atau 3 kali datang ke rumah saya, asalkan dia memberitahu saya tapi sayalah yang menolaknya, maka saya menerima. Sampai pada hari pengadilan dunia menjelang kiamat saya tidak akan mengeluh, saya akan menerima fakta ini. Tapi sekarang saya tidak terima, kenapa? Karena dia tidak pernah datang ke rumah saya satu kali pun, apalagi menyampaikan kepada saya. Saya tidak terima, ini tidak adil. Andaikata waktu itu dia datang ke rumah saya, dia menyampaikan kepada saya berita ini, mungkin saya akan beramal, saya bisa terselamatkan, leluhur dan keturunan saya juga mendapatkan berkah.” Karena itu marilah kita berjuang untuk menjadi orang yang bercinta kasih dan berhati nurani. Mari kita bergegas mewartakan kabar yang baik ini.


Iman Yang Benar -- Bagian Ke 1

Kita sangat berbahagia Firman Tuhan telah hadir ke tengah Wadah Ketuhanan kita di Indonesia. Dengan demikian pasti akan membawa kemajuan dan kejayaan bagi wadah Ketuhanan kita dengan bertambahnya kader-kader dan jumlah umat kita. Kunci yang paling penting adalah kita semua harus bersatu hati, bersatu pandangan, bersatu kebajikan bersama-sama mensukseskan misi agung Buddha Maitreya. Bagaimana agar kita dapat bersatu hati dan kebajikan, yaitu kita semua harus memiliki iman yang benar.

Sang Buddha Sakyamuni pernah bersabda ”Iman yang benar sulit ditemukan”. Tiga ribu tahun yang lalu umat manusia masih lugu dan polos. Tapi waktu itu Sang Buddha telah bersabda bahwa “Orang yang dapat memiliki iman yang benar itu adalah sangat langka”. Bagaimana dengan 3.000 tahun kemudian hari ini? Sekarang ini hati umat manusia jahat sampai puncaknya sehingga terjadi kriminalitas di mana-mana dan kebajikan merosot drastis. Di saat seperti ini sebagai pembina Ketuhanan yang dapat memiliki iman yang benar tentu menjadi semakin langka.

Mari kita lihat pendahulu-pendahulu kita yang dapat mencapai kesempurnaan “Thien Cun, Ku Fo, Ta Ti, dan Phu Sa”. Kenyataannya adalah jumlah mereka sangat minim. Bahkan yang di bawahnya yaitu kedudukan Bodhisatva dan Pra Bodhisatva pun sedikit. Kalau kita lihat secara keseluruhan Wadah Ketuhanan di seluruh dunia yang bisa mencapai kedudukan Maha Dewa pun tidak banyak. Karena itu untuk mencapai kesempurnaan “Thien Cun, Ku Fo, Ta Ti, dan Phu Sa”, hanya ada satu syarat yaitu anda harus memiliki iman yang benar, tanpa itu tidak ada jalannya. Jika anda tidak memiliki iman yang benar, pembinaan anda akan menjadi sia-sia. Tanpa memiliki iman yang benar pembinaan anda menjadi membabi buta. Bahkan anda menderita dengan sia-sia.

Apabila kita melaksanakan dan mengamalkan Ketuhanan tanpa dilandasi dengan iman yang benar, maka akibatnya semakin banyak kesalahan yang diperbuat sehingga dosa terus bertambah. Dalam melaksanakan Ketuhanan bila tidak memiliki iman yang benar maka walaupun telah menjelajahi seluruh dunia, bukan saja tidak memiliki kebajikan malah telah banyak membuat dosa dan kesalahan. Mempraktekkan Ketuhanan tanpa iman yang benar sampai akhir hidup juga akan mendatangkan penderitaan dan pengorbanan tanpa hasil. Begitu pula berkhotbah tanpa iman yang benar, maka kita tidak hanya mencelakai diri sendiri tetapi juga orang-orang yang mendengarkannya. Begitu pula kita beramal pahala juga harus memiliki iman yang benar. Oleh sebab itu iman yang benar terlalu penting bagi kita semua.

Mari kita lihat di dunia ini banyak orang yang berbuat amal sosial yang cukup besar jumlahnya tetapi mengapa tidak mendatangkan perbaikan bagi kehidupan keluarga, masyarakat, negara dan diri pribadi mereka? Yang kita tahu sekarang adalah umat manusia hidup di dalam kegelapan, banyak terlibat dalam kejahatan, banyak ditemukan keluarga yang tidak harmonis dan anak-anak yang nakal. Mengapa bisa demikian?

Berdana itu penting dan harus dilandasi dengan iman yang benar. Berdana itu harus dibangun di atas landasan, landasan itu adalah iman yang sejati, iman yang benar. Tanpa iman yang benar menjadi landasan, amal anda paling hanya mendatangkan berkah dunia atau sedikit rejeki dunia. Apa yang dimaksudkan dengan sedikit rejeki dunia? Rejeki dunia itu adalah hidup anda akan menjadi lebih kaya atau mungkin anda akan mendapatkan kedudukan yang lebih mulia. Anda menjadi orang terkenal dan hidup anda baik, atau hidup anda menjadi lebih nyaman dan anda menjadi lebih kaya. Tahukah kita itu adalah rejeki dunia saja yang menghasilkan kebahagiaan jasmani dan tidak berkaitan dengan kebijaksanaan anda.

Banyak orang yang mendapat berkah dunia tetapi sama sekali tidak mengerti tentang hati nurani dan kebijaksanaan. Yang penting adalah saya bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Yang terpenting adalah dari tahun ke tahun kedudukan saya semakin tinggi atau saya semakin kaya dan semakin mulia. Yang terpenting segala sesuatu tampak lancar dan sukses. Tahukah kita bahwa begitu rejeki demikian habis maka anda kembali miskin dan tanpa apa-apa. Oleh sebab itu betapa pentingnya iman yang benar itu.
Kita adalah orang yang sangat beruntung telah mendapatkan rahmat kasih Tuhan, kebajikan Guru, dan mahacinta kasih Buddha Maitreya. Sehingga kita menemukan Proyek Suci Berkah Semesta. Marilah kita pegang erat-erat kesempatan yang baik ini. Dalam Proyek Suci Berkah Semesta ini kita bisa memberikan sumbangsih kita berupa tenaga, dana, atau dengan kata-kata. Kita bisa memberi motivasi dan mengajak saudara-saudara kita yang lain. Kalau anda bukan orang yang fasih di dalam memotivasi, maka berikanlah hati anda dalam doa dan sujud. Berikan hati anda, pikiran anda, datanglah ke vihara setiap kali bersujud dan memohon Tuhan memberikan rahmat dan anugerah agar pembangunan Vihara Agung Tuhan Yang Maha Esa dan pratima agung Buddha Maitreya 72 meter di O-mei bisa segera rampung dan sukses. Anda bersujud tiga, empat, lima tahun, anda juga telah memberikan amal yang besar dan akan menghasilkan kebajikan yang tiada tara.

Tugas kita sekarang adalah membawa kabar gembira Proyek Suci Berkah Semesta ini kepada umat manusia. Tahukah kita kalau saudara ikut berpartisipasi berarti saudara telah membangun jasa kebajikan. Membangun jasa kebajikan yang akan menghasilkan berkah ilahi. Berkah ilahi berbeda dengan berkah dunia bagaikan langit dan bumi. Dengan ikut serta dalam Proyek Suci Berkah Semesta ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk mewujudkan nilai dan makna iman yang benar.

Ketika di Taiwan Maha Sesepuh setiap hari berkeliling di seluruh Taiwan untuk memberikan motivasi bagi Proyek Suci Berkah Semesta ini. Ketika anda ikut berpartisipasi dalam proyek suci ini, maka saat anda mempromosikan Proyek Suci ini mengajak orang-orang untuk ikut beramal di dalamnya, walaupun berhasil atau tidak berhasil, lancar dan sukses atau penuh rintangan, ataukah yang kita dapatkan sedikit atau banyak, ini adalah poin yang kedua. Sedangkan yang merupakan poin atau tujuan yang pertama adalah anda ikut berpartisipasi di dalam proyek suci dengan mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta. Saat itu anda mewujudkan dan mempraktekkan iman yang benar dalam hidup anda.

Kita meminjam Proyek Suci Berkah Semesta ini untuk mempraktekkan sikap menjunjung Firman Tuhan. Untuk mewujudkan sikap berteguh pada hati nurani. Melalui proyek Suci Berkah Semesta ini kita mempraktekkan satu sikap, yaitu senantiasa mengagungkan atau tidak melupakan rahmat kasih Tuhan dalam hidup kita. Dengan meminjam perjuangan kita mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini kita mempraktekkan tutur kata Buddha Maitreya dalam kehidupan kita sehari-hari. Meminjam perjuangan mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta, kita meneladani pribadi Buddha Maitreya, yaitu berwajah Maitreya dan berperilaku Maitreya. Dan melalui perjuangan mempromosikan Proyek Suci ini kita belajar berkorban, belajar memberi dedikasi dan kontribusi untuk mencapai kesempurnaan pribadi dan wajah agung Buddha Maitreya dalam diri kita. Inilah tujuan atau poin kita yang pertama.

Dalam mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini saudara bisa membentuk tim yang terdiri atas dua atau tiga orang, untuk diperkenalkan ke masyarakat, ke bos kita, ke kenalan kita, dan ke famili kita. Manfaatkanlah perjuangan mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini untuk menyempurnakan iman yang benar dalam hidup anda. Tahukah kita bahwa kesempatan ini sangat langka dan sulit ditemukan.

Mari kita lihat kalimat menjunjung “Thien Ming”. Kita tahu bahwa poin pertama di dalam iman yang benar adalah menjunjung Firman. Menjunjung Firman itu artinya menghormati Firman, mengagungkan Firman, memuliakan Firman, dan mematuhi Firman. Marilah kita pahami bahwa Tuhan telah memberikan Firman, maka laksa buddha, bodhisatva, para suci, para nabi, semuanya siap menunggu turunnya Firman untuk dikerjakan. Oleh sebab itu siapapun kita yang ingin mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini, maka para buddha, bodhisatva, para nabi dan orang suci akan mendukung.

Bagaikan pepatah mengatakan bahwa semua persyaratan sudah siap, laskar, kuda, tentara, prajurit sudah siap, cuma menunggu apa? Menunggu angin timur tak berhembus dan gendang belum bertalu. Gendang tersebut atau angin timur itu adalah kita semua bersama belum bergerak. Oleh karena itu bila saudara ingin berjuang untuk ikut memrpomosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini berarti saudara sudah berjuang untuk mewujudkan iman yang benar dalam hidup saudara.

Makna ‘Iman yang Benar’ yang pertama yaitu menjunjung Firman, ini adalah wahyu Tuhan. Membangun Proyek Suci ini bukan hanya titah Buddha Maitreya atau Bapak dan Ibu Guru Suci tapi ini adalah wahyu Tuhan. Oleh sebab itu ketika saya berjuang mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini, bisa saja saya menerima banyak pukulan, banyak kesakitan, dan banyak kesulitan. Misalnya kita pergi ke seorang pengusaha, lalu kita mulai menjelaskan tentang Proyek Suci Berkah Semesta ini. Begitu bos ini mendengar dia marah dan kita diusir. Setelah diusir dengan kasar, kita pun keluar, sebelum keluar dari pintu besar kita masih memberikan hormat dan mengucapkan terima kasih atas pelayanannya dengan hati yang ikhlas.

Mengapa saudara masih mau mengucapkan terima kasih kepadanya? Padahal saudara tidak berhasil mengajaknya ikut serta dalam Proyek Suci, bukan saja tidak berhasil malah dimaki dan diusir keluar. Mengapa harus berterima kasih? Mengapa anda menerima penghinaan dan makian itu anda masih berterima kasih? Saat itulah anda telah mempraktekkan sikap menjunjung Firman, menjunjung “Thien Ming”. Ini sangat penting, saya berterima kasih kepada tuan yang telah memarahi saya, karena dengan ia memarahi saya memungkinkan saya untuk menunjukkan sikap menjunjung Firman. Inilah makna yang pertama, poin yang pertama.

Sebaliknya bila anda berhasil mengajak orang-orang untuk ikut beramal dalam Proyek
Semesta, berarti anda juga berhasil mencapai poin atau makna yang pertama. Ini tentu yang paling sempurna. Andaikan poin kedua dana tidak terkumpul tetapi poin pertama telah anda capai itu juga merupakan satu keberhasilan.

Kita tahu bahwa makna pertama dari iman yang benar adalah menjunjung Thien Ming. Kita tahu bahwa karena menjunjung Firmanlah yang membuat para senior kita mencapai kedudukan Maha Buddha, Thien Cun, Ku Fo, dan Maha Bodhisatva. Tidak ada satu pun dari mereka yang sudah mencapai kedudukan Thien Cun, Ku Fo, dan Bodhisatva yang mencapai kesempurnaan itu dengan tidak menjunjung Firman. Oleh sebab itu marilah kita mempraktekkan menjunjung Firman. Praktek menjunjung Firman yang terbaik adalah dengan kita ikut berpartisipasi mempromosikan Proyek Suci Berkah Semesta ini. Anda bukan hanya menjunjung Firman Buddha Maitreya, Bapak dan Ibu Guru Suci, tapi anda sungguh mempraktekkan sikap menjunjung dan memuliakan Firman Tuhan.


KESEMESTAAN BUDDHA MAITREYA ( Bag.3 )

“Nan Mo A Mi” artinya adalah yang termulia, yang teragung, dan yang terbajik. Yang di maksud di dalam ritus ini adalah bahwa Buddha Maitreya adalah maha Buddha akhir zaman yang memiliki kasih yang tak terbatas, yang luas, yang agung. Buddha Maitreya memiliki senyum kasih yang tak di miliki oleh para Buddha lainnya. Senyum Buddha Maitreya membahagiakan semua umat manusia dari religi yang berbeda, sekali mereka memandang Buddha Maitreya saat itu hilanglah segala perbedaan di dalam hatinya. Dan yang ada hanyalah decak kagum dan rasa bahagia yang sangat mendalam terhadap senyuman Buddha Maitreya.

Seorang yang atheis sekalipun, ia juga masih mempunyai hati nurani, walau ia tak percaya akan adanya Tuhan, atheis hanya percaya kepada dirinya sendiri. Seorang atheis juga mereka sama seperti kita masih mempunyai hati nurani. Mari janganlah kita memandang dari sudut religi dan perbedaan yang ada tetapi pandanglah dengan hati nurani. Nurani kitalah yang paling cemerlang dan paling bijaksana. Hanya dengan memandang dengan nurani maka kita semua akan terselamatkan, saat itu juga kita tak akan berani lagi menyalahkan siapa pun, tak berani lagi berselisih dengan orang lain lagi.

Keluasan hati nurani Buddha Maitreya juga terdapat di dalam dharani suci yang kita ucapkan saat kita akan menerima inisiasi sejati. Sebelumnya Pandita yang mewakili berkata “Demikianlah aku mewakili Buddha Maitreya untuk menurunkan Firman Tuhan ke dalam dirimu”. KasihNya yang sungguh besar telah menuntun kita semua untuk menemukan jalan menuju keterbebasan selama 60.000 tahun. Aku di sini dapat diartikan sebagai Kedua Guru Agung yang mewakili Buddha Maitreya untuk menurunkan kuasa penyelamat roh kita dari kelahiran dan kematian selama puluhan ribu tahun. Kedua Guru Agung kita juga sangat mengagungkan Buddha Maitreya di setiap langkah perjuangan yang Mereka lakukan.

Kedua Guru Agung kita sangat memuliakan Buddha Maitreya, sebagai Duta Tuhan di akhir zaman mengapa kita sebagai muridNya tak ingin mengikuti jejak langkah Dwi Guru Agung untuk memuliakan Buddha Maitreya? Muliakanlah Buddha Maitreya di dalam hidupmu, di mana saja, kapan saja, dan di dalam kondisi apa pun juga ingat dan muliakanlah Buddha Maitreya. Saat suka maupun duka muliakan Buddha Maitreya, Buddha Maitreya senantiasa mengayomi dan memberikan cahaya terang bagimu. Bahkan lebih dari itu Buddha Maitreya juga membimbing dan menuntun kita menuju kehidupan yang bahagia dan kekal abadi di bumi suciNya.

Buddha Maitreya pembawa cahaya terang bagi semua mahkluk, sadar atau tidak cahaya kasih Buddha Maitreya makin hari kian berkembang dan bercahaya terang. Oleh karena ingatlah selalu bahwa aku sekarang ini telah mendapatkan maha janji dan maha pemakluman yang tiada batas dari Hyang Buddha Maitreya, dan rohku sekarang telah mendapatkan pengampunan dan jaminan untuk terbebas ke alam abadi serta tak akan jatuh ke dalam derita samsara lagi. Jadi amalkanlah wajah kasih Buddha Maitreya di dalam segenap hidup kita.


KESEMESTAAN BUDDHA MAITREYA ( Bag.2 )

Buddha Maitreya adalah Buddha pembawa suka cita dan Buddha pembawa damai sejahtera bagi semuat umat manusia. Cara yang paling sederhana untuk mengikuti atau meneladani pribadi Buddha Maitreya yaitu dengan cara mempraktekkan wajah kasih, prilaku kasih, bertutur kata kasih, dan berhati kasih. Hanya dengan cara ini kita dapat menginsafi betapa besar kasih dan pemakluman Buddha Maitreya terhadap umat manusia di dunia. Buddha Maitreya tak memandang dunia dengan pandangan yang fana, dan pesimis ( tak memiliki harapan ), tetapi Buddha Maitreya memandang dunia dengan cinta kasih dan harapan besar untuk mewujudkan dunia sukawati indah.

Kasih Buddha Maitreya sangat besar, hingga sekuntum bunga, batu kerikil serta sebutir pasir pun tak luput dari pancaran kasih-Nya. Karena demikian besarnya kasih Buddha Maitreya, makin banyak orang-orang dari religi manupun yang suka terhadap patung Beliau. Mereka hanya suka terhadap senyum dari Buddha Maitreya, senyum yang lugu dan polos, seperti bayi yang baru lahir dan sangat lucu. Patung Buddha Maitreya bukan di pandang sebagai patung yang berhala, oleh umat dari berlainan kepercayaan, sebaliknya malah mereka menganggap ini bukan patung tetapi ini adalah pribadi seorang pengasih yang mengasihi tanpa perbedaan, dan kasih-Nya dapat menembus ruang dan waktu.

Sungguh Buddha Maitreya sangat di sukai dan menjadi banggaan di hati semua umat manusia. Di dalam ritus puja bakti yang kita lakukan 3 kali sehari, setiap kali kita mengucapkan doa pertobatan, kalimat pertama dari doa pertobatan tersebut yaitu, “Dengan segala kerendahan hati aku yang bodoh berlutut di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, bersyukur karena telah mendapatkan Jalan Kebebasan”, kalimat kedua yaitu, “ Buddha Maitreya dengan Dharma Gaib-Nya mengayomi semua mahkluk di seluruh alam semesta, dengan ini aku bertobat dan berjanji akan merubah tabiatku yang buruk, serta sepenuh hati berjuang mambantu Wadah Ketuhanan”. Dapat kita lihat satu-satunya Maha Buddha yang dapat memaklumi dan memberikan kesempatan kepada kita untuk beramal kebajikan untuk meringankan dosa karma kita selama laksaan tahun adalah hanya Buddha Maitreya. Dengan sumpah agung-Nya yang menggetarkan alam semesta, Sang Maitreya melindungi kita dari jeratan keganasan dosa karma.

Beliaulah yang menjamin dengan sumpah-Nya bahwa kita akan masuk ke bumi suci-Nya yang agung dan indah. Walaupun kita masih melakukan kesalahan dan kebodohan, tetap Buddha Maitreya masih menunggu kita dengan kasih sayang dan kesabaran sampai akhirnya kita menjadi orang yang sadar akan kesalahan kita sendiri. Doa yang ketiga adalah “Memohon kepada Hyang Buddha Maitreya agar memaklumi dan memaafkan segala keteledoran ( kesalahan ) yang telah di lakukan di dalam vihara”. Bukan hanya memaafkan saja tetapi Buddha Maitreya juga akan memberikan pemakluman-Nya yang tiada tara kepada kita semua, sampai kita menyadari bahwa ini adalah salah dan tak boleh dilakukan. Yang terakhir adalah “Terpujilah Hyang Buddha Maitreya sebagai Buddha ke sepuluh penutup akhir zaman”. Nan Mo A Mi menunjukkan ketiadaan yang tak terbatas, berarti menandakan bahwa hati Buddha Maitreya seperti lautan yang luas dan gunung yang menjulang tinggi yang tak ada batas ujungnya.


Minggu, 11 Mei 2008

KESEMESTAAN BUDDHA MAITREYA ( Bag.1 )

Pada zaman sekarang Wadah Ketuhanan semakin berkembang di seluruh dunia, dalam penyebarannya pun kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi di daerah setempat, tidak menghenrankan apabila terdapat banyak perbedaan antara Wadah Ketuhanan antara daerah yang satu dengan yang lain. Semisal Wadah Ketuhanan yang ada di Jepang berbeda budayanya dengan Wadah Ketuhanan yang ada di Indonesia begitu juga yang ada di Taiwan.

Demikian pula doktrin yang ada juga masing-masing menggunakan doktrin pada daerahnya sendiri. Jikalau semua Wadah Ketuhanan memakai doktrin dari daerahnya sendiri, maka Wadah Ketuhanan kita tidak akan tumbuh berkembang dengan solid dan kuat. Yang ada nantinya kita hanya saling berdebat, bersaing, dan bertentangan antara satu dengan yang lain. Tetapi apabila kita masing-masing menjadikan cinta kasih Buddha Maitreya sebagai landasan kekuatan pokok di dalam seluruh Wadah Ketuhanan di dunia, maka perbedaan tersebut dapat kita tutupi.

Kelemahan Wadah Ketuhanan hanya dapat ditutupi dengan maha kasih yang besar dari Buddha Maitreya. Buddha Maitreyalah yang akan dijadikan doktrin bagi umat Maitreya sedunia. Bukan lagi kita menggunakan doktrin dari Bapak Guru agung dan Ibu Guru Suci. Karena masa telah tiba, Buddha Maitreya semakin di anggap sebagai Buddha pembawa kebahagian dan kasih yang universal bagi seluruh umat manusia yang dahaga akan kasih sayang.

Umat manusia mulai berharap-harap akan munculnya sang duta kebahagiaan untuk melenyapkan segala kekhawatiran dan kegelisahan. Ciri khas dari Buddha Maitreya yang sangat menonjol adalah Beliau selalu tersenyum, senyum Beliau mengandung makna pemakluman, pemaafan, kewajaran, dan rasa kekeluargaan yang amat mendalam dan tinggi. Senyuman dari Buddha Maitreya dapat menghancurkan tembok-tembok pemisah yang ada di dunia.

Beragam bentuk perbedaan ras, bahasa, warna kulit, budaya, suku, dan lainnya, dapat Beliau satukan menjadi satu di dalam kebesaran kasih-Nya yang luar biasa. Buddha Maitreya memandang umat manusia dari segi kekurangan dan kesesatan umat manusia, tetapi Buddha Maitreya selalu memiliki pengharapan dan keyakinan bahwa kita sebetulnya mampu meneladani Beliau.

Meneladani Beliau dengan mewujudkan wajah, prilaku, ucapan, dan berhati kasih adalah sebuah langkah awal untuk semakin merasakan rahmat pengampunan dan pemakluman yang sangat luar biasa dari Beliau.

Oleh: Y.M. Maha Sesepuh Wang Che Kuang

Jumat, 09 Mei 2008

AMANAT SUCI-BUDDHA MAITREYA

AMANAT SUCI - BUDDHA MAITREYA

Misi suci pancaran putih adalah sebuah misi agung yang belum pernah ada sepanjang zaman, sehingga belum pernah ada orang yang berkesempatan bergabung dalam misi suci ini. Namun kini Anda telah berada di dalamnya.

Bumi, gunung, telaga bekerja dengan alami. Pepohonan yang kering kembali bertunas, tumbuh subur mekar berbunga. Lihatlah, alam semesta bekerja dengan gaib namun penuh kewajaran.
Banyak umat manusia tidak bisa berpenampilan wajar, energi jiwa dan raga terkuras habis oleh pikiran khayal dan jiwa yang gelisah. Hidup berlalu dengan sia-sia, penuh beban derita.

Melihat dan mendengar Sang Sejati (Hati Nurani) adalah hal yang sederhana. Namun manusia menganggapnya sebagai sesuatu yang sulit. Kemelekatan, keakuan, dan ego-lah, yang membuat umat manusia menyimpang dari kewajarannya.
Lihatlah dunia ciptaan Laomu yang mahaindah, mahasejati, dan mahabajik ini dengan mata yang jernih. Maka Engkau pun akan mengetahui bahwa segala sesuatunya berada di bawah kendali Hukum Kebenaran Tuhan.

Dunia yang kotor dan penuh kejahatan akan disucikan dan diubah menjadi dunia yang bersinar terang. Dan Anda sedang berada di dalam proses perubahan ini.

Dunia dipenuhi peristiwa yang memprihatinkan. Bencana yang terus terjadi dengan jelas menunjukkan akan adanya perubahan besar pada masa sekarang dan mendatang.

Mata manusia hanya melihat sisi gelap dunia. Siapakah yang menyadari, bahwa dibalik semua itu telah hadir cahaya terang penyelamat dunia. Maha Tao Maitreya, bahtera penyelamat di tengah samudera samsara, inilah terang di tengah kegelapan. Dan yang terlebih penting lagi adalah di dalam diri Anda, terdapat pelita terang untuk menyelamatkan dunia ini.”

Langkah awal membina diri adalah mengenali bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah Buddha. Demikian pula akhir dari pembinaan diri, mengenali bahwa setiap orang adalah Buddha.
Aku begitu bertekad untuk menyelamatkan Trilokya adalah dikarenakan kepercayaan-Ku yang mendalam terhadap kalian. Segala kemunafikan dunia hanyalah fenomena sementara yang palsu belaka. Hati nurani-lah sang sejati yang jujur, suci, dan tiada keakuan. Dan hati nurani ada di dalam diri setiap orang. Inilah yang menjadi sumber kepercayaan-Ku yang tiada tiara.

Membina diri meskipun hanya seorang diri yang berjuang di tengah samudera luas, begitu kesepian, namun tetaplah beriman pada Laomu dan percaya pada Kakek Guru (Buddha Maitreya). Terus maju berjuang, maka tujuan pun akan berhasil dicapai.

Anggaplah segala celaan dan fitnahan sebagai tiupan angin yang berlalu di samping telinga. Dengar dan jalankan suara nurani, maka semua yang Anda amalkan dalam hidup akan menjadi sejarah pancaran putih.

Membangun dunia sukawati adalah perjuangan bersama Kakek Guru dan murid. Kalianlah yang kelak akan menjadi warga di dalamnya. Oleh karena itu, tegakkan rencana besar, jangan lagi mempermasalahkan hal-hal kecil. Berpadulah dalam misi suci gemilang ini, janganlah terperdaya oleh masalah di depan mata. Tampilkan hati kasih dan kelapangan jiwa. Jadilah si lugu yang berhati polos, yang menerima dan menghadapi segalanya dengan jiwa nan hening.
Wajah kasih-Ku bukanlah dibuat-buat, tapi sebuah wajah kasih yang berpancar dari kasih sejati dan kelapangan jiwa.

Semoga semakin banyak insan yang terselamatkan. Semoga semakin banyak insan yang menyadari dan menginsafi Buddhata dalam diri. Aku akan selalu menyambut kalian dengan senyuman kasih.

Tak perlu memiliki mata yang mampu melihat masa depan. Ketahuilah, yang terjadi sekarang berhubungan dengan masa depan. Tak perlu memiliki kemampuan menembus hati orang. Asalkan Anda menampilkan hati nurani, maka hati nurani orang lain pun akan terketuk.

Kunci sukses menyelesaikan kesulitan dan masalah adalah sebuah hati yang bebas dari kemelekatan dan keakuan. Dari sana, Engkaupun akan menyadari segala kesempatan yang Laomu anugerahkan untukmu.

Tak perlu bersusah payah memikirkan apa kedudukan kesucian yang akan diperoleh dalam pembinaan diri. Hati nurani yang Laomu anugerahkan itulah mustika sejati yang paling berharga.

Jika ingin mengetahui wujud hati nurani, amatilah jagad raya dan alam semesta raya.

Kuasa Laomu bekerja dengan alami, mukjizat, dan luar biasa. Kepintaran manusia tidak akan mampu mengungkapkan kegaibannya. Segala ciptaan-Nya berjalan dengan selaras dan seimbang. Namun dikarenakan ulah manusia yang tidak wajar, dunia menjadi semakin kehilangan keseimbangan. Ini adalah sebuah fenomena yang berbahaya!

Setiap insan manusia memiliki hati nurani, kenyataan ini tidak bisa dipungkiri! Berbagai ketidakbahagiaan, kekhawatiran, dan kepedihan adalah karena manusia mengabaikan hati nuraninya.

Bagaimanakah merasakan sukacita nurani? Tebarkan kasih, memberi perhatian, memaklumi dan memaafkan kegagalan dan dosa-kesalahan orang lain. Inilah salah satu syarat sukacita nurani.

Untuk mengubah samudera duka menjadi bumi surgawi, demi mewujudkan taman sukacita semesta, hal penting yang harus diketahui terlebih dahulu adalah menyadari bahwa semua manusia merupakan anak dari satu Bunda yang sama, mengenali bahwa semua adalah saudara.

Menyelesaikan berbagai masalah dalam hidup juga merupakan sebuah kebahagiaan dalam membina diri. Inilah kesempatanmu untuk mengembangkan cinta kasih dan kebijaksanaan.

Dunia berubah dengan begitu cepat, informasi berkembang dengan pesat. Manusia semakin terjatuh dalam kesesatan, dan tak menyadari bahwa kelak bumi suci akan terwujud di dunia ini. Sibuk terbawa arus zaman, letih menderita tanpa arti. Namun, kalian telah mendapatkan Maha Tao dan ikut berjuang di dalam misi suci. Berbahagia dan penuh optimisme, bersama berdiskusi, menyusun rencana untuk menyongsong hari esok yang penuh harapan.

Kini, Engkau telah membina diri, ibarat telah memasuki gua yang penuh mustika. Janganlah masuk gua mustika, tapi keluar dengan tangan hampa. Galilah Mustika sejati yang ada di dalam dirimu. Jangan sia-siakan hidup untuk menyimpan dan mencari mustika di luar yang sementara.
Kasih dan sukacita, semakin dipancarkan semakin berpancar terang, maka akan semakin mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, semakin melampiaskan rasa benci, tidak puas, dan iri, akan semakin mendatangkan ketidakbahagiaan dan penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain.
Pedoman dan cara membina diri dalam masa pancaran putih telah Aku sampaikan. Demi mewujudkan bumi suci, Aku terus memilih kader. Asalkan Kalian memenuhi persyaratan dan berjalan sesuai dengan apa yang digariskan, maka keberhasilan di kemudian hari adalah sebuah kepastian.

Pahamilah pergerakan arus zaman sejak dahulu hingga sekarang, sejak kini hingga masa depan. Berjalanlah ke arah masa depan yang tepat. Ingatlah selalu apa yang Kusampaikan dan amalkanlah dengan nyata.

Pada saat ini dan kapan saja, asalkan mengingat kata-kata-Ku dan berjuang dengan berpijak pada kasih, maka Aku akan mengutus Para Buddha dan Dewa untuk membantu kalian meraih kesuksesan.

Aku sampaikan sebuah harapan, tak ada seorang pun yang boleh ditelantarkan. Dari dasar hati Aku berharap, semoga setiap orang menjadi kader-Ku yang handal.

Ahli Bahasa : Tim Maitreyawira

Artikel ini di ambil dari www.maitreya.or.id

Kamis, 24 April 2008

Memahami Hukum Karma Bab 9

BAB IX

CARA TERBAIK UNTUK MENGHAPUS DAN MERUBAH NASIB BURUK MENJADI NASIB BAIK

Keng “Ta Pai San Kai Fu Mu Sin” adalah yang khusus dibaca oleh aliran Mi Cung dalam agama Buddha. Keng ini sangat sederhana upacaranya pun sederhana namun hasilnya luar biasa, mempunyai kesaktian yang tak dapat diduga.

Orang yang membaca Keng ini dapat memukul mundur semua setan dan musuh, melumatkan semua mantra jahat, menghindari semua malapetaka, menaklukkan semua hantu dan setan, menghilangkan segala penyakit yang aneh-aneh hingga tercapailah ketentraman hatinya. Semua permohonan baik rejeki, usia, perjodohan, keturunan, kecerdasan, usaha, kesembuhan, merubah permusuhan menjadi persahabatan, perkara pengadilan menjadi perdamaian, terhindar dari kecelakaan jalanan yang tiba-tiba dsb, semua akan terkanul dan berhasil. Orang yang memebaca Keng ini akan sering disenangi dan dilindungi Malaikat, akan menerima karunia besar dan selamat, besar amalnya.

Uapacara dan caranya sbb:

Letakkan diatas altar “Patung Ta Pai San Kai Fu Mu” dan Keng Lun” untuk pemujaan (boleh pula hanya memuja patung/gambarnya atau Keng Lun saja. Sebaiknya Keng Lun ditulis dengan huruf putih diatas kaca bulat yang bertepi kuning, lalu pengilon ini dipuja). Dengan air putih (yang sudah masak), kembang segar, buah-buahan.

Saat membaca:

  1. Cuci tanagan, membakar dupa, menjura
  2. bacalah :

“Dengan sujud mempersilakan “Ta Pai San Kai Fu Mu” sebanyak 3 kali.

  1. bacalah sekali :

“Semua Ju Lai yang mahaluhur yang berubah menjadi Thien Mu. Pai San Kai nan Mahawibawa dan Maha Mulia”, lalu sujud.

  1. Bacalah :

“Hung Cing Kang Ting S Ta We Shen Mu, Ji Jien Sou Shen Mu, Jien Mien Shen Mu, Pai Jien Wan Yen Shen Mu, Pu Erl Ce Yan, Ji Cung Siang Cing Kang Gwan Kwan Ta Shen Mu, Cu Cai San Cie Cung Wei, mohon perkenankanlah hamba (sebutkan nama mu sendiri) dan semua umat, makhluk yang tak berwujud, hantu yang berwujud dan segala malapetaka, terhimpas bersih. Dengan mendapatkan perlindungan Sang Buddha dan Po Sat (Bodhisatva), semua permohonan akan terkabulkan, mendapatkan rejeki, keamanan dan ketentraman serta kesehatan”. Cukup baca sekali saja.

  1. Bacalah dalam hatimu sebanyak 108 kali mantra dibawah ini:

“Oom, Sa Erl Wa, Ta Tha Cia Ta, Unika, Setatapace, Hung Phe, Hung Mama, Hung Hi, So Ha”.

  1. Bacalah :

“Semoga semua kebaktian yang telah dibaca, secepatnya kenan Pai San Kai Mu membawa umatnya yang terhindar dari segala malapetaka”. Bersujud 3 kali.

Biasanya jika tidak berada dirumah, atau berada diatas kapal/ mobil, atau ketika lagi bekerja ataupun lagi berpiknik, juga boleh membaca. Asalkan ketika membaca dalam hatinya membayangkan wajah Fu Mud an membaca: “Dengan sujud mempersilakan Ta Pai San Kai Fu Mu” sebanyak 3 kali, kemudian baru membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu tersebut dalam hati dengan jumlah tanpa batasan.

Membaca mantra ini harus penuh dengan ketekunan dan kepercayaan, tiap hari membacanya, lambat laun dengan sendirinya akan timbul kekuatan yang tiada batasnya. Penulis pernah mengajarkan mantra ini kepada banyak orang. Ada orang yang sakit lama tidak juga sembuh, setelah membaca mantra ini selama 2 bulan, diobati oleh seorang dokter lantas menjadi sembuh. Ada sebuah keluarga dimana semua anggota keluarganya bergiliran jatuh sakit, setengah tahun tidak henti-hentinya, setelah diperiksa baru diketahui bahwa dirumahnya ada makhluk halus yang lagi menggangu. Setelah mengajar membaca mantra ½ bulan, sekeluarganya tidak sakit lagi. Ada orang yang pekerjaannya tidak lancer, rekan sekerjanya tidak rukun, membaca mantra 7 hari berubah menjadi baik. Ada orang yang mendapat permusuhan dari orang lain, takut dibalas dendam, semangat nya menjadi turun, keluarganya mewakilinya membaca mantra, setiap hari minum air mantra dan memercikkan air mantra kearah musuh, akhirnya tidak ada masalah.

Aliran Mi Cung dalam agama Buddha mempunyai Ta Pai San Kai Fu Mu melindungi Negara, memusnahkan bencana”. Mengumpulkan banyak orang mendirikan panggung mengadakan kebaktian 7 hari, 21 hari atau 49 hari, ini bias membuat sebuah daerah tidak akan mengalami berbagai bencana seperti: bencana angina, bencana banjir, bencana api, bencana gempa, wabah penyakiut, peperangan, dll: menjadikan Negara dan rakyatnya aman tentram.

Ta Pai San Kai Fu Mu mempunyai kekuatan dan kewelas asihan yang tidak dapat diduga.

Lingkaran Mantra Ta Pai San Kai Fu Mu

Mantra Ta Pai San Kai Fu Mu:

Oom, Sa Erl Wa, T Tha Cia Ta, Unika, Setatapace, Hung Phe, Hung Mama, Hung Ni, So Ha.

Lama besar ditibet Cing Kang Sang Se Ni Nha Pu Gung Hay mengatakan: “Dengan memperdalam ajaran Ta Pai San Kai Fu Mu akan mendapatkan wibawa dan kesaktian yang tak terhingga. Bila bertemu dengan musuh besar ia akan terkejut mundur. Segala jin dan pendeta-pendeta jahat pasti akan takluk, dan akan menyirnakan mantra-mantra dari dukun-dukun jahat, bagi yang melakukan nya walaupun tidak sangat panjang usianya namun ia takkan berumur pendek dan mati muda serta terhindar dari mara bahaya, juga dapat menghindari segala bencana banjir, kebakaran, angina topan, amukan senjata tajam, kelaparan, alam dan penjara serta lain-lainnya. Pula dapat terhindar dari kesetanan, gila, minum racun serta penyakit yang sering lupa. Ya katakanlah 1084 macam bencana atau mimpi buruk pada malam hari, mendengar suara atau melihat momok, dll. Semua permohonan pasti terkabul. Bagi yang mendalami atau membaca Keng ini akan sering mendapatk kasih dan perlindungan para Dewa serta mendapat karunianya. Bila menuliskan lalu membaca Keng ini atau memujanya, pahalanya adalah sama. Pada pokoknya mendalami ajaran Ta Pai San Kai Fu MU dan menempelkan Hu Ta Pai San Kai Fu Mu diatas pintu atau dalam rumha, akan mendapatkan wibawa dan kesaktian yang tak terhingga. Untuk penjelasan akan kebesaran mantra ini sebaiknya anda membaca Keng Ta Pai San Kai Cung Tze Do Lo NI yang diterjemahkan oleh Yuen Cin Pien She dan Cen Tze Su Hu.

KISAH NYATA TENTANG KEMANJURAN TA PAI SAN KAI FU MU

Sebenarnya buku ini dalam memperkenalkan kehebatan Ta Pai San Kai Fu Musudah berakhir dan siap untuk dicetak. Tetapi tidak diduga banyak diantara teman dan langgananku yang setelah membaca Keng itu menjumpai berbagai hal yang luar biasa, fakta-fakta yang menggetarkan kalbu ini mendorong aku menulis beberapa kisah nyata tentang kemanjurannya, agar orang-orang dalam dunia ini mengerti kewelas-asihan Sang Buddha dan pahala besar beliau dalam menyeberangkan umatnya untuk lepas dari laut penderitaan.

Tetapi, karena urusanku sangat banyak dak tak ada waktu luang, akhirnya tertunda lagi 3 bulan. Barulah setelah musim semi tahun 1982, aku memilih 6 buah kisah nyat diantara sekian banyak kasus sebagai contoh yang dapat mewakili berbagai kasus. Aku berharap teman-teman yang telah membaca buku ini, akan terketuk hatinya dan merenungkan lebih dalam agar dengan sungguh-sungguh mempelajari KEBENARAN tentang melepaskan penderitaan hidup manusia.

  1. Anak yang matanya berkedip-kedip

Ada seorang teman yang biasanya bertindak sebagai skenario dalam kesenian, orangnya jujur, waktu pertama kali melihat orang-orang memuja Buddha, ia menertawai mereka tahyul, kemudian dengan bertambahnya penjelasan hidup dan pergaulan yang kian luas, tahulah ia bahwa agama Buddha bukanlah munafik dan palsu. Dan pula akhir-akhir ini terjadi sebuah peristiwa yang lebih meyakinkannya pada agama Buddha.

Tahun 1983 sekitar bulan Mei ia pindah kesebuah rumah baru yang terletak dilereng gununh Tze Yin. Sebulan kemudian ia mendapatkan bahwa anaknya yang berusia 6 tahun sering mengedipkan-negdipkan matanya. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Sebenarnya putranya itu memang tampan dan cerdas, pikirnya tak mengapalah hanya berkedip-kedipkan mata. Tetapi, lambat laun ada hal-hal yang kurang beres, putranya dimalam hari sering bermimpi buruk, terkadang berteriak, sehingga anak itu nampaknya kurang gesit dan matanya kian sering mengerdip, lalu dibawanya ke dokter. Hasilnya nihil, sebab matanya tidak merah, tidak gatal dan tidak bengkak.

Tuan Liang mulai menduga bahwa Hong Sui rumah tersebut ada masalah. Dengan dikenalkan oleh teman ia menemukan, secara garis besar ia menceritakan pada ku tentang keadaan putranya. Hatiku sudah dapat menduga. Tepat pada waktu yang disepakati, aku mengunjungi rumah barunya. Setelah kuamati dan kuperhatikan kupastikan bahwa sebelum ia memasuki rumah barunya, sudah ada “Roh Jahat” yang telah menempatinya. Berbagai macam keadaan putra nya, mengedip-ngedipkan mata, terkejut dalam mimpi ketika tidur malamnya, kesemuanya adalah ulah roh jahat itu, amksudnya agar dapat mengacaukan hati putranya.

Tuang Liang berkata bahwa pada tingkatan tertentu iapun telah menduganya, namun tidak berani memastikan nya. Kini jelaslah dapat dipastikan “Makhluk itu”, lalu bagaimana sebaiknya? Kujawab bahwa akan kuusahakan dapat membantunya. Tiba dirumah kubacakan “Mantra Ta Pei” pada air, aku mohon diperkuan bantuan Nur Buddha, disertai beberapa cara kesaktian. Lalu kusuru Tuan Liang memberi minum air itu pada putranya setelah ia tiba dirumah. Seminggu kemudian, tuan Liang menelponku, katanya ternyata berhasil. Putranya sudah tidak lagi mengerdipkan matanya lagi, semangatnya membaik dan tidak pula bermimpi buruk. Kukatakan bahwa masih perlu terus dipantau dan diamati, bilamana tidak ada lagi persoalan, ia tidak perlu menelponku lagi.

Setelah 3 bulan kemudian, tuan Liang mengajakku untuk bertemu muka lagi. Ketika bertemu muka, ia langsung mengatakan bahwa makhluk itu datang lagi dan anaknya mengedip-ngedipkan mata lagi. Kutanyakan padanya, ya seperti dahululah. Lalu kubacakan mantra Ta Pei dan kuberikan air penawarnya, serta memesan agar ia mengerjakan seperti sedia kala. Tak lama kemudian ia menelponku dan katanya semua nya telah beres. Namun lewat dua bulan, tuan Liang memberitahukan makhluk itu datang lagi dan putra nya mengerdip-ngerdipkan mata lagi, kali ini mata agak memerah, tak sama dengan yang dahulu. Benar-benar aneh, kusuru tuang Liang membawanya kedokter mata, ternyata sudah dilakukan dan dokter menganggapnya infeksi dan memberikan antibiotic, tetapi hsilnya putranya lebih hebat mengerdipkan matanya.

Kupikir roh jahat ini tak akan sirna hanya dengan cara yang biasa, terpaska harus memohon Ta Pai San Kai Fu MU agar beliau melepaskan deritanya. Aku membeli sebuah kaca cermin bulat yang bertepi kuning, menyajikan bunga-bunga wangi serta buah-buah untuk upacara. Dengan sujud memohon gara Ta Pai San Kai Fu Mu idatas cermin itu, dengan penuh konsentrasi aku melukiskan sambil membca mantranya. Akupun membayangkan Nur Ta Pai San Kai Fu Mu yang turun dari altar dan masuk kedalam cermin bulat. Selesai kulukis, maka aku bukukan cap jari Tai Pai San Kai Fu MU pada cermin itu. Demikian lah sebuah cermin yang sangat sakti dari Ta Pai San Kai Fu Mu selesai dibuat.

Aku menyerahkan cermin tiu pada tuan Liang dan mengajarkannya membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu, setiap malam membakar Hio memuja cermin itu, dihadapan cermin itu diletakkan setengah cangkir air matang, dengan sujud hati membaca mantra itu sebanyak 108 lebih dan ditujukan pada air itu, kemudian diminumkan pada putranya. Hasil kali ini sangat baik, tuan Liang hanya melakukan 2 malam, ternyata putra nya telah sembuh. Setelah kuamati lagi beberapa waktu, semuanya berjalan lancer. Tetapi kusuru ia tiap malam melakukannya dan air mantranya dibagikan kepada semua anggota keluarga, juga dapat mengambil setengah gelas air minum mantra itu untuk disiramkan keseluruh rumah.

Mantra Ta Pai San Kai Fu Mu mempunyai daya kesaktian yang tidak dapat dibayangkan. Bukan saja dapat menyirnakan semua jin dan musuh-musuh, tetapi dapat menghapus semua bencana dan bahaya, merubah nasib buruk menjadi nasib baik, sebab dikala membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu, akan datang banyak Dewa baik yang datang melindungi. Orang yang dapat dengan tekun membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu adalah orang yang mempunyai rejeki. Dengan kekuatan Buddhanya Ta Pai San Kai Fu Mu memberkahi orang yang membaca mantranya. Karena itu bagi orang yang setiap malam mensujudinya sangatlah besar pahalanya.

Bila tuan Liang dapat setiap malam membaca mantra itu, ia adalah orang yang mujur, penuh daya dan tekat teguh, selama hidupnya sangatlah bermanfaat. Hingga kini setahun sudah putranya tidak lagi terganggu. Anak yang sejak kecil telah minum air mantra Ta Pai San Kai Fu Mu, selama hidupnya akan sehat dan beruntung nasibnya.

  1. Keinginan hatinya terwujud seluruhnya

Ada seorang nona Hu, dia adalah kakak seperguruan (Su Ci) penulis, usianya masih muda. Selesai SLTA segera ia bekerja di pemerintahan. Namun tubuhnya amat lemah, setiap hari rasanya tidak pernah sehat, hal ini disebabkan karena ia rajin membina mental dan pada malam hari harus melakukan kebaktian agama Buddha. Yang dirasakan sangat mengganggu ialah rumahnya terletak di Sa Thien sedangkan tempat kerjanya di Cung Hwan. Setiap pagi harus bangun pagi jam 7.00 secara terburu-buru lalu mengerjar bus dan harus antri (sebab rumahnya jauh dari stasiun kereta api), kemudian transit kereta bawah tanah ke Cung Hwan. Disebabkan waktu berangkat dan pulang kerja kebetulan saat jam sibuk lalu lintas, orang-orang berjubel-jubel, pula harus transit dengan kendaraan lain, setiap hari pulang pergi telah menghabiskan waktu tak kurang dari 2 jam, ini sangat lah meletihkan.

Ibunya sangat menyanyanginya, sering memohon pada Buddha, mengharap agar ía dapat pindah kerja di pemerintahan daerah Sa Thien saja, dengan demikian dapat mengurangi kepenatan dalam kendaraan, juga dapat menghemat waktu 2 jam. Bila. hal ini dapat terwujud, maka alangkah baiknya. Tetapi pekerjaan dalam pemerintahan bukan Se­kehendakmu akan pindah ke mana lalu kemana, banyak hal yang perlu dipertimbangkan, misalnya kepentingan pemda sendiri, tepat tidaknya soal personalia, dll. Oleh karena itu, sungguhpun ía telah mengajukan permohonan untuk pindah kerja, tetapi lama sudah tidak ada balasan­nya. Jadi setiap hari masih tetap harus menderita kepenatan duduk dalam kendaraan.
Hingga pada suatu hari, kedua ibu dan anak datang ke tempatku, kebetulan ada waktu luang sedikit, datanglah ilhamku lalu kukatakan:
“Akan kuajarkan mantra “Ta Pai San Kai Fu Mu”, hal ini berguna untuk kalian” kebetulan mereka sedang mujur lalu segera belajar. Mantra ini sangat praktis, begitu belajar segera mereka bisa. Kuajarkan pula mereka memantrai “air” kemudian menyuruhnya minum. Keluarganya adalah keluarga yang sangat taat pada agama Buddha, setiap Keng Buddha yang didapat, akan mereka baca dengan hikmat dan seksama. Kuanjurkan pula agar mereka baik dalam perjalanan, duduk atau tidur, begitu ada waktu segera membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu. ini mereka lakukan sesuai dengan petunjuk.

Kira-kira sebulan kemudian, datanglah berita baik, permohonan mutasinya diluluskan. Sesuai dengan keinginannya ia dipindah ke Sa Thien, lokasinya hanya 2 menit jalan kaki dan rumahnya. Setelah mutasi ini, nona Hu bekerja penuh dengan kegembiraan, hatinya lebih riang, tubuhnya agak gemuk dan sehat. Betapa hebat kekuatan Ta Pai San Kai Fu Mu, betapa tinggi kemoralannya.

Untuk memperbaiki nasib buruk, agar “Apa yang diinginkan terwujud”, bahkan untuk menjadi Buddha, kesemuanya hanya tergan­tung dan keyakinan dan tekad pada dirimu. Harus dengan sungguh­-sungguh melaksanakan, tak cukup hanya berkata-kata di mulut saja. Banyak orang yang ingin memperbaiki nasib buruknya dikala usaha atau kerjanya tak lancar, hatinya percaya tentang Hukum Karma, yakin dan percaya pula akan ajaran Buddha. Namun ternyata tidak dapat melaksanakan, tak cukup hanya dapat memikir: “Andaikata ada orang yang mau bantu mengerjakan, atau membuatkan Hu atau membacakan Mantra, membantuku mewujudkan keinginanku, sa­ngatlah baik. Setelah urusan usai nanti, pasti akan kuberikan imbal­annya”. Ada pula yang berpikir:” Usahaku buruk, pikiranku butek, untuk mengerjakan sendiri tak ada gairah, mana mungkin?” Ada pula orang yang tatkala usahanya lancar, menyuruhnya membaca Keng Buddha, jawabnya:” Segala usahaku lancar, masih perlukah itu? Kini aku sangat sibuk, lain kali saja”.

Nanti bila usahanya mandek, barulah ia mencariku, kuanjurkan membaca Keng Buddha, tetapi jawabnya: “Kini aku sedang menganggur, makanpun rasanya segan, tidur tidak tenang, tak ada gairah, sebaiknya anda saja yang membantu aku membaca”. Orang tersebut diatas benar-benar membuang waktu saja, sungguh sayang. Kasus nona Hu dapat dijadikan sebagai cermin bagi mereka.

  1. “IBU, MENGAPA HARI INI KAMAR MENJADI TERANG?”

Ny. Feng adalah seorang Kristiani, iapun lama mengenalku. Akhir-akhir ini nasibnya kurang baik, dia menghadapi peristiwa-­peristiwa yang merupakan pukulan-pukulan beruntun, hal yang sulit diuraikan.Mulanya ialah suaminya yang menyeleweng, melupakannya dan anak-anaknya. Pukulan ini masih dapat ia tahan.

Dengan sedikit uang tabungannya ia kerja sama dengan orang lain membuka sebuah boutig, ía berharap hidupnya ada sandaran, dapat mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang berguna. Tak disangkanya teman wanita yang kongsi dengannya menyandarkan sedikit kekuasaan yang ada pada suaminya, serta ny. Feng tidak mengerti bahasa Inggris, seorang janda yang lemah, mereka berkomplot dan memperdayakannya dalam pasal­-pasal kontrak kerjasamanya, lalu mengangkangi semua boutig itu.

Kedua pukulan ini telah memutuskannya untuk bunuh diri, tetapi akhirnya ia tegar untuk meneruskan kehidupan ini. Lalu ia berusaha sekuat tenaga, mencari jalan untuk meminta keadilan, namun dise­babkan lawannya berkuasa dan sebelumnya telah memasang jerat yang sangat rapi, lagi pula tak ada orang yang berani membantu berperkara, ia menjadi sangat terjepit, ibarat meminta pada Bumi dan Langit tak ada tanggapan sama sekali.

Pernah ia mencariku untuk meramalkan nasibnya, ternyata me­mang sangat buruk. Bagaimana baiknya? Aku menganjurkannya memohon pada Po Sat dan membaca Keng agama Buddha, namun ia mengatakan bahwa seorang Nasrani tidak menyembah Buddha, Den­gan sabar kujelaskan padanya “Kristus, Hutco, Tao Cu. bagi mereka diatas langit itu tidak ada pintu pemisahan, yang memisahkan pintu satu agama dengan agama lain ialah Egoisme manusia sendiri. Jika diantara para Kauw Cu (pimpinan agama) terdapat pintu pemisahan diatas sana, bukankah antara mereka dapat berkelahi?”. Setelah kuuraikan agak panjang soal-soal semacam ini barulah ia ragu-ragu. Kunasehati membaca Keng Kwan Se Im Ceng Cing dan Chi Fu Mye Cue Cen Cing, ía menyanggupinya. Namun disebabkan rintangan yang sangat berat dan belum waktunya menerima karunia, Keng tidak dibaca dengan tekun, tetapi hanya pada “waktu ada luang”, jadi dalam setahun tidak seberapa kali jumlahnya, tentu belumlah berhasil.

Selama ini ia dan kedua anaknya sering sakit bergiliran. Anaknya yang kecil terjatuh dan tempat yang tinggi sehingga patah tulang lengannya dan dokterpun menyambung kurang tepat. Putri yang sulung terserang flu beruntun berbulan-bulan tidak sembuh. Tidak sedikit biaya dokter yang dikeluarkan, benar-benar suram perjalanan hidupnya. Ada lagi suatu hal yang aneh ialah kedua anaknya sela­manya tidak berani tidur dalam kamar tidur, lebih suka tidur di ruang tamu, jika ditanya mereka akan menjawab: “Dalam kamar itu gelap sekali dan ada hantu yang selalu mengikutiku, sangat ngeri”. Padahal dalam kamar ada jendela dan lampu, penerangannya sangat cukup, ny. Feng sering memarahi putrinya yang baru berusia 9 Tahun : “Anak kecil banyak menonton TV, bicara sembarangan”. Tetapi biarpun digusari anak ini tetap tidak berani tidur dalam kamar.

Kira-kira 3 bulan kemudian, Ny. Feng datang lagi mencariku sambil menceriterakan keadaannya. Ia minta kuramal nasibnya, hasilnya tetaplah sangat buruk. Dalam keadaan mi kuminta Ia agar membaca Keng, mungkin karena nasehatku yang tidak henti-hentinya, akhirnya ia menyanggupi akan melakukan dengan rajin dan sungguh­-sungguh. Melihat keadaannya aku siap mengajarkannya Keng Ta Pai San Kai Fu Mu, tetapi kuminta agar ia membaca lebih dahulu Keng Kao Wang Kwan Se Im Cen Cing sebanyak 1000 kali, barulah menemui aku lagi. Inipun ia sanggupi. Lalu kubeli sebuah cermin bulat yang bertepi kuning, sesuai dengan cara dan upacaranya telah kubuatkan cermin yang bermantra Ta Pai San Kai Fu Mu. Tatkala ia datang aku menyerahkan cermin ini padanya berikut kaset mantranya dan kuajar­kan pula memantrai air. Setelah selesai ia membaca mantranya, air itu diminumkan pada seluruh anggota keluarga dan disiramkan juga pada rumah, demikian pesanku barulah ia pulang.

Hari ketiga ia menelponku, katanya: “Tuan Liu, cerminmu sangat hebat, di malam pertama aku telah melihat hasilnya”. Kuminta ía menceritakan lebih lanjut. Katanya setelah membawa pulang cermin itu, diletakkannya pada meja kamar untuk dipuja, lalu ia mulai belajar membaca, dan dengan cepat ia sudah bisa, kemudian dimulai meman­trai air yang pertama, selesai yang pertama ini, anak-anaknya belum pulang sekolah. Tatkala kedua anaknya tiba di rumah, setelah mele­takkan tas sekolah dan memasuki kamarnya, mereka dengar suara keras bertanya: “Ibu, mengapa hari ini kamar terang benderang?” Sejak hari itu, setiap malam anaknya lebih senang tidur di dalam kamar. Katanya bahwa kini yakinlah dia dan penuh percaya, Se­lanjutnya akan terus membaca dengan tekun dan baik. Aku memberi dorongan bahwa ini barulah permulaan saja, untuk memperbaiki nasib yang buruk, haruslah “Dilakukan” dengan sepenuh hati dan seksama. Buddha adalah Maha Pengasih, jika anda memintanya dengan penuh kepercayaan, kejujuran dan tekad yang kuat, pastilah ia akan datang menolong anda menyeberangi lautan penderitaan. Jika ia tidak datang menolong anda terbebas dan kesulitan bukanlah Buddha namanya.

Keterangan: menurut ny. Feng kemudian, ia telah menyadari bahwa perjalanan hidupnya yang demikian buruk adalah karmanya. Ia teringat ketika masih kecil, ia tinggal di luar negeri bersama tacinya berdua. Mengikuti petunjuk tetangganya, mereka sering menangkap kucing-kucing kecil dan dimasukkan ke dalam keranjang lalu dibe­namkan di dalam air hingga mati. Ya banyak jiwa yang telah dibunuh, inilah dosa besar yang telah dibuatnya, yang berakibatkan kini nasibnya sangat buruk, penuh dengan rintangan dan siksaan. Kini kakak perempuannya masih ada di luar negeri, ternyata nasibnya jauh lebih buruk dari padanya, tak hanya perkawinannya senasib dengan­nya (tidak bahagia dan cerai), lebih celaka lagi menderita penyakit saraf dan jiwa. Hal ini sangatlah menggangu seluruh anggota keluarga, tak ada lagi ketenangan dalam rumah itu

Ny. Feng memikirkan pula adik laki-lakinya yang dimasa mu­danya sering membunuh burung-burung selama beberapa tahun, sangat beratlah dosanya. Akhir-akhir mi nasibnya mulai memburuk, ia belajar di luar negeri. Sekali dikala lagi menyetir mobil, terjadilah peristiwa yang aneh. Dalam keadaan yang tidak terlihat, ia menabrak hingga luka berat seorang anak kecil. Selanjutnya ia frustasi, tidak ada gairah sama sekali, pelajarannya mundur banyak, ujiannya gagal, mungkin hari depannya akan lebih suram. Ny. Feng menceritakan bahwa setelah ia membaca buku Buddha, sadarlah ia akan Hukum Karma. Dengan menghubungkan nasib kakak dan adiknya kian jelaslah baginya bahwa sebab dan akibatnya sendiri itulah yang menguasai seluruh perjalanan hidupnya.

Ia merasa dirinya sangat beruntung, tidak hanya telah mengerti hal ini (tidak lagi menyalahi orang lain), iapun mendapatkan kesempatan untuk mem­perbaiki nasibnya sendiri, berkat membaca buku-buku dan Keng Buddha. Yang disayangkannya ialah keluarganya termasuk kedua orangtuanya tidak percaya pada Buddha, sehingga dia hanya bisa menghela napas panjang tanpa dapat membantu kakak dan adiknya yang bernasib buruk. Ayahnya tinggal di Hong Kong, ia menderita migrain tanpa tersembuhkan oleh dokter. Pernah ia mencoba mem­bacakan mantra Ta Pai San Kai Fu Mu untuk memohon penyembuhan bagi sakit kepala ayahnya, demikianlah ía lakukan beberapa hari, lalu ia menelpon ayahnya untuk menanya bagaimana dengan penyakit kepalanya, ayahnya menjawab bahwa entah kenapa telah beberapa hari penyakit kepalanya tidak kumat lagi. Hal ini sangat menggembi­rakan ny. Feng, kian percayalah ia dan tiap hari ia membaca beratus kali mantra, ia bertekad membaca seumur hidupnya. Jadi ny. Feng adalah orang yang beruntung.

Ini sebenarnya hal yang sangat sederhana, orang yang telah membunuh, roh-roh itu akan mendendamnya, selalu mengikutinya atau melekat padanya dan melakukan pembalasan dengan berbagai macam cara. Roh-roh yang dendam ini dapat membuat bangkrut musuhnya, atau ia terpidana hingga dipenjarakan, atau jatuh marta­bat dan namanya, atau perkawinannya gagal atau tertubruk mobil atau dirampok maupun diperkosa, mungkin pula menderita penyakit yang aneh dan tidak tersembuhkan atau tidak akur dengan sanak saudara, dll. Kesemuanya ini adalah pembalasan yang dilakukan oleh roh-roh yang mendendamnya.

Tidak sedikit wanita yang menggugurkan kandungannya, ia akan menerima berbagai pembalasan dan roh-roh janin itu, kian banyak menggugurkan kian banyak pula pembalasannya. Cara yang terbaik untuk mengurangi dosa-dosa dan pembalasan roh-roh yang dendam ialah membaca Keng Buddha, dengan Nur yang bermoral tinggi dan Sang Buddha, dapatlah menyirnakan roh-roh pendendam, terutama dendam kesumat mereka.

Betapa harus dikasihani bagi orang-orang yang tidak mengerti Buddha, orang yang tidak percaya ajaran Buddha, orang yang tidak kenal Hukum Karma, atau orang yang mengerti tetapi tidak mau melakukan ibadahnya.

  1. BARANG ANTIK YANG MEMUSINGKAN KEPALA

Ny. Huang yang tinggal di lereng pegunungan, ia amat kaya. Dia dan suaminya merupakan orang terhormat di Hong Kong. Yang sulit ditiru ialah mereka berdua gemar beramal, berbagai organisasi sosial disitu mendapatkan bantuan mereka, selama puluhan tahun mereka selalu beramal tanpa mau ketinggalan sama orang lain.

Namun 2 atau 3 tahun akhir-akhir ini dalam rumahnya telah terjadi beberapa peristiwa besar. Kedua suami istri ini secara bergiliran masuk rumah sakit dan dioperasi besar, bahkan suaminya harus dibuang sebuah ginjalnya. Ada seorang anak perempuannya bertempat tinggal tidak jauh darinya, waktu ia mengendarai mobil pergi menengok temannya, mobilnya diparkirkan pada sebuah lapangan yang agak miring. Tatkala ia baru saja meninggalkan mobil itu, tiba-tiba mobil kosong itu berjalan sendiri, sewaktu putrinya membuka pintu mobil hendak mengeremnya, bahkan terseret hingga beberapa meter dan melukai kaki tangannya. Sedangkan mobil kosong itu terus meluncur dan melukai lagi dua orang. Sejak itu watak putrinya berubah sama sekali, dahulu penyabar dan halus, sehingga mendapat julukan “nona senyum manis”, kini menjadi pemberang dan sering memaki orang, bagaikan berubah menjadi dua orang. Lebih menyedihkan lagi ialah putrinya yang dahulu sangat berbakti dan baik padanya, kini menjadi sering memakinya dan membencinya, hal ini benar-benar tidak habis dipikir. Selain itu, ny. Huang mempunyai penyakit pusing kepala. Baik dalam rumah maupun diluar rumah kepalanya tetap terasa pusing, tidak sedikit dokter-dokter ahli yang memeriksanya namun tidak bisa mendapatkan penyebabnya dan hanya dapat mengatakan ia “saraf lemah”, ratusan macam obat tidak berhasil menyembuhkannya.

Dengan melalui perantaraan teman ia menemuiku. Ia menduga Hong Sui rumahnya kurang baik, namun ia telah lebih 20 tahun menempatinya, dan dahulu tidak pernah terjadi sesuatu. Sebelumnya iapun telah mengundang beberapa ahli Hong Sui untuk melihat rumahnya, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa. Setelah kuhitung-hitung ramalan mengatakan bahwa berbagai peristiwa yang timbul disebabkan oleh adanya gangguan semacam “roh jahat”. Secara garis besar kujelaskan padanya, sedikitpun ia tidak merasa aneh. sebab sudah agak lama ia menduganya. Seharusnya orang seperti ny. Huang yang banyak beramal tentunya dilindungi oleh Dewa baik, mengapa masih ada roh jahat yang mengganggunya? Hal ini meru­pakan suatu teka-teki dalam hatiku, namun belum segera dapat kupecahkan.

Tak lama kemudian, ny. Huang mengundangku melihat rumahnya. Memang aku ingin coba melihat rumahnya sehingga aku segera menyanggupinya. Tepat pada waktu yang disepakati, kubawa sebuah cermin yang telah dimantrai beserta dengan istriku menumpangi mobilnya. Setelah tiba di rumahnya, kami turun dari mobil. Belum lagi menaiki lift istriku mulai merasa pusing kepala, sedang aku sendiri setelah memasuki rumahnya kira-kira setengah jam kemudian mulai pusing sedikit, saat ini istriku sudah sangat pusing.

Hal yang paling menyolok dalam rumahnya ialah dua ruangan besarnya penuh dengan barang antik, berbagai macam perhiasan dan ukiran dan batu giok kraton-kraton kuno memenuhi almari dan sangat menarik. Ny. Huang memberitahukan bahwa suaminya sangat menyukai barang-barang antik. Ia adalah seorang pengumpul barang antik, se­hingga begitu banyaklah barang antiknya. Tetapi ia sendiri sangat mencurigai dua buah barang antik, bukan mencurigai keasliannya melainkan menduga kedua barang itu membawa “roh jahat”, sebab sering merasakan bahwa kedua barang antik itu membuatnya tanpa terasa dingin berdiri bulu romanya, seakan-akan ada bayangan yang selalu mengancam hatinya. Ditunjukkannya kedua barang antik itu padaku, kudekati kedua barang itu, diantaranya terdapat sebuah barang keramik yang tingginya 1 meter dengan bentuk yang kurang menarik. Ia disimpan di pojok dan didepannya dikeilingi oleh beberapa barang antik yang lebih besar, barang antik tersebut memberikan kesan kepadaku agak istimewa. Aku memastikan bahwa inilah barang yang mempunyai keanehan, roh jahat justru bersembunyi didalamnya dan roh jahat ini bukanlah roh yang biasa, tetapi termasuk roh yang agak ganas. Kemungkinan barang antik ini adalah benda kesayangan­nya sebelum ia mati, kemudian setelah ia mati dikuburkan bersa­manya. Lalu digali oleh orang dari kuburnya, roh ini tidak sirna dan tidak rela, dengan rasa dendam melekat didalamnya, siapapun yang membelinya atau memilikinya pasti akan mendapatkan balas den­damnya, karena banyak peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.

Orang yang banyak beramal sungguhpun dapat ditolong dari peristiwa-peristiwa yang buruk, namun tidak bisa terhindar dan pembalasan roh jahat itu, sebab inipun termasuk Hukum Karma. Karena anda telah merebut benda kesayangannya sewaktu ia masih hidup, sama halnya merampok hartanya. Apalagi benda ini didapatkan­nya dengan melalui penggalian kuburan orang lain (kemungkinan sewaktu lagi menggali telah menghancurkan tulang belulang almarhum), karenanya Ia mau membalas dendam. Menghadapi roh jahat penden­dam ini, sebaiknya mengundang tosu (pendeta) yang berilmu tinggi, dengan Ti Chang Wang Pu Sat Ta Tze Pei untuk melepaskannya dari keadaan sekarang. Pendeta harus mendoakannya agar rasa den­damnya sirna, agar ia mau menerima pelepasan atau pemilik benda sekarang membaca Ta Pai San Kai Fu Mu dalam jangka lama, sebab orang awam ilmunya rendah, harus tekun melakukan pelepasan perasaan dendam dalam waktu yang lama.

Setelah kuketahui keadaan barang antiknya, terasa tak mu­dahlah mengerjakannya, ingin membantunya namun belum pasti dapat tuntas. Yang paling mengecewakan ialah pemilik benda antik itu tidak tertarik pada “membaca Keng”. Jika menganjurkannya supaya dalam jangka panjang membaca mantra dan minum air yang telah diisi mantra, pastilah ditolak. Karenanya aku hanya dapat melakukan sedapat mungkin, lalu kuambil cermin Ta Pai San Kai Fu Mu, mengisi setengah cangkir air, memasang dupa, dengan hormat mengundang Ta Pai San Kai Fu Mu turun ke bumi, dan membuat persembahan sederhana, kemudian menghadap cangkir tadi aku mulai membacakan mantranya. Kira-kira setengah jam kemudian, kuberikan separuh dan air dalam cangkir pada semua anggota keluarga untuk diminum dan separuh lainnya kusiramkan pada seluruh rumah, terutama aku menyiramkan beberapa kali pada barang antik tersebut. Memang agak aneh, setelah air kusiramkan, istriku sudah tidak lagi pusing kepala, aku sendiripun entah sejak kapan tidak pusing kepala lagi.

Tetapi, urusannya tidaklah semudah itu selesai. Hari kedua setelah pulang ke rumah kepalaku mulai pening, lambat laun kian menghebat, seperti bergelombang, rasanya mual hendak muntah. Setelah kupikir dengan cermat, sadarlah aku bahwa roh jahat yang ada di rumah ny. Huang telah mengikuti aku pulang ke rumahku. Aku memastikan bahwa di pihak ny. Huang kini sudah tidak ada lagi masalah. Segera kusuruh istriku menelponnya, katanya setelah aku dan istniku pergi dari rumahnya, 80% penyakit kepalanya telah hilang. ini membuktikan dugaan tepat, roh itu pasti telah mengikutiku dan membuat aku pusing kepala berarti memberi ku tanda, hal ini lebih mudahlah.

Dengan perlahan-lahan aku mulai melakukan ibadah di depan altar Buddha. Setelah 2 jam membaca Keng, diantaranya tentu juga ada mantra Ta Pai San Kai Fu Mu, aku berharap semoga roh ini men­dapatkan Nur Buddha, dan dapat masuk ke sebuah lingkungan yang ía senangi. Keesokan hari setelah aku bangun, pusing kepalaku telah lenyap sama sekali.

  1. KEMANJURAN DOKTER

Ny. Wang yang beranak lima itu sekeluarga secara bergiliran jatuh sakit, jika bukan ini sakit kepala pasti yang itu demam, yang satu baru saja sembuh dan batuk-batuk, yang itu terkena flu. Begitulah berlangsung beberapa bulan dan telah menghabiskan tidak sedikit biaya ke dokter. Ia sendiri sudah agak lama menderita penyakit wanita, berbagai dokter dan tabib belum juga dapat menyembuhkannya. Akhirnya setelah minum resep yang diberikan seorang sinshe tua, agak mendingan namun terkadang kumat lagi, hal ini juga telah berjalan lama. Ia pun sering mengunjungi sinshe tua itu, biarpun tidak tuntas tetapi dapat untuk menahan sedikit derita.

Suatu hari ía menemuiku untuk dinujum, hasilnya menunjuk­kan bahwa ia pernah menggugurkan kandungan, jadi penyakitnya sulit disembuhkan, untung tidak sampai minta korban jiwanya. Hal ini kujelaskan padanya dan ia mengakuinya, lalu ía bertanya adakah jalan lain untuk menolongnya? Kujawab: “Bila anda mau dalam jangka waktu lama membaca Keng Buddha, ditambah melepaskan makhluk berjiwa, mungkin masih dapat ditolong”. Dengan sedih ia katakan bahwa ekonominya tidak baik, beban kehidupan berat dan untuk ke dokter saja telah menghabiskan banyak uang, tidak ada biaya untuk melepaskan makhluk berjiwa. Kukatakan:”Melepaskan makhluk hidup dan beramal, nilainya ada pada kehendak hati, bukan berapa uang yang dikeluarkan. Jika setiap hati anda menghemat 1 yen, dalam sebulan menabung 30 yen, satu tahun 360 yen, ini cukup banyak bukan? Ditambah biasanya tidak membunuh makhluk hidup. Tidak ada urusan yang sulit dalam dunia, yang penting harus ada tekad”. Ia mengakui bahwa kata-kataku beralasan, maka disanggupinya.

Kuajarkan pula ia membaca mantra Ta Pai San Kai Fu Mu dan minum air mantranya. Dengan senang hati ia belajar. Kulihat ia ber­sungguh-sungguh, lewat beberapa hari aku menyumbangkan sebuah cermin yang telah kuisi dengan mantra kepadanya untuk dipuja. Ia adalah seorang yang jujur, apa yang ia katakan pasti ia jalankan. Tiap ­hari membaca Keng, baik duduk, rebah, selalu menghafalkannya, tiap hari minum air Hu dan dibagikan pula pada seluruh anggota keluarga. Sungguh ajaib, seminggu kemudian kelima anak-anaknya tidak perlu lagi ke dokter, mereka semuanya telah sembuh. Ny. Wang sendiri tetap pergi berobat pada sinshe tua. Setengah bulan kemudian muncullah keajaiban, resep yang sama yang dibuat oleh sinshe tua itu, biasanya kadang-kadang berhasil dan juga terkadang tidak berhasil, kini jadi sangat manjur, hasilnya menjadi lebih baik.

Pada suatu hari ia mengantarkan uang untuk biaya pelepasan makhluk hidup, kulihat ada 300 yen lebih. Kutanyakan dari mana uang sebanyak itu, dengan tertawa ia rnenjawab:”Uang yang kuhemat tidak pergi ke dokter”. Kusuruh ia sendirii yang mengirimkan uang itu pada alamat “Majalah Bulanan Agama Buddha” untuk sebagai biaya pelepasan. Telah 5 bulan sudah, kini ny. Wang berwajah agak merah, hatinya riang. Menurut katanya seisi rumah tak ada yang sakit lagi, ekonominya lebih baik, juga nasib suaminyapun berubah baik, ya segalanya sudah kecukupan. Tidak ia sangka demikian baiknya Sang Buddha, kini setiap hari ia membaca Keng tanpa alpa. Benarlah bahwa tak ada urusan yang sulit dalam dunia asalkan ada tekad.

  1. KEWIBAWAAN MENAKLUKKAN KAWANAN MOMOK DAN SETAN

Aku mempunyai seorang Su Heng yang bermarga Khu. Telah beberapa tahun ia mempelajani Tao, telah berhasil menghubungkan titik Yen dan Tu, setahun yang lalu ia telah saudara dibaptis sebagai murid “Ling Sien Cen Fu Cung”, kami telah menjadi saudara sepergu­ruan. Dia dan istrinya memang berbakat, indera ke 6 istrinya lebih baik, sering dapat melihat dunia roh. Yang lebih istimewa, kedua suami istri ini masih muda dan lulus sebagai sarjana, keduanya adalah psikiater yang telah terdaftar di pemerintahan.

Sekitar bulan Juli tahun 1984, disebabkan karena tempat usahanya kurang luas, dan kebetulan tetangga dekatnya hendak menjual tempat usaha, lalu dibelinya. Ternyata tempat ini dahulu sebuah rumah tinggal, entah kenapa telah berganti penghuni beberapa kali, tetapi tidak ada yang bisa tinggal lama dengan cepat tiba-tiba mereka pindah. Su Hengku menilai harganya tidak mahal dan cocok baginya, 1alu memberikan uang muka, ia mengambil keputusan untuk membelinya. Siapa tahu begitu keputusan diambil, belum lagi ditanda­tangani di muka notaris, telah terjadi serentetan peristiwa yang tidak menguntungkan. Hanya dalam waktu 5 hari saja, tiba-tiba telah terjadi bermacam-macam perkara yang menyulitkan. Tanpa sesuatu sebab ia dimaki-maki orang, pekerjaan yang baik tadinya mendadak dapat terjadi kesalahan, keluar berjalan-jalanpun dimana saja juga menjumpai hambatan. Perasaan hatinya yang tenang mendadak berubah menjadi berang, sampai ia sendiri tidak tahu apa sebabnya. Malam hari tidur tidak tenang. Pokoknya macam-macam hal seperti itulah, seolah-olah akan datang mara bahaya.

Khu Suheng mencariku untuk menujum dirinya. Setelah kude­ngarkan ceritanya: “Tak perlu dinujum lagi, dalam tempat yang baru itu ada roh jahatnya” kataku. “Mengapa ia harus berbuat demikian ter­hadap diriku?”. “Oh, .itu mudah dijelaskan, waktu masih hidup ia pastilah pemilik rumah itu, setelah meninggal ia masih merindukan harta peninggalan tersebut, karenanya ia tetap bermukim disitu. Ia pun tidak memperkenankan orang lain memasuki rumah tersebut. Karena itu beberapa penghuni yang terdahulupun merasakan berbagai gangguan yang menyebabkan mereka pindah, ini sebenarnya telah diusirnya. Kini ia mengetahui bahwa anda hendak membeli rumah itu, maka dengan sekuat tenaga dan cara ia menghalangimu. Untung anda adalah seorang pertapa, hingga tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengganggu yang lebih hebat. Jika tidak pastilah berbahaya”. Seketika sadarlah Khu Suheng dan ia minta bantuanku. Kuminta ia segera membeli sebuah cermin bulat yang bertepi kuning, setelah 2 hari nanti ía baru membawanya pulang.

Dalam malam yang sunyi, didepan altar Buddha aku menger­jakannya. Dengan sujud kumohon agar Buddha turun ke dunia, juga kumengundang Ta Pai San Kai Fu Mu serta guru Lien Sien Ta Se datang. Kumohon para Pengasih ini memberikan aku kekuatan dan kesaktian, mohon diberikan Nur Buddha, agar menyirnakan roh jahat yang belum mau sadar beserta rasa dendamnya dan bawa ia pergi ke tempat yang indah, jangan bertempat tinggal di rumah itu. Begitulah sesuai dengan tata upacara, aku telah menyelesaikan sebuah cermin yang berman­trakan Ta Pai San Kai Fu Mu. Disamping itu aku telah membuat pula dua belas Hu yang berhuruf Pali, satu demi satu kuhabiskan waktu 2 jam untuk menyelesaikannya.

Hari kedua Khu Suheng telah datang, ia memberitahuku: “Sete­lah anda terangkan, kami dalam dua hari ini mengamat-amati dengan cermat, ternyata memang terdapat roh jahat dalam rumah itu dan tidak hanya satu, istriku bilang sedikitnya ada 5 sampai 6. Berdasarkan perasaan inderanya jelaslah bahwa bukan roh yang baik”.

Aku tahu bahwa Khu Suheng dan istrinya mempunyai indera mata Bathin yang kuat, ini tentulah bukan kata kosong, kuserahkan cermin itu padanya dan kukatakan:”Cobalah, seharusnya berhasil” kuajarkan pula cara-caranya.
Seminggu kemudian dia datang dan sambil berseri-seri, akupun tertawa dan bertanya: “Bagaimana ?“. “Benar ajaib, semuanya telah beres, hasilnya diluar dugaan, sangat baik”. Ia melukiskan keadaan waktu itu:”Malam itu juga kukerjakan, semua berlangsung sesuai dengan acara, usai membaca mantra, membakar Hu, lalu dengan cermin ‘Wasiat’ menyoroti seluruh rumah dan menyiramkan pula air mantra ke seluruh rumah. Tatkala cermin menyoroti rumah, terasa banyak orang yang kabur keluar, lalu hening. Selama beberapa malam ini kami mengamati ternyata sudah aman. Pula, sungguh aneh, ber­bagai keluhanpun lenyap”. Demikianlah telah tercatat suatu peristiwa tentang “Ta Pai San Kai Fu Mu” menaklukkan dan mengusir kawanan momok dan setan.